Duh! Banjir Kembali Merendam Jalan Raya Dayeuhkolot Bandung

Duh! Banjir Kembali Merendam Jalan Raya Dayeuhkolot Bandung

Yuga Hassani - detikJabar
Selasa, 26 Mei 2026 10:40 WIB
Banjir Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung
Banjir Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung (Foto: Yuga Hassani/detikJabar).
Kabupaten Bandung -

Genangan banjir kembali merendam Jalan Raya Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, Selasa (26/5/2026). Ketinggian air terpantau mencapai 40 hingga 60 sentimeter.

Pantauan detikJabar di lokasi, akses jalan tersebut tidak bisa dilalui oleh kendaraan roda dua. Genangan banjir itu hanya bisa dilalui mobil pribadi, truk fuso, truk boks, dan truk sumbu tiga.

Tampak sejumlah warga berada di pinggir jalan pada area genangan banjir. Mereka kerap meminta pengemudi mobil dan truk untuk melintas dengan kecepatan rendah.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tampak sejumlah anak kecil menjadikan genangan itu sebagai sarana bermain air. Terkadang mereka turut membantu mendorong sepeda motor yang melintas dan mengalami mogok di tengah genangan.

ADVERTISEMENT

Jika mobil dan truk melintas dengan kecepatan tinggi, hal itu akan membuat genangan tersebut menjadi ombak dadakan. Ombak tersebut kerap menghantam sejumlah warung yang ada di pinggir jalan.

Sejumlah warga yang berkegiatan memilih untuk menerjang banjir dengan berjalan kaki. Selain itu, bagi warga yang tidak ingin berbasah-basahan, mereka terpaksa menggunakan transportasi delman.

"Banjir ini dari 3 hari yang lalu pas hujan gede," ujar warga sekitar, Ahmad Suhendra (23), saat ditemui di lokasi.

Banjir Dayeuhkolot, Kabupaten BandungBanjir Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung (Foto: Yuga Hassani/detikJabar).

Ahmad menjelaskan, ia baru saja selesai berdagang di Pasar Baleendah. Dirinya nekat melintas menerjang genangan banjir demi bisa pulang ke rumah yang berada di Kampung Lamajang, Desa Citeureup, Kecamatan Dayeuhkolot.

"Saya di Pasar Baleendah dagang strawberry. Kalau rumah sekarang belum kebanjiran. Cuma akses jalannya susah aja kena banjir," katanya.

Ia mengaku terganggu dengan adanya banjir tersebut. Apalagi, kata dia, jalan tersebut merupakan akses vital bagi masyarakat untuk menuju ke Kota Bandung.

"Dengan adanya banjir ini terganggu banget. Apalagi ini akses jalan satu-satunya dari kabupaten menuju ke kota bandung. Jadi kebanyakan lewat sini," ucapnya.

Ahmad menginginkan persoalan banjir tersebut bisa ditangani oleh pemerintah. Menurutnya beberapa upaya telah dilakukan oleh pemerintah, di antaranya adalah dengan membangun Kolam Retensi Andir dan Cieunteung.

"Saya lihat pemerintah juga sudah membangun dua bendungan (Kolam Retensi) untuk meminimalisir banjir. Tapi kan tetep aja karena dataran sini memang rendah, jadi tetap banjir. Ini juga jadi introspeksi warga supaya tidak membuang sampah kemana saja," pungkasnya.




(mso/mso)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads