Kala Luapan 3 Sungai Rendam Dayeuhkolot, Ratusan Warga Mengungsi

Round-Up

Kala Luapan 3 Sungai Rendam Dayeuhkolot, Ratusan Warga Mengungsi

Tim detikJabar - detikJabar
Rabu, 27 Mei 2026 07:30 WIB
Banjir di Dayeuhkolot Kabupaten Bandung.
Banjir di Dayeuhkolot Kabupaten Bandung. Foto: Yuga Hassani/detikJabar
Bandung -

Hujan deras yang mengguyur wilayah Bandung Raya membuat tiga sungai meluap sekaligus dan merendam jalan raya hingga permukiman warga di Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, Selasa (26/5/2026).

Sungai Citarum, Sungai Cipalasari, dan Sungai Cigede tak mampu menampung debit air. Akibatnya, genangan cepat meluas ke kawasan permukiman dengan ketinggian air bervariasi, mulai dari 10 sentimeter hingga mencapai 1,5 meter.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Di sejumlah titik, warga memilih menyelamatkan barang-barang ke lantai dua rumah. Sebagian lainnya tak lagi menunggu air surut dan memutuskan mengungsi ke tempat yang telah disiapkan pemerintah.

Camat Dayeuhkolot Asep Suryadi mengatakan, petugas gabungan masih bersiaga di lapangan untuk mengantisipasi kemungkinan banjir susulan, sementara proses pendataan warga terdampak masih terus dilakukan.

ADVERTISEMENT

"Jumlah jiwa yang terdampak sekitar 2185 jiwa dan 772 kepala keluarga (KK)," ujar Asep.

Wilayah yang mengalami genangan paling parah berada di Desa Cangkuang Wetan, terutama di Kampung Cibedug Hilir RW 01 dan Kampung Cibedug Girang RW 02. Di lokasi ini, tinggi air mencapai 20 sentimeter hingga 150 sentimeter.

"Area banjir yang dalam juga ada di Kelurahan Pasawahan, Kampung Palasari, dan Kampung Cisirung. Dengan ketinggian air mencapai 50 sentimeter hingga 120 sentimeter," katanya.

Air juga masuk ke permukiman warga di Desa Dayeuhkolot. Sejumlah kawasan seperti Kampung Babakan Sangkuriang, Citeureup, Cilisung, Bojongasih, hingga Kaum ikut terendam dengan tinggi genangan antara 10 sampai 80 sentimeter.

Sementara di Desa Citeureup, banjir merendam Kampung Leuwi Bandung, Lamajang, Lamajang Peuntas, Sukabirus, dan Cigempol dengan ketinggian air mencapai 60 sentimeter. Banjir tak hanya mengganggu kawasan hunian. Jalur utama pun ikut lumpuh.

"Kondisi banjir lainnya berada di Jalan Raya Dayeuhkolot depan kantor pos, ketinggian 40 sampai 60 cm. Kemudian Jalan Raya Dayeuhkolot - Moh Toha depan PT Metro Garmen dengan ketinggian 40 sampai 50 cm," ungkapnya.

Di tengah kondisi tersebut, ratusan warga mulai dipindahkan ke titik pengungsian. Salah satu lokasi pengungsian dibuka di Masjid Annur, Desa Citeureup. Sebanyak 56 warga dari 21 kepala keluarga mengungsi di lokasi tersebut.

"Dari 56 jiwa itu ada 3 lansia, 28 orang dewasa, 9 orang balita, 1 orang bayi, 3 orang ibu menyusui, 1 orang disabilitas. Kemudian siswa SD sebanyak 5 orang, siswa SMP sebanyak 3 orang, siswa SMA sebanyak 2 orang, dan 1 orang pengungsi sakit," kata Asep.

Tempat pengungsian lain disiapkan di Masjid Al Ikhlas, Desa Citeureup, yang menampung 50 warga dari 17 kepala keluarga. Jumlah itu terdiri dari 5 lansia, 32 dewasa, 2 balita, 1 penyandang disabilitas, 1 anak TK, 4 siswa SD, 4 siswa SMP, dan 1 siswa SMA.

"Jadi total pengungsi di Desa Citeureup itu ada sekitar 106 Jiwa dan 38 kepala keluarga," kata Asep.

Sementara di Gedung Shelter Desa Dayeuhkolot, sebanyak 62 warga dari 23 kepala keluarga juga telah dievakuasi dari sejumlah RW terdampak. Rinciannya terdiri dari 34 orang dewasa, 5 lansia, 5 balita, 1 ibu menyusui, 1 penyandang disabilitas, 8 anak SD, 5 anak SMP, dan 3 anak SMA.

"Jadi dapat kami simpulkan jumlah pengungsi se-Kecamatan Dayeuhkolot sebanyak 168 jiwa dan 61 kepala keluarga," bebernya.

Di tengah upaya penanganan, pemerintah menyebut kebutuhan dasar warga mulai menjadi perhatian utama. Yang paling dibutuhkan warga saat ini adalah air bersih, makanan hingga alat tidur.

"Kebutuhan mendesak bagi para warga terdampak adalah makanan siap saji, makanan balita, air minum, selimut, sembako, alat kebersihan, troli, dan karung. Kemudian yang paling dibutuhkan adalah alat pompa sedot," ucapnya.

(bba/sud)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads