Ibarat bahan bakar dipantik api, boleh jadi itulah gambaran semangat santri dan mahasiswa peserta kegiatan Trans7 Mengajar Digital Creator Content di kompleks Ponpes Cipasung Tasikmalaya, Kamis (4/6/2026).
Semangat anak-anak muda ini seketika berkobar usai menerima segudang ilmu pembuatan konten digital dari jajaran Trans7.
Beberapa dari mereka langsung melangitkan harapan untuk bisa menjadi pembuat konten yang berkualitas dan berpengaruh dengan minat dan bakatnya masing-masing.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Misalnya Deris Alanda, mahasiswa yang saat ini menjadi Ketua Umum UKM Media Universitas Cipasung Tasikmalaya. Pentolan pers kampus ini menyatakan kebulatan tekad untuk bisa mendulang cuan demi menghidupi media yang dipimpinnya.
"Berkah ikut kegiatan ini saya jadi tahu alur kerja pembuatan konten, ternyata work flow itu penting," kata Deris.
Selama ini kata Deris, pegiat UKM Media di Universitas Cipasung hanya fokus terhadap teknis videografi, fotografi dan naskah saja. Proses kreatif berjalan seolah tanpa panduan, sehingga ada kalanya tak terkonsep sebagai sebuah tim.
"Kita di UKM Media Universitas Cipasung selama ini lebih ke kontennya, kita bicara tentang videografi, fotografi. Setelah ikut kegiatan ini kita jadi tahu detail dari awal mula bikin kontennya, pas bikin konten, persiapannya apa saja, alatnya apa saja, termasuk memahami algoritma. Jadi intinya kami jadi lebih detail menguasai prosesnya," kata Deris.
Dia juga mengaku tercerahkan dengan rangkaian materi yang diberikan. Terlebih peserta juga diajak melakukan praktik produksi konten secara langsung. Sehingga kini dia memiliki optimisme untuk menjadikan pers kampus yang dipimpinnya bisa menjadi lebih baik.
"Kita ingin UKM media ini bisa jadi lebih baik, lalu kita bisa menghasilkan karya dan menghasilkan uang, yang nantinya bisa menghidupi media kami," cetus Deris.
Lain lagi optimisme yang diungkapkan Neysa Sahida, mahasiswi yang sempat malas ngonten akibat akun media sosialnya ditangguhkan atau terkena suspend. Setelah dibekali ilmu di acara Trans7 Mengajar, semangat Neysa kembali berkobar. Dia bersiap memungut kembali puing-puing harapan untuk menjadi kreator konten di niche beauty content alias ceruk konten seputar kecantikan.
"Cukup menarik banget ya, karena ini kali pertama ikut pelatihan seperti ini. Ini penting untuk pemula seperti saya , gimana caranya kita belajar membuat konten yang baik, bisa menarik bahkan bisa viral," kata Neysa.
Dia mengaku banyak mendapatkan pencerahan terkait detail-detail pembuatan konten. Mulai dari hak cipta, proses kreatif pencarian ide hingga pengetahuan lainnya.
"Aku menang banyak sih di acara ini, dari mulai pencarian ide, terus lagi soal copyright yang ternyata kita nggak bisa asal comot video orang, padahal itu bisa fatal banget kita kena denda dan segala macam," kata Neysa.
"Akun IG saya sempat kena suspend, sekarang bikin lagi. Makin semangat ngembangin sosial media aku sendiri, karena tadi sudah dapat banyak ilmu juga. Pengen berusaha jadi konten kreator atau influencer. Saya garap beauty content," kata Neysa.
Kegiatan inspiratif yang digawangi oleh Prima Dananjaya, selaku Digital Asset Management Head of Trans7 ini, cukup membuat ratusan peserta yang merupakan santri dan mahasiswa antusias.
Materi yang diberikan menukik kepada hal-hal detail dan penting dalam teknis pembuatan konten media sosial.
Peserta mendapatkan pemahaman mengenai dasar-dasar digital content creation, teknik produksi konten menggunakan ponsel hingga praktik pembuatan dan presentasi karya.
Kegiatan ini juga memberikan kesempatan bagi peserta untuk memperoleh evaluasi langsung serta peluang publikasi karya terbaik melalui platform media sosial Trans7.
Peserta memperoleh wawasan mengenai lanskap media digital, tren ekonomi kreator serta peran kreator dalam menghadirkan konten yang positif dan berdampak.
Baca juga: 5 Kuliner Ikonik Majalengka Selain Jalakotek |
Peserta juga dibekali pemahaman tentang formula pembuatan video pendek yang menarik, mulai dari menciptakan hook yang kuat, teknik storytelling, penyampaian nilai konten hingga call to action yang efektif.
Selain itu, peserta mendapatkan pembelajaran praktis mengenai produksi video menggunakan smartphone, dasar-dasar editing serta workflow produksi konten
(sud/sud)
