Seorang oknum polisi berulah dan meresahkan warga saat mencari keberadaan Anggota DPR RI Ade Ginanjar di Garut. Oknum tersebut beraksi dalam kondisi mabuk sembari menenteng senjata tajam. Kasusnya kini ditangani Polda Jawa Barat.
Menurut Kasi Humas Polres Garut Ipda Susilo Adi, saat ini polisi berinisial F tersebut telah dibawa oleh personel Bid Propam Polda Jawa Barat untuk menjalani pemeriksaan.
"Sudah dibawa oleh Bid Propam Polda Jawa Barat untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut," ungkap Adi kepada detikJabar, Kamis (21/5/2026).
Aksi oknum polisi yang menghebohkan masyarakat ini terjadi di Jalan Letjen Ibrahim Adjie, Tarogong Kaler, Garut, pada Selasa (19/5) sore sekitar pukul 17.00 WIB.
Menurut keterangan sejumlah saksi, pelaku datang menggunakan mobil dan langsung turun sembari menenteng senjata tajam jenis samurai.
Di lokasi, oknum tersebut mengaku sebagai anggota Polri dan berniat mencari keberadaan Ade Ginanjar yang diketahui memiliki rumah di sekitar TKP.
Pelaku diketahui sempat berupaya merangsek masuk ke rumah Ade Ginanjar melalui pintu belakang, namun berhasil dihalau. Di tempat itu, oknum sempat merusak bagian atap bangunan kecil yang persis berada di pintu keluar rumah.
Menurut keterangan sejumlah saksi di lokasi kejadian, pria tersebut sempat merusak tenda serta lapak milik pedagang yang ada di sana.
Aksi 'bang jago' yang dilakukan oleh oknum polisi ini sempat terabadikan oleh masyarakat melalui rekaman video amatir yang kini banyak beredar di media sosial.
Dalam video berdurasi lebih dari 2 menit tersebut, pelaku terlihat berkata kasar sembari menodongkan senjata tajam ke warga yang ada di sana.
Pelaku kemudian berhasil dijinakkan setelah seorang warga mendorongnya dari arah belakang. Pelaku yang tersungkur kemudian menjadi bulan-bulanan massa sebelum akhirnya diamankan oleh petugas dari Polsek Tarogong Kaler.
Adi menjelaskan perkaranya kini tengah ditangani oleh Bid Propam Polda Jawa Barat. Oknum polisi ini harus bersiap menanti hukuman berat yang berpotensi diterimanya dari institusi.
"Yang bersangkutan juga akan mengganti semua kerusakan yang terjadi akibat aksinya. Termasuk mengganti tenda milik pedagang yang rusak," pungkas Adi.
(iqk/iqk)