Sapi kurban yang bernama Predator, bantuan kemasyarakatan dari Presiden RI Prabowo Subianto telah tiba di Kota Sukabumi, Jawa Barat. Sapi berjenis simental dengan bobot raksasa mencapai 1,2 ton tersebut diserahkan langsung kepada Pondok Pesantren Miftahussa'adah yang berlokasi di Cigunung, Kecamatan Warudoyong.
Bobotnya yang super jumbo membuat proses penyembelihan menjadi tantangan tersendiri. Mengingat ukurannya yang tidak biasa, dibutuhkan tenaga ekstra dan penanganan khusus untuk melumpuhkan hewan kurban milik orang nomor satu di Indonesia tersebut.
Pantauan detikJabar di lokasi, petugas jagal berjumlah tiga orang dibantu tujuh orang santri untuk 'melumpuhkan' sapi tersebut. Mereka terlihat menarik tali tambang yang mengikat bagian kaki sapi tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita serahkan aja sama yang profesional. Saya yakin insyaallah lancar. Kita sudah siapin juga tim profesionalnya nanti untuk penyembelihan," ujar Pimpinan Pondok Pesantren Miftahussa'adah, H Ismatullah saat ditemui di lokasi, Minggu (14/6/2026).
Teknik pengikatan tali pun harus diperhitungkan dengan matang agar sapi tidak stres dan mengamuk, yang bisa membahayakan warga sekitar. "Karena ini sapinya besar ya, pengerjaannya harus hati-hati," tambahnya.
Pihak pondok pesantren mengaku sangat bersyukur dan bangga atas kepercayaan yang diberikan oleh Prabowo Subianto untuk mengelola hewan kurban raksasa ini.
"Kami dari pihak pondok pesantren terima kasih banyak kepada Pak Presiden yang sudah memberikan bantuan sapi kurban buat warga kota. Ini sebuah kebanggaan bagi kami dipercaya oleh beliau untuk melaksanakan kurban sapi dari bantuan beliau," tuturnya.
Ismatullah menjelaskan, daging dari sapi kurban milik Prabowo ini sepenuhnya akan diprioritaskan bagi warga di sekitar pondok pesantren. Dari bobot total 1,2 ton, sapi tersebut diperkirakan akan menghasilkan sekitar 600 kilogram daging bersih.
Pihak ponpes sendiri telah mendata sekitar 1.000 calon penerima. Jika daging dari sapi Prabowo masih kurang, pihak pesantren akan mengombinasikannya dengan hewan kurban milik pesantren lainnya. Di luar sapi presiden, Ponpes Miftahussa'adah juga menyembelih 5 ekor sapi rutin dan beberapa ekor kambing.
"Kita prioritaskan warga sekitarlah, karena warga sekitar mungkin sudah mendengar (ada sapi presiden), pasti kita bagi untuk warga sekitar. Untuk santri amanlah dari sapi yang lain. Insyaallah untuk warga ini kita fokuskan," jelas Ismatullah.
"Perkiraan keluar daging sekitar 600 kilo. Rencana kita bikin 1.000 kantong. Kekurangannya mungkin nanti kita tambah dengan sapi dari ponpes, karena warga di sekitar kami ya kisaran di angka 1.000 ke atas," sambungnya.
Sementara itu, Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki menyatakan bahwa dirinya telah memonitor langsung proses serah terima sapi kurban dari Prabowo Subianto kepada pimpinan Ponpes Miftahussa'adah.
Ayep Zaki memastikan bahwa kondisi sapi tersebut dalam keadaan prima dan sehat total karena telah melewati pengawasan ketat dari Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3) Kota Sukabumi sejak beberapa minggu lalu.
"Dalam kondisi sehat dan dikawal oleh dokter ternak, dokter hewan dari DKP3 Kota Sukabumi. Dari mulai beberapa minggu yang lalu sudah kita kawal, terutama kesehatannya. Jadi ini dijamin hewan kurban dari Presiden Prabowo ini dalam kondisi yang sehat total beratnya 1,2 ton," tegas Ayep Zaki.
Ayep Zaki menambahkan, selain sapi milik Prabowo, tahun ini Kota Sukabumi juga menerima bantuan kurban berukuran besar sebanyak 7 ekor dengan total berat 6,7 ton yang ditempatkan di Babakan Jampang, Kecamatan Cikole.
Secara keseluruhan, hewan kurban yang dikelola oleh Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Masjid Agung Sukabumi saja mencapai lebih dari 8 ton dan ditargetkan menyasar 7.000 penerima menggunakan sistem kupon demi menghindari kericuhan.
"Tahun kemarin hanya 5.000 penerima, tahun ini jadi 7.000-an, ada kenaikan. Untuk pembagiannya insyaallah aman karena sudah terkondisi timnya, dibantu juga oleh PSM (Pekerja Sosial Masyarakat) menggunakan sistem kupon," pungkas Ayep Zaki.
(sud/sud)
