Masyarakat di Desa Citeureup, Kecamatan Dayeuhkolot, antusias menerima sapi pemberian Presiden Prabowo Subianto. Seekor sapi tersebut memiliki bobot senilai 1,2 ton dan berjenis simental.
Sapi tersebut disembelih tepatnya di Masjid Miftahul Jannah, Kampung Lamajang Peuntas, Desa Citeureup, Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, Rabu (27/5/2026). Daging dari pemotongan itu disebarkan pada area yang terdampak banjir.
Pengurus DKM Miftahul Jannah, Setiadi (40) mengatakan, sapi tersebut dikirim dari peternakan di Cilengkrang, Selasa (26/5/2026) kemarin. Proses pengambilan sapi tersebut diambil dengan penuh perjuangan.
"Iya, dari Cilengkrang, proses pengiriman langsung dari tempat lokasi penyembelihan," ujar Setiadi, saat ditemui di lokasi.
Pihaknya mengungkapkan, proses pengambilan sapi harus menembus genangan banjir dengan ketinggian 40 sentimeter. Kemudian sapi digiring memasuki permukiman warga dibantu beberapa orang.
"Iya. Semalam sempat air ketinggian kurang lebih 40 cm, tapi alhamdulillah akses tidak terkendala sehingga proses pengiriman berjalan lancar. Jadi sapi lewat banjir. Sapi langsung turun dari mobil, soalnya takut mogok mobilnya," katanya.
Menurutnya pengiriman sapi tersebut dilakukan pada malam hari. Kemudian warga terus menunggu kedatangan sapi tersebut secara antusias.
"Iya, bahkan dari kemarin siang karena informasi dari pertanian datangnya siang, mereka menunggu hingga akhirnya sampai datang ke tempat lokasi jam 22.30 WIB," jelasnya.
Setiadi mengungkapkan sapi tersebut diperuntukan untuk warga Kampung Lamajang Peuntas. Kata dia, jika dari hasil pemotongan mengalami jumlah yang lebih, akan diberikan ke daerah lainnya.
"Target kami adalah 1000 kantong untuk tiga wilayah RW," ucapnya.
Wilayah tersebut terbilang jarang menyembelih seekor Sapi dalam momen Idul Adha. Makanya lokasi tersebut dipilih oleh Pemkab Bandung untuk penyembelihan sapi.
"Iya (baru nyembelih sapi), karena keadaan ekonomi di kami, di masyarakat kami untuk kurban sapi mungkin, sudah lama tidak dan sekarang alhamdulillah berkesempatan diberi langsung oleh Banpres," bebernya.
Setiadi mengaku dalam kesehariannya kerap melakukan pemotongan hewan sejak tahun 2021 silam. Sehingga kali ini dapat dipercaya oleh masyarakat menyembelih sapi dari Prabowo Subianto.
"Kalau untuk keseharian mungkin ada yang nyuruh untuk menyembelih akikah, dan untuk kurban ada juga sering disuruh, untuk memotong hewan kurban," tuturnya.
Dia menambahkan dalam penyembelihan hewan kurban saat ini mengalami perbedaan. Pasalnya kondisi sapi yang disembelih berukuran 1,2 ton yang membuat petugas sempat kesulitan dalam melakukan pemotongan.
"Tentu saja sapi yang barusan dipotong memiliki bobot tubuh dan kualitas kulit yang sangat tebal. Sehingga karena membutuhkan tenaga ekstra untuk proses pemotongan tersebut. Beda dengan sapi-sapi yang biasa-biasa ukuran kecil sangat mudah. Nah ini sangat membutuhkan tenaga yang sangat besar," pungkasnya.
(yum/yum)