Skandal dugaan korupsi tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG) hingga kini masih menjadi sorotan. Di tengah proses penyidikan, kehidupan pribadi mantan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana pun tak luput dari perhatian.
Dadan tiga bulan ke belakang diketahui mengontrak rumah di Jalan Alpen Rossa No. 19, Cluster Hilltop, Sentul City, Kabupaten Bogor. Rumah tersebut kini mendadak ramai dikunjungi dan akhirnya mengundang keluhan dari warga sekitar.
Lantas, bagaimana kondisinya? Berikut rangkuman faktanya:
Ramai Dihadiri Tamu Setiap Hari
Rumah mewah dua lantai tanpa pagar itu semula tak banyak menarik perhatian warga. Namun dalam tiga bulan terakhir, rumah tersebut mendadak ramai didatangi tamu hampir setiap hari kerja.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Intensitas kendaraan yang keluar-masuk kawasan tersebut mulai mengusik kenyamanan warga sekitar. Keluhan pun beberapa kali disampaikan kepada petugas keamanan lingkungan.
"Mobil yang datang banyak, sampai beberapa kali warga komplain," kata seorang petugas keamanan yang bertugas di kawasan tersebut, Jumat (5/6/2026).
Digeledah Kejagung
Belakangan terungkap, rumah itu disewa oleh mantan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana. Informasi tersebut mencuat setelah penyidik Kejaksaan Agung melakukan penggeledahan di lokasi pada Rabu (3/6/2026) dini hari.
Petugas keamanan mengaku turut mendampingi proses penggeledahan yang dilakukan sejumlah penyidik. Saat itu, rombongan datang menggunakan dua kendaraan dan didampingi dua anggota TNI bersenjata.
Sita Dokumen dari Dalam Rumah
Ia menyebut para penyidik menyisir sejumlah ruangan dan menyita dokumen dari dalam rumah.
"Cuma geledah-geledah saja, bawa kertas, buku di ruangan-ruangan," ujarnya.
Warga Lama Tak Tahu Penghuni Rumah
Penggeledahan itu sekaligus menyingkap identitas penghuni rumah. Sebab, selama beberapa bulan sebelumnya, petugas keamanan maupun warga sekitar tidak mengetahui secara pasti siapa penyewa rumah tersebut.
Aktivitas di rumah itu mulai mencolok tak lama setelah Lebaran 2026. Sejak saat itu, tamu silih berganti datang sehingga suasana di lokasi berbeda dibanding hunian lain di sekitarnya.
"Sebelumnya enggak tahu siapa yang ngontrak," tutur petugas keamanan itu.
Ia memperkirakan rumah tersebut mulai ditempati sekitar Maret 2026. Sejak periode itu, arus kendaraan yang menuju lokasi meningkat, terutama pada hari kerja, hingga memicu keluhan warga.
