Kelakuan Nyeleneh Oknum Polisi di Garut: Mabuk dan Bikin Onar

Round-Up

Kelakuan Nyeleneh Oknum Polisi di Garut: Mabuk dan Bikin Onar

Tim detikJabar - detikJabar
Kamis, 21 Mei 2026 07:00 WIB
Polisi ngamuk di Garut
Oknum polisi ngamuk di Garut. (Foto: Tangkapan layar video viral)
Garut -

Warga di Jalan Letjen Ibrahim Adjie, Kecamatan Tarogong Kaler, Kabupaten Garut, dihebohkan aksi beringas seorang pria pada Selasa (19/5/2026) sore.

Pria yang diduga kuat merupakan oknum anggota Polri dari Polda Jawa Barat tersebut mengamuk dalam kondisi mabuk sambil menghunuskan senjata tajam jenis samurai dan membawa sepucuk pistol.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Aksi koboi pria berkaus abu-abu itu viral di media sosial setelah direkam warga sekitar. Dalam video berdurasi lebih dari 2 menit, ia terlihat sempoyongan mencak-mencak, mengeluarkan kata-kata kasar, dan menodongkan samurai ke arah pedagang.

Dezan (27), salah seorang saksi mata di lokasi, menyebut pelaku tiba-tiba turun dari mobil sekitar pukul 17.00 WIB dan langsung membuat keributan yang mencekam.

ADVERTISEMENT

"Enggak tahu apa masalahnya, tiba-tiba datang dan mengamuk," ujar Dezan.

Suasana kian menakutkan saat pria itu mulai merusak fasilitas di sekitar Tempat Kejadian Perkara (TKP). "Ada tenda pedagang yang dirusak," katanya.

Hal senada diungkapkan Wilma (30), pedagang lainnya. Tenda jualan es teler milik kakak iparnya turut menjadi sasaran perusakan. Beruntung, sabetan senjata tajam pelaku yang membabi buta tidak memakan korban luka maupun jiwa.

"Kakak saya sempat hampir kena bacok. Tapi beruntung tidak kena," ujar wanita tersebut.

Setelah merusak sejumlah lapak dagang, informasi bergulir bahwa teror tersebut rupanya memiliki target utama.

Pelaku menyatroni kawasan itu untuk mencari keberadaan Ade Ginanjar, anggota Komisi II DPR RI dari Fraksi Partai Golkar yang kebetulan memiliki rumah di sekitar lokasi.

"Iya kan ada di video juga, nyari-nyari Pak Haji (Ade Ginanjar)," ungkap Wilma (30), pedagang setempat.

Pelaku bahkan diketahui sempat berupaya masuk ke bagian belakang kediaman Ade Ginanjar. Di sana, ia merusak bagian atap bangunan kecil (sasaungan) menggunakan samurai sebelum akhirnya berhasil dilerai oleh warga.

Menanggapi teror yang menyasar kediamannya, Ade Ginanjar pun angkat bicara. Ia mengaku mengetahui sosok pria berinisial F tersebut yang merupakan warga dari daerah pemilihannya (dapil) di Garut selatan.

Meski menduga pria itu terafiliasi dengan kepolisian, Ade menegaskan dirinya sama sekali tidak memiliki kedekatan personal.

"Dulu iya (polisi), tapi sekarang saya tidak tahu sebagai apa sekarang dia. Saya sama orang itu cuman tahu saja. Tidak pernah mau kenal dan tidak pernah diterima kalau mau ketemu saya," ungkap Ade kepada detikJabar via WA, Rabu (20/5/2026).

Menurut Ade, pria tersebut memang kerap berbuat onar dan meresahkan warga di kampung halamannya.

"Orang tukang mabuk, memang sudah banyak bikin resah masyarakat di Kecamatan Pameungpeuk. Masyarakat sudah tahu," katanya.

Saat kejadian perusakan berlangsung, Ade memastikan dirinya sedang tidak berada di lokasi yang menjadi sasaran amukan.

"Saya enggak tinggal di sana. Itu rumah kosong, saya di Dapil," pungkas Anggota Komisi II DPR RI dari Fraksi Partai Golkar tersebut.

Aksi sok jagoan pria tersebut pada akhirnya harus terhenti di tangan warga. Sejumlah massa yang berada di lokasi nekat melumpuhkannya.

Pria itu pun menjadi sasaran amuk massa hingga babak belur sebelum akhirnya diamankan oleh anggota Polsek Tarogong Kaler yang tiba di lokasi.

Keterangan saksi mengenai kepemilikan senjata api diperkuat oleh rekaman video amatir. Saat pelaku tumbang dihajar massa, seorang warga tampak melucuti sebuah pistol yang masih terbungkus dalam sarungnya dari pinggang pria tersebut.

Terkait insiden ini, Kabid Humas Polda Jawa Barat Kombes Pol Hendra Rochmawan mengaku akan melakukan penelusuran lebih lanjut.

Sementara itu, Kapolres Garut AKBP Yugi Bayu Hendarto membenarkan kejadian tersebut dan menyebut pelaku saat ini tengah menjalani perawatan medis sebelum diproses secara hukum.

"Karena ada luka. Baru nanti setelah itu akan kami lakukan pemeriksaan," ucap Yugi kepada detikJabar.

(sya/orb)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads