Keluh Kesah Warga Bandung Usai Harga BBM Naik

Keluh Kesah Warga Bandung Usai Harga BBM Naik

Wisma Putra - detikJabar
Rabu, 10 Jun 2026 09:29 WIB
Antrean pemotor yang hendak beli BBM di salah satu SPBU Bandung
Antrean pemotor yang hendak beli BBM di salah satu SPBU Bandung (Foto: Wisma Putra/detikJabar).
Bandung -

Suasana sejumlah SPBU di Jalan Soekarno Hatta, Kota Bandung, tampak ramai seperti biasanya. Namun di balik keramaian itu, ada pemandangan berbeda di tempat pengisian bahan bakar minyak (BBM) tersebut.

Seperti SPBU yang berada di wilayah Kecamatan Bandung Kidul, antrean di jalur pengisian Pertalite tampak lebih padat. Kondisi ini berbanding terbalik dengan jalur pengisian Pertamax yang terlihat lengang.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hal itu terjadi seiring kenaikan harga Pertamax yang mulai berlaku Rabu (10/6/2026) dini hari tadi.

Banyak warga beralih dari Pertamax ke Pertalite karena harga Pertamax RON 92 naik cukup signifikan, dari yang sebelumnya Rp12.300 menjadi Rp16.250 per liter. Tak hanya itu, harga Pertamax Green RON 95 juga melonjak dari Rp12.900 menjadi Rp19.000 per liter.

ADVERTISEMENT

"Pertamax naiknya hampir Rp4.000, mahal banget," kata Diki (32), salah satu warga.

Diki mengatakan bahwa dia terpaksa beralih ke Pertalite demi menghemat pengeluaran harian.

"Sebetulnya biasa pakai Pertamax, karena sayang juga ke motor. Tapi naiknya nggak manusiawi gini mah mau nggak mau beralih ke Pertalite," ujarnya.

Diki enggan banyak berkomentar lebih jauh terkait kebijakan kenaikan BBM ini. Dia hanya berpesan kepada pemerintah agar lebih berpihak kepada rakyat kecil.

"Bayangin aja a, jatah buat bensin itu sudah ditakar per bulannya. Kalau saya paksain beli Pertamax harus ada yang dikurangi lagi, apalagi kebutuhan pokok serba naik. Tapi gajih tetap, nggak tahu lagi deh," jelasnya.

Keluhan serupa juga diutarakan oleh Indah Mawari (30). Indah menyebutkan, dia terpaksa tetap menggunakan Pertamax karena faktor kecocokan mesin kendaraan.

"Mobil saya sudah biasa pakai Pertamax. Paling sekarang solusinya kurangi jajan, tapi nggak tahu deh," ucap Indah.

Indah mengaku tidak bisa beralih ke transportasi umum karena jarak menuju kantornya di kawasan Batununggal cukup jauh. Belum lagi, ketersediaan transportasi penunjang yang masih minim.

"Pakai motor ada saya juga di rumah. Suka pakai mobil karena banyak yang harus dibawa. Terus tahu sendiri di Bandung transportasinya belum kaya Jakarta," kata Indah.

"Harapan saya sebagai warga, Pertamax harganya turun lagi, itu aja. Kita selama ini sudah membantu pemerintah dengan tidak membeli BBM bersubsidi, tapi sekarang naiknya tinggi banget, sebel banget serius pas lihat medsos tadi pagi baca berita kenaikan ini," pungkasnya.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Video Bahlil Pastikan Cadangan BBM RI Aman"
[Gambas:Video 20detik]
(wip/mso)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads