Teror Ajag di Sumedang, Belasan Kambing Kurban Mati

Teror Ajag di Sumedang, Belasan Kambing Kurban Mati

Dwiky Maulana Vellayati - detikJabar
Rabu, 13 Mei 2026 16:00 WIB
Ajag atau anjing hutan Sumatera di TN Gunung Leuser
Ilustrasi ajag (Foto: Balai TN Gunung Leuser)
Sumedang -

Belasan hewan kurban jenis kambing ditemukan mati di Dusun Cipedes, Desa Kertamukti, Kecamatan Tanjungmedar, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat. Kematian hewan ternak tersebut diduga akibat serangan anjing liar.

Asep Sopian Bukhari Muslim, salah satu anggota keluarga peternak, menyampaikan bahwa kematian hewan kurban ini terjadi dalam kurun waktu dua pekan terakhir. Saat ditemukan mati, kondisi kambing ternak keluarganya cukup mengenaskan dengan bagian dada terbelah, bekas gigitan di leher, serta organ bagian dalam yang telah hilang.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kondisi kambingnya itu dadanya udah terbelah, terus lehernya bekas gigitan, terus yang diambilnya itu jeroannya seperti hati, terus apa ya, ya pokoknya jeroannya, sedangkan dagingnya itu dibiarkan," ujar Asep, Rabu (13/5/2026).

Asep mengatakan kematian hewan ternak tersebut juga terjadi di beberapa kandang milik warga lainnya dengan pola luka yang serupa.

ADVERTISEMENT

"Total kisaran 12 lebih korban dari satu desa. Luka-lukanya sama, rata-rata diambil jeroannya saja," katanya.

Menurutnya, belasan hewan ternak tersebut merupakan hewan yang sudah siap dipasarkan menjelang Hari Raya Iduladha. Warga sekitar menduga kematian hewan ternak mereka merupakan ulah anjing liar. "Iya, siap kurban. Kalau dugaan sementara sih warga, kesimpulan sementara itu katanya pelakunya anjing liar," ucapnya.

Guna mengantisipasi bertambahnya jumlah hewan ternak yang mati, warga dan aparat desa setempat akan menggiatkan ronda malam.

"Katanya anjing yang suka berburu tapi sudah tidak terurus. Kalau laporan baru sampai ke tingkat perangkat desa. Tindakan sementara paling diadakan ronda dulu," pungkasnya.

Sementara itu, akibat kematian hewan ternak kurban tersebut, para peternak mengalami kerugian mencapai belasan juta rupiah. Warga berharap adanya perhatian dari instansi terkait untuk mengatasi peristiwa yang baru pertama kali terjadi dan meresahkan tersebut.

(iqk/iqk)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads