Trans7 Mengajar Sokong Misi Dakwah Santri Cipasung Tasikmalaya

Trans7 Mengajar Sokong Misi Dakwah Santri Cipasung Tasikmalaya

Faizal Amiruddin - detikJabar
Kamis, 04 Jun 2026 17:00 WIB
Suasana kegiatan Trans7 Mengajar di Ponpes Cipasung Tasikmalaya.
Suasana kegiatan Trans7 Mengajar di Ponpes Cipasung Tasikmalaya. (Foto: Faizal Amiruddin/detikJabar)
Tasikmalaya -

Kegiatan corporate social responsibility (CSR) bertajuk Trans7 Mengajar, di kompleks Ponpes Cipasung Tasikmalaya, Kamis (4/6/2026), menjadi upaya perusahaan TV nasional ini mendukung peningkatan kapasitas generasi muda dalam memahami strategi serta praktik pembuatan konten digital yang kreatif.

Bak gayung bersambut, Ponpes Cipasung pun saat ini tengah berupaya untuk memperkuat eksistensinya di dunia digital.

Tak heran jika pada akhirnya, kegiatan Trans7 Mengajar ini menjadi bentuk kolaborasi strategis.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kepala Bidang Pendidikan Ponpes Cipasung, Muhammad Rizqi Romdhon mengatakan setiap santri atau penimba ilmu agama memiliki kewajiban untuk berdakwah. Di era disrupsi digital ini, melaksanakan misi dakwah tak cukup jika sebatas pertemuan tatap muka. Di zaman sekarang, dunia digital justru menjadi medan dakwah tanpa batas yang menjadi tantangan besar.

"Ini merupakan kerjasama yang beberapa kali dengan Trans7, tapi ini merupakan satu hal yang baru dari kerjasama kita. Insya Allah akan banyak memberikan ilmu buat santri dan mahasiswa kami, khususnya pada era digital ini mereka bisa punya bekal dalam kehidupan mereka sebagai santri, karena sebagai santri mereka punya kewajiban berdakwah," kata Rizqi.

ADVERTISEMENT

Rizqi menambahkan memiliki kemampuan produksi konten, menjadi modal penting yang harus dimiliki santri, mahasiswa atau generasi muda. Karena dunia digital menjadi jalan efektif untuk menjangkau masyarakat.

"Dakwah sekarang itu tidak cukup hanya bicara, apalagi anak-anak sekarang kan lebih mudah menerima audio visual dan infografis. Jadi dakwah dengan media ini lebih cepat sampai kepada masyarakat. Nah Trans 7 Mengajar Digital Creator Content ini Insyaallah akan memberikan banyak bekal terkait hal tersebut. Tentu ini akan menjadi bekal dakwah bagi mereka kelak," papar Rizqi.

Tak hanya soal kepentingan dakwah atau pengabdian, menurut Rizqi dunia digital juga berpotensi menjadi sumber penghidupan yang bisa menjadi bekal para santri dan mahasiswa Cipasung.

"Tentu saja bukan sekedar kepentingan dakwah, sekarang membuat konten itu bisa menjadi bekal kehidupan, sehingga ketika mereka pulang, bisa berdaya dan sejahtera," kata Rizqi.

Meski terdengar menggiurkan dan terkesan mudah, Rizqi mengakui bahwa selama ini banyak kendala yang dihadapi oleh santri-santri Cipasung untuk bisa memanfaatkan potensi itu. Kesadaran akan potensi dunia digital sudah lama muncul, meski dalam pelaksanaannya banyak hambatan.

"Selama ini mereka hanya bisa membuat konten seadanya, belum profesional, sehingga untuk mendapatkan engagement yang bagus itu sulit, sehingga perlu ada penajaman terkait membuat konten tersebut. Nah dengan kegiatan ini mereka jadi punya ilmu baru. Apalagi ada prakteknya juga, ini tentu saja membuat mereka semakin terampil," kata Rizqi.

Suasana kegiatan Trans7 Mengajar di Ponpes Cipasung Tasikmalaya.Suasana kegiatan Trans7 Mengajar di Ponpes Cipasung Tasikmalaya. Foto: Faizal Amiruddin/detikJabar

Lebih lanjut Rizqi menegaskan jika pesantren harus membuka diri terhadap perkembangan zaman. Adaptasi menjadi kunci agar eksistensi tetap terjaga.

"Pesantren harus membuka diri, kalau pesantren tidak mengikuti zaman akan tergerus zaman, apalagi pada masa dunia digital ini untuk publikasi atau promosi butuh kemampuan digital," pungkas Rizqi.

Kegiatan inspiratif ini sendiri, diikuti oleh ratusan peserta yang terdiri dari pengasuh Pondok Pesantren, santri dan mahasiswa di lingkup keluarga besar Pondok Pesantren Cipasung.

Pemilihan tema dan segmentasi kegiatan Trans7 Mengajar Jilid XI dilatarbelakangi oleh perkembangan media digital dan media sosial telah membawa perubahan signifikan dalam cara masyarakat berkomunikasi, belajar, berdakwah, dan mengakses informasi.

Di tengah pesatnya arus informasi digital, mahasiswa dan santri sebagai generasi muda memiliki peran strategis untuk menjadi kreator konten yang tidak hanya kreatif, tetapi juga mampu menghadirkan pesan-pesan positif, inspiratif dan relevan bagi masyarakat.

Peserta mendapatkan pemahaman mengenai dasar-dasar digital content creation, teknik produksi konten menggunakan ponsel hingga praktik pembuatan dan presentasi karya.

Kegiatan ini juga memberikan kesempatan bagi peserta untuk memperoleh evaluasi langsung serta peluang publikasi karya terbaik melalui platform media sosial Trans7.

Melalui sesi yang dibawakan oleh Prima Dananjaya, selaku Digital Asset Management Head of Trans7, peserta memperoleh wawasan mengenai lanskap media digital, tren ekonomi kreator serta peran kreator dalam menghadirkan konten yang positif dan berdampak.

Peserta juga dibekali pemahaman tentang formula pembuatan video pendek yang menarik, mulai dari menciptakan hook yang kuat, teknik storytelling, penyampaian nilai konten hingga call to action yang efektif.

Selain itu, peserta mendapatkan pembelajaran praktis mengenai produksi video menggunakan smartphone, dasar-dasar editing serta workflow produksi konten.

(yum/yum)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads