Timnas Jepang Protes Gegara Dapat Lapangan Latihan Piala Dunia 2026 Bak Tarkam

Timnas Jepang Protes Gegara Dapat Lapangan Latihan Piala Dunia 2026 Bak Tarkam

Tya Eka Yulianti - detikJabar
Sabtu, 06 Jun 2026 12:06 WIB
Japan players pose before the start of the World Cup qualifying soccer match between Japan and Bahrain at Saitama Stadium in Saitama, Japan, Thursday, March 20, 2025. (AP Photo/Eugene Hoshiko)
Foto: AP/Eugene Hoshiko
Bandung -

Timnas Jepang dilaporkan melayangkan protes kepada FIFA setelah mendapatkan fasilitas latihan yang dinilai tidak memenuhi standar menjelang tampil di Piala Dunia 2026. Kondisi lapangan yang digunakan Samurai Biru di Meksiko bahkan menjadi sorotan warganet karena disebut mirip lapangan sepak bola antarkampung atau tarkam.

Jepang diketahui sudah mulai melakukan persiapan menuju Piala Dunia 2026 dengan menggelar pemusatan latihan di Monterrey, Meksiko. Lokasi tersebut dipilih karena dianggap memiliki kondisi cuaca dan zona waktu yang mirip dengan beberapa venue pertandingan selama turnamen berlangsung.

Namun, persiapan tim asuhan Hajime Moriyasu justru terganggu akibat kualitas lapangan latihan yang jauh dari harapan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Timnas Jepang Kecewa dengan Kondisi Lapangan

Menurut laporan sejumlah media, skuad Jepang tiba di Monterrey pada Selasa (2/6/2026). Mereka dijadwalkan menjalani sesi latihan adaptasi pada Rabu (3/6/2026) sore waktu setempat.

Akan tetapi, sesi latihan tersebut sempat dibatalkan dan dipindahkan ke waktu lain. Saat para pemain tiba di lokasi latihan, kondisi lapangan ternyata tidak sesuai standar yang diharapkan untuk persiapan ajang sebesar Piala Dunia.

ADVERTISEMENT

Dari sejumlah foto yang beredar di media sosial, lapangan terlihat memiliki banyak tambalan rumput dan permukaan yang tidak rata. Kondisi tersebut memicu kekhawatiran staf pelatih Jepang karena berpotensi meningkatkan risiko cedera pemain.

Media beIN Sports melaporkan bahwa lapangan yang digunakan berada di fasilitas latihan klub Tigres UANL. Namun kualitas lapangan dianggap kurang layak untuk digunakan oleh salah satu peserta Piala Dunia 2026.

Jepang Ajukan Protes Resmi ke FIFA

Ketidakpuasan terhadap kondisi fasilitas latihan membuat Federasi Sepak Bola Jepang (JFA) mengambil langkah resmi dengan menyampaikan protes kepada FIFA.

Keluhan tersebut langsung mendapat respons dari FIFA. Otoritas sepak bola dunia itu kemudian menjanjikan lokasi latihan baru yang dinilai lebih layak untuk digunakan tim Samurai Biru.

Lokasi pengganti yang disiapkan adalah lapangan latihan milik klub CF Monterrey atau Rayados. FIFA memastikan fasilitas tersebut memiliki kualitas yang lebih baik dibanding lokasi sebelumnya.

Seorang jurnalis lokal, Willie González, mengungkapkan bahwa Jepang memutuskan tidak menggunakan fasilitas latihan awal karena kondisi lapangan yang dianggap buruk.

"Tim Jepang tidak bisa berlatih di Pusat Latihan Tigre karena lapangan-lapangannya tidak dalam kondisi baik. Para pemain Jepang bersiap-siap meninggalkan Monterrey karena mereka kecewa. Besok mereka akan berlatih di El Barrial; mereka telah meminta izin menggunakan lapangan dari Rayados," ujarnya.

Lapangan Pengganti Masih Jadi Sorotan

Meski mendapatkan lokasi latihan baru, kontroversi belum sepenuhnya berakhir. Kali ini yang menjadi perhatian adalah akses menuju lapangan latihan.

Dalam sejumlah foto yang beredar, para pemain Jepang terlihat harus menuruni jalur berbatu dan cukup curam untuk menuju area latihan. Kondisi tersebut kembali memancing komentar dari warganet.

Beberapa netizen bahkan menyamakan fasilitas tersebut dengan lapangan sepak bola amatir.

"Lokasinya seperti di Uganda," tulis salah satu pengguna media sosial.

"Mereka seperti akan bermain di sebuah peternakan. Secara harafiah, Meksiko mengalahkan kecerdasan buatan," komentar warganet lainnya.

Meski demikian, para pemain Jepang tetap menjalani agenda latihan. Bek senior Jepang, Yuto Nagatomo, terlihat tetap tersenyum saat menyapa awak media dan penggemar yang hadir di lokasi.

Jepang Bersiap Hadapi Grup F Piala Dunia 2026

Timnas Jepang menjadi salah satu wakil Asia yang diunggulkan pada Piala Dunia 2026. Samurai Biru tergabung di Grup F bersama Belanda, Swedia, dan Tunisia.

Laga pertama Jepang dijadwalkan berlangsung pada pertengahan Juni 2026 saat menghadapi Belanda. Setelah itu, mereka akan melanjutkan perjuangan dengan menghadapi Tunisia dan Swedia dalam perebutan tiket ke babak gugur.

Karena itu, kualitas fasilitas latihan menjadi perhatian penting bagi tim pelatih. Persiapan yang optimal dinilai sangat dibutuhkan agar para pemain berada dalam kondisi terbaik saat memasuki turnamen.

FIFA Janjikan Fasilitas Latihan Sesuai Standar

Kasus yang dialami Jepang menjadi sorotan karena FIFA sebelumnya telah berkomitmen menyediakan fasilitas latihan terbaik bagi seluruh peserta Piala Dunia 2026.

Penyelenggaraan turnamen terbesar sepak bola dunia tersebut memang menuntut kesiapan venue pertandingan maupun fasilitas pendukung, termasuk lapangan latihan yang digunakan oleh setiap tim peserta.

Dengan adanya protes dari Jepang, FIFA kini diharapkan memastikan seluruh fasilitas yang disediakan benar-benar memenuhi standar internasional demi mendukung kelancaran persiapan setiap negara peserta.



(tya/tey)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads