Antusiasme masyarakat terhadap program Sekolah Manusia Unggul (Maung) yang digagas Pemerintah Provinsi Jawa Barat cukup membludak. Tercatat ada puluhan ribu calon murid yang mendaftar dalam Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Sekolah Maung.
Program Sekolah Maung menjadi jalur khusus penerimaan siswa berprestasi tanpa sistem zonasi. Sebanyak 28 SMA negeri dan 13 SMK negeri di Jawa Barat ditetapkan sebagai Sekolah Maung.
Data dari Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat, selama dibukanya masa SPMB Sekolah Maung pada 23-29 Mei 2026, tercatat ada 64.405 calon murid yang mendaftar ke berbagai sekolah. Mereka akan bersaing untuk berebut 18.272 kursi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam SPMB ini, terdapat tiga jalur pendaftaran Sekolah Maung, yakni potensi akademik dengan kuota 10 persen, kompetensi akademik yang mendapat kuota 70 persen dan kompetensi nonakademik 20 persen.
Dari total 41 Sekolah Maung, SMAN 1 Bekasi memiliki jumlah pendaftar terbanyak yakni 2.084 pendaftar dengan kuota 384 murid, kemudian diikuti SMAN 1 Depok 1.909 pendaftar dengan kuota 320 murid, SMKN 1 Cimahi 1.810 pendaftar dengan kuota 672 murid.
Berikutnya SMKN 1 Cibinong 1.557 pendaftar dengan kuota 677 murid, SMAN 5 Bandung 1.511 pendaftar dengan kuota 320 murid serta SMAN 3 Bandung 1.424 pendaftar dengan kuota 320 murid.
Masuk Tahap Verifikasi dan Seleksi
Setelah masa pendaftaran berakhir, proses SPMB Sekolah Maung akan memasuki tahap verifikasi berkas hingga 2 Juni. Selanjutnya akan dilakukan uji kompetensi dan penanganan masalah pada 3 Juni, rapat pleno dewan guru pada 4 Juni serta koordinasi kepala sekolah dan cabang dinas pada 5 Juni.
Adapun pengumuman hasil seleksi dijadwalkan pada 8 Juni 2026 dan daftar ulang berlangsung 9-10 Juni 2026.
Bagi calon murid yang tidak lolos di Sekolah Maung, mereka masih memiliki kesempatan mengikuti SPMB reguler tahap berikutnya sesuai ketentuan yang berlaku.
(bba/sud)
