Waspada El Nino Moderat, Kemarau di Jabar Bakal Lebih Panjang

Waspada El Nino Moderat, Kemarau di Jabar Bakal Lebih Panjang

Wisma Putra - detikJabar
Sabtu, 06 Jun 2026 22:00 WIB
Ilustrasi Kekeringan Musim Kemarau
Ilustrasi Kekeringan Musim Kemarau. Foto: Chamika Jayasri/Unsplash
Bandung -

Musim kemarau sudah terjadi di wilayah Bandung Raya dan Jawa Barat. BMKG Stasiun Geofisika Kelas I Bandung memprediksi puncak musim kemarau bakal terjadi di Bulan Agustus 2026 mendatang.

"Terkait dengan musim kemarau tahun ini di lingkungan Bandung dan sekitarnya, di Jawa Barat mungkin pada umumnya, memang untuk tahun ini, tahun 2026 ini sudah musim kemarau, BMKG memprediksi akan disertai dengan El-Nino," kata Fungsional Pengamat Meteorologi dan Geofisika Muda BMKG Bandung Yuni Yulianti, Sabtu (6/6/2026).

Disinggung terkait El-Nino Godzilla, Yuni menyebut dalam BMKG sejatinya tidak ada istilah El-Nino Godzilla.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Sebenarnya BMKG sendiri tidak pernah merilis adanya El-Nino Godzilla, jadi penamaan El-Nino Godzilla ini bukan dari BMKG, jadi BMKG mengategorikan El-Nino itu menjadi tiga tadi, El-Nino lemah, El-Nino moderat atau pertengahan dan El-Nino kuat," ujarnya.

ADVERTISEMENT

Yuni mengungkapkan, El-Nino adalah anomali suhu permukaan air laut di Pasifik Ekuator yang di atas normal atau anomali positif, yang imbasnya ke perairan Indonesia adalah penurunan pertumbuhan awan-awan konvektif secara signifikan. "Nah untuk tahun ini diprediksi akan terjadi El-Nino moderat, sehingga kuat, tentu kuatnya sekitar 20 persen dan lebih banyak ke El-Nino moderat," ungkapnya.

Selain itu, puncak musim kemarau di Bandung Raya dan Jawa Barat akan terjadi dalam dua bulan ke depan.

"Untuk puncak musim kemarau di wilayah Jawa Barat, rata-rata di Bulan Agustus 2026, termasuk juga untuk wilayah Bandung dan sekitarnya, meliputi Kota Bandung, Kabupaten Bandung, kemudian Bandung Barat, serta Kota Cimahi. Jadi secara sifat musim, untuk musim kemarau tahun ini di Jawa Barat dan di Bandung khususnya, ini di bawah normal atau curah hujannya lebih rendah dan secara durasi diprediksi untuk beberapa wilayah Jawa Barat ini lebih panjang durasi musimnya," jelasnya.

Imbauan BMKG

BMKG mengimbau kepada seluruh pihak untuk antisipsi musim kemarau ini. "Ya terkait musim kemarau tahun ini disertai dengan fenomena El-Nino, maka diprediksi tadi curah hujan akan mengalami penurunan secara signifikan, kemudian juga pasti akan berdampak pada beberapa sektor terutama untuk sektor pertanian, kemudian juga untuk sektor pengairan dan irigasi," tuturnya.

Pihaknya minta masyarakat untuk tetap tenang, tetapi waspada dan juga terkait informasi musim kemarau tahun ini.

"Kami juga imbau masyarakat agar melakukan penghematan air bersih, kemudian juga mengurangi hal-hal yang bisa berdampak pada potensi kebakaran, dan untuk insatansi terkait tentu saja berkaitan dengan petanian, sudah mulai menyesuaikan pola tanam dan juga memilih variatas yang tahan kekeringan, kemudian juga untuk di bagian irigasi dan pengairan, diimbau untuk sudah mulai mengisi waduk atau penumpung, kemudian juga memperbaiki saluran irigasi," terangnya.

"Untuk bagian kehutanannya mungkin bisa mulai diantisipasi dan dipertahankan daerah-daerah yang rawan terjadi kebakaran hutan atau lahan. Musim kemarau itu bukan berarti tidak ada hujan sama sekali, jadi musim kemarau masih berpotensi ada hujan, tetapi hujannya sangat rendah," pungkasnya.

(sud/sud)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads