Banjir di Dayeuhkolot Bandung, 2.185 Jiwa Terdampak-168 Warga Mengungsi

Banjir di Dayeuhkolot Bandung, 2.185 Jiwa Terdampak-168 Warga Mengungsi

Yuga Hassani - detikJabar
Selasa, 26 Mei 2026 12:15 WIB
Banjir di Dayeuhkolot Kabupaten Bandung.
Banjir di Dayeuhkolot Kabupaten Bandung. (Foto: Yuga Hassani/detikJabar)
Bandung -

Banjir kembali menerjang jalan raya hingga permukiman warga di Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, Selasa (26/5/2026). Banjir tersebut disebabkan hujan deras yang membuat Sungai Citarum, Sungai Cipalasari, dan Sungai Cigede meluap.

Ketinggian banjir di jalan raya hingga permukiman warga mulai dari 10 sentimeter sampai 150 sentimeter atau 1,5 meter. Sejumlah warga memilih mengevakuasi peralatan rumah ke lantai dua, sementara warga lainnya memilih mengungsi.

Camat Dayeuhkolot Asep Suryadi mengatakan, saat ini petugas gabungan masih bersiaga guna mengantisipasi adanya banjir susulan. Sejumlah warga terdampak pun masih dalam proses pendataan asesmen oleh petugas.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Jumlah jiwa yang terdampak sekitar 2185 jiwa dan 772 kepala keluarga (KK)," ujar Asep, kepada awak media.

ADVERTISEMENT

Pihaknya menjelaskan, area yang terendam paling dalam berada di permukiman warga Desa Cangkuang Wetan, tepatnya di Kampung Cibedug Hilir RW 01 dan Kampung Cibedug Girang RW 02. Ketinggian air mulai dari 20 sentimeter hingga 150 sentimeter.

"Area banjir yang dalam juga ada di Kelurahan Pasawahan, Kampung Palasari, dan Kampung Cisirung. Dengan ketinggian air mencapai 50 sentimeter hingga 120 sentimeter," katanya.

Genangan banjir pun merendam permukiman warga di Desa Dayeuhkolot. Di antaranya di Kampung Babakan Sangkuriang, Citeureup, Cilisung, Bojongasih, dan Kaum. Ketinggian air mulai dari 10 sentimeter hingga 80 sentimeter.

Permukiman warga lainnya yang terendam berada di Desa Citeureup. Area yang terdampak berada di Kampung Leuwi Bandung, Lamajang, Lamajang Peuntas, Sukabirus, dan Cigempol. Ketinggian air mulai dari 10 sentimeter hingga 60 sentimeter.

"Kondisi banjir lainnya berada di Jalan Raya Dayeuhkolot depan kantor pos, ketinggian 40 sampai 60 cm. Kemudian Jalan Raya Dayeuhkolot - Moh Toha depan PT Metro Garmen dengan ketinggian 40 sampai 50 cm," ungkapnya.

Adanya genangan banjir di permukiman membuat sebagian warga memilih mengungsi. Pengungsian yang disediakan pemerintah salah satunya berada di Masjid Annur Desa Citeureup. Sebanyak 56 jiwa dan 21 kepala keluarga harus mengungsi.

"Dari 56 jiwa itu ada 3 lansia, 28 orang dewasa, 9 orang balita, 1 orang bayi, 3 orang ibu menyusui, 1 orang disabilitas. Kemudian siswa SD sebanyak 5 oeang, siswa SMP sebanyak 3 orang, siswa SMA sebanyak 2 orang, dan 1 orang pengungsi sakit," kata Asep.

Tempat pengungsian lainnya disediakan pemerintah di Masjid Al Ikhlas, Desa Citeureup. Di lokasi ini, jumlah warga yang mengungsi sebanyak 50 orang dari 17 kepala keluarga.

Jumlah 50 orang itu terdiri dari 5 lansia, 32 dewasa, 2 balita, 1 disabilitas, 1 anak TK, 4 anak SD, 4 anak SMP, dan 1 anak SMA.

"Jadi total pengungsi di Desa Citeureup itu ada sekitar 106 Jiwa dan 38 kepala keluarga," kata Asep.

Sementara itu, tempat pengungsian juga disediakan pemerintah di Gedung Shelter Desa Dayeuhkolot. Para pengungsi berasal dari RW 04, RW 05, dan RW 14.

Jumlah orang yang mengungsi di lokasi tersebut sebanyak 62 jiwa dari 23 kepala keluarga. Rinciannya adalah 34 orang dewasa, 5 lansia, 5 balita, 1 ibu menyusui, 1 disabilitas, 8 anak SD, 5 anak SMP, dan 3 anak SMA.

"Jadi dapat kami simpulkan jumlah pengungsi se-Kecamatan Dayeuhkolot sebanyak 168 jiwa dan 61 kepala keluarga," bebernya.

"Kebutuhan mendesak bagi para warga terdampak adalah makanan siap saji, makanan balita, air minum, selimut, sembako, alat kebersihan, troli, dan karung. Kemudian yang paling dibutuhkan adalah alat pompa sedot," ucapnya menambahkan.

(sud/sud)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads