Ratusan mahasiswa dan santri di lingkungan lembaga pendidikan dan Pondok Pesantren Cipasung Tasikmalaya mengikuti kegiatan Trans7 Mengajar di Aula Rektorat Universitas Islam KH Ruhiyat Cipasung, Kamis (4/6/2026).
Mengusung tema "Digital Content Creator", program sosial berbasis edukasi ini bertujuan memberikan ilmu, pengetahuan serta keterampilan kepada generasi muda Indonesia khususnya dalam pengembangan kemampuan kepemimpinan dan kreativitas di kalangan generasi muda.
Langkah ini menjadi bagian dari upaya Trans7 menjawab tantangan dari perkembangan media digital dan media sosial yang telah membawa perubahan signifikan dalam cara masyarakat berkomunikasi, belajar, berdakwah, dan mengakses informasi.
Director of Production Trans7, M Ikhsan Soemantoro menjelaskan kegiatan Trans7 Mengajar di Ponpes Cipasung ini menjadi yang perdana di tahun 2026 ini. Menurut Ihsan, tahun ini Trans7 memproyeksi melakukan kegiatan serupa di 6 titik wilayah Pulau Jawa.
"Alhamdulillah Trans7 Mengajar di tahun 2026 ini paling pertama adalah di Cipasung. Di tahun ini kami ada rencana 6 titik Trans 7 Mengajar. Dua di Ponpes dan 4 Perguruan Tinggi," kata Ihsan.
Ihsan menjelaskan target dari kegiatan ini tiada lain untuk berbagi ilmu kepada anak-anak muda, terkait cara-cara pembuatan konten digital.
"Harapannya dengan Trans 7 mengajar ini, pastinya Trans 7 bisa berbagi pengalaman, berbagi ilmu, berkolaborasi dengan generasi muda, bagaimana pada akhirnya generasi muda ini bisa memberikan kontribusi juga pada bangsa dan negara," kata Ihsan.
Ihsan menilai kalangan generasi muda baik di pesantren atau perguruan tinggi, memiliki potensi besar untuk mempengaruhi publik melalui media sosial. Sehingga kemampuan untuk membuat konten berkualitas menjadi sebuah kebutuhan bagi generasi muda.
"Kita berharap ilmu-ilmu dan pengalaman yang kami share bisa bermanfaat bagi peserta. Sehingga mereka bisa membuat konten-konten yang baik yang bisa disebarkan kepada masyarakat," kata Ihsan.
"Kami melihat bahwa universitas atau pesantren mempunyai kesempatan untuk bisa dibilang mempengaruhi masyarakat, untuk memberikan hal yang baik," imbuh Ihsan.
Dengan program Trans7 Mengajar, Ihsan berharap pada akhirnya linimasa media sosial akan dipenuhi oleh konten-konten positif dengan kualitas yang baik pula.
"Harapan kita linimasa medsos semakin dipenuhi konten positif dan berkualitas. Materi yang baik dan dikemas dengan baik," kata Ihsan.
Pimpinan Ponpes Cipasung Tasikmalaya, KH Ubaidillah Ruhiat menyatakan apresiasi atas kolaborasi Trans7 dengan Ponpes Cipasung ini.
"Insya Allah kegiatan ini akan membawa manfaat dan keberkahan bagi Ponpes Cipasung. Ilmu yang dibagikan oleh Trans7 akan menjadi ilmu yang bermanfaat," kata KH Ubaidillah saat memberi sambutan.
Hal senada diungkapkan Rektor Universitas Islam KH Ruhiyat Cipasung, KH Abdul Chobir. Menurutnya kegiatan ini bisa menjadi sarana berkontribusi bagi bangsa, dalam upaya mewujudkan Indonesia Emas 2045.
"Terima kasih kepada Trans7 yang mengadakan kegiatan ini, mudah-mudahan menjadi manfaat bagi keluarga besar Ponpes Cipasung. Ini akan menjadi sarana berkontribusi bagi bangsa, kaitannya dengan Indonesia Emas 2045," kata Abdul.
(yum/yum)