Noneng Isnawati (38) datang ke SMK Negeri 1 Cimahi sembari menenteng map berisi berkas-berkas untuk pendaftaran Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) Sekolah Maung. Tak sendiri, ia datang ditemani ayahnya, Amas (72) yang langkahnya sudah tertatih.
Noneng terlihat kebingungan ketika ditanya oleh seorang penjaga sekolah soal maksud kedatangannya. Dengan polos, ia mengatakan hendak mendaftarkan anaknya ke SMKN 1 Cimahi. Padahal Senin (8/6/2026), sudah memasuki waktu pengumuman SPMB.
SPMB SMKN 1 Cimahi sebagai Sekolah Maung sendiri berlangsung sejak 25 sampai 29 Mei 2026 pukul 23.59 WIB. Sepekan lebih berlalu, Noneng yang tak paham apapun soal SPMB apalagi Sekolah Maung bingung dan kecewa.
"Niatnya mau daftar sekolah anak kesini, soalnya anak saya inginnya sekolah disini. Cuma katanya tadi pendaftaran sudah enggak bisa, saya enggak tahu juga kalau sudah tutup dan ini jadi sekolah maung," kata Noneng saat ditemui di SMKN 1 Cimahi, Senin (8/6/2026).
Ia kini berencana mendatangi SMPN 2 Margaasih, tempat anaknya bersekolah. Ia bakal meminta arahan terkait nasib anaknya yang tak bisa mendaftar ke SMKN 1 Cimahi sebab pihak sekolah mengarahkan siswa mendaftar masing-masing.
"Mau ke sekolah anak dulu (SMPN 2 Margaasih), mau tanya harus gimana setelah ini. Soalnya saya enggak ngerti juga harus bagaimana, katanya harus daftar online sebelumnya," kata Noneng.
Ia sendiri diberikan masukan oleh pihak SMKN 1 Cimahi untuk sesegera mungkin membawa anaknya mendaftar ke sekolah lain mengingat Senin ini juga merupakan hari terakhir Pemetaan Calon Murid Baru (PCMB).
"Tadi ada yang bilang coba daftar ke SMKN 2 Cimahi, ke SMKN 11 Bandung, tapi kan anaknya ingin kesini (SMKN 1 Cimahi), saya juga enggak tahu jurusannya apa," kata Noneng.
Sementara itu, Ketua Panitia SPMB SMKN 1 Cimahi, Erwin mengatakan hasil SPMB sudah diumumkan beberapa jam lalu. SMKN 1 Cimahi menerima sebanyak 672 siswa dari jalur prestasi akademik, kompetensi akademik, kompetensi non akademik, dan akademik kejuaraan.
"Sudah diumumkan hasilnya, total kita ada 1.705 pendaftar, dengan kuota keseluruhan sebanyak 672 orang. Pengumuman dilakukan secara online," kata Erwin.
672 Siswa Lolos SPMB
1.702 siswa berebut kursi SMK Negeri 1 Cimahi, yang kini ditunjuk sebagai Sekolah Maung oleh Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. Hari ini, hasil Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) diumumkan secara online.
Dari 1.702 pendaftar, sebanyak 672 siswa dinyatakan lulus sesuai kuota yang ditetapkan. Rinciannya, sebanyak 528 siswa lulus melakui jalur kompetensi akademik rapor, 9 siswa melalui jalur kompetensi akademik kejuaraan, dan 135 siswa lulus lewat jalur kompetensi non akademik.
"Ya sudah diumumkan, yang diterima sesuai kuota kita itu ada 672 siswa. Pengumumannya secara online, jadi tidak perlu datang ke sekolah," kata Ketua Pelaksana SPMB SMKN 1 Cimahi, Erwin saat ditemui.
Siswa yang dinyatakan lulus, diwajibkan melakukan daftar ulang pada 9 dan 10 Juni 2026. Mereka diminta membawa semua berkas persyaratan yang diunggah saat pendaftaran secara online.
"Tanggal 9 Juni Teknik Elektronika dulu, kemudian tanggal 10 Juni baru jurusan lainnya. Mereka harus membawa persyaratan yang diunggah, seperti rapor asli dan fotokopi, akta kelahiran, kartu keluarga dan lainnya," kata Erwin.
Erwin menyebut jalur pendaftaran Sekolah Maung, secara tersirat mengembalikan lagi pengelompokan sekolah favorit dan sekolah umum. Hal itu juga mengeliminasi siswa-suswa titipan seperti pada pelaksanaan SPMB sebelumnya.
"Kebetulan dari dulu sekolah kami ini merupakan sekolah favorit dengan peminat yang banyak. Dan dengan Sekolah Maung, kami diuntungkan karena tidak ada yang titip menitip. Apalagi sudah ada arahan dari Pak Gubernur tidak boleh ada hal seperti itu," kata Erwin.
Pihaknya masih menunggu petunjuk lanjutan terkait pelaksanaan pembelajaran Sekolah Maung. Jika belum ada, maka nanti pembelajaran yang dilaksanakan tetap mengadopsi kurikulum yang digunakan seperti sekolah lainnya.
"Nantinya pembelajaran akan mengadopsi kurikulum yang sudah ada, terkecuali ada petunjuk teknis terkait kurikulum khusus untuk diterapkan di Sekolah Maung," kata Erwin.
Simak Video "Video: Kemendikdasmen Belum Terima Aduan Kecurangan SPMB 2025"
(dir/dir)