Unik! Warga Siituraja Sumedang Bagi Daging Kurban Pakai Rinjing Bambu

Dwiky Maulana Vellayati - detikJabar
Rabu, 27 Mei 2026 17:30 WIB
Warga Situraja Sumedang pakai rinjing bungkus daging kurban. (Foto: Istimewa)
Sumedang -

Warga Dusun Cimuruy, Desa Mekarmulya, Kecamatan Situraja, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, punya cara unik membagikan daging hewan kurban kepada masyarakat. Bukan plastik, panitia kurban di lokasi tersebut menggunakan rinjing atau wadah keranjang dari bambu.

Penggunaan rinjing ini merupakan kali pertama di Dusun Cimuruy. Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya mengurangi penggunaan kantong plastik sekali pakai yang berpotensi menambah volume sampah lingkungan. Selain itu, penggunaan rinjing menjadi bentuk dukungan terhadap pelaku UMKM dan perajin anyaman bambu di lingkungan sekitar.

Rinjing yang digunakan merupakan hasil produksi warga Dusun Cimuruy dan sekitarnya. Menjelang Iduladha, permintaan rinjing meningkat sehingga memberikan tambahan penghasilan bagi para perajin lokal.

Ketua DKM Masjid At-Taqwa Dusun Cimuruy, Ato Radianto mengatakan, penggunaan rinjing dipilih karena dinilai lebih ramah lingkungan sekaligus memiliki nilai ekonomi bagi masyarakat. Keputusan tersebut juga dipengaruhi oleh naiknya harga plastik di pasaran dalam beberapa waktu terakhir.

"Kami sengaja menggunakan rinjing untuk pembagian daging kurban agar mengurangi penggunaan plastik. Selain itu, rinjing ini dibuat oleh warga sekitar sehingga secara tidak langsung bisa membantu perekonomian masyarakat dan mendukung UMKM lokal," ujar Ato, Rabu (27/5/2026).

Menurut Ato, penggunaan kemasan tradisional tersebut juga menjadi upaya melestarikan budaya lokal yang selama ini identik dengan warga Sumedang, khususnya di Dusun Cimuruy.

"Rinjing ini merupakan produk khas masyarakat kita. Kami ingin tradisi ini tetap terjaga dan terus digunakan dalam kegiatan-kegiatan kemasyarakatan," katanya.

Langkah mengganti plastik dengan rinjing ini disambut baik oleh warga sekitar. Salah seorang warga penerima daging kurban bernama Herni (50) mengaku senang dengan penggunaan wadah anyaman bambu tersebut.

"Bagus sekali karena lebih ramah lingkungan dan terlihat lebih tradisional. Selain menerima daging kurban, kami juga ikut mendukung hasil karya warga sendiri," pungkasnya.

Melalui inovasi tersebut, Ketua DKM Masjid At-Taqwa dan panitia kurban Dusun Cimuruy berharap kesadaran masyarakat terhadap pengurangan sampah plastik semakin meningkat. Penggunaan produk lokal buatan warga pun diharapkan dapat terus berkembang dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar.




(sud/sud)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork