Rangkuman Lengkap Kasus Oknum Polisi Ngamuk di Garut

Rangkuman Lengkap Kasus Oknum Polisi Ngamuk di Garut

Tim detikJabar - detikJabar
Rabu, 20 Mei 2026 18:54 WIB
Tangkapan layar video viral oknum anggota polisi ngamuk di Garut
Tangkapan layar video viral oknum anggota polisi ngamuk di Garut. (Foto: Tangkapan layar video viral)
Garut -

Insiden menegangkan yang melibatkan seorang oknum anggota Polri berinisial F menggemparkan warga di Jalan Letjen Ibrahim Adjie, Kecamatan Tarogong Kaler, Kabupaten Garut, pada Selasa (19/5/2026) sore sekitar pukul 17.00 WIB.

Oknum yang diduga dalam kondisi mabuk tersebut melakukan aksi teror dengan menenteng senjata tajam jenis samurai dan mencari keberadaan anggota DPR RI Ade Ginanjar. Kejadian ini mendadak viral setelah rekaman video amatir berdurasi lebih dari dua menit tersebar luas di media sosial, memperlihatkan perilaku agresif oknum tersebut di depan publik.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kronologi Kejadian dan Aksi Perusakan

Berdasarkan kesaksian warga dan rekaman video, pelaku datang menggunakan mobil dan langsung menunjukkan gelagat anarkis segera setelah tiba di lokasi kejadian.

  • Kondisi Pelaku: Saksi mata menyebut pria berkaus abu-abu tersebut terlihat sempoyongan dan mengeluarkan kata-kata kasar sambil mengacungkan senjata tajam ke arah warga.
  • Perusakan Lapak Pedagang: Pelaku merusak sejumlah tenda dan lapak dagang milik masyarakat, termasuk lapak es teler milik warga setempat.
  • Kepemilikan Senjata: Selain samurai, oknum tersebut diketahui juga membawa senjata api jenis pistol yang terselip di pinggangnya
  • Ancaman Fisik: Seorang pedagang dilaporkan hampir terkena sabetan samurai, namun berhasil menghindar.

"Enggak tahu apa masalahnya, tiba-tiba datang dan mengamuk," kata Dezan (27), saksi mata.

ADVERTISEMENT

Teror di Kediaman Anggota DPR RI Ade Ginanjar

Target utama dari aksi oknum polisi tersebut adalah Ade Ginanjar, anggota Komisi II DPR RI dari Fraksi Partai Golkar.

  • Penerobosan Rumah: Pelaku merangsek masuk ke area rumah Ade Ginanjar melalui pintu belakang.
  • Perusakan Properti: Di dalam area rumah, pelaku merusak bagian atap 'sasaungan' (bangunan kecil) yang berada di samping pintu masuk menggunakan samurai.
  • Pencarian Target: Wilma (30), seorang pedagang, menyatakan bahwa dalam video terlihat jelas pelaku terus mencari sosok yang ia panggil "Pak Haji" (Ade Ginanjar).
Polisi ngamuk di GarutPolisi ngamuk di Garut. (Foto: Tangkapan layar video viral)

Pelaku Diamuk Massa

Proses pengamanan pelaku berlangsung dramatis karena adanya perlawanan dan ancaman senjata tajam yang terus diayunkan. Mobil patroli Polsek Tarogong Kaler yang datang ke lokasi sempat menghantam tubuh pelaku hingga roboh untuk menghentikan aksinya.

  • Upaya Perlawanan: Meski sempat terjatuh, pelaku kembali bangkit dengan tetap menggenggam erat samurainya.
  • Aksi Massa: Seorang warga memberanikan diri meringkus pelaku dari belakang hingga terjatuh, yang kemudian memicu kemarahan massa di lokasi.
  • Kondisi Akhir: Pelaku akhirnya berhasil dievakuasi oleh personel polisi dalam kondisi tidak berdaya akibat dihajar massa yang geram.

Tanggapan Ade Ginanjar

Polres Garut dan Ade Ginanjar memberikan pernyataan resmi terkait latar belakang pelaku dan status hukumnya.

  • Reaksi Ade Ginanjar: Ade menyatakan saat kejadian rumah tersebut dalam kondisi kosong. Mengenai pelaku, ia berujar, "Dulu iya (polisi), tapi sekarang saya tidak tahu sebagai apa sekarang dia. Saya sama orang itu cuman tahu saja. Tidak pernah mau kenal dan tidak pernah diterima kalau mau ketemu saya."
  • Rekam Jejak Pelaku: Ade Ginanjar menambahkan inisial F tersebut sering membuat resah masyarakat di wilayah Garut Selatan. "Memang sudah banyak bikin resah masyarakat di Kecamatan Pameungpeuk. Masyarakat sudah tahu," ucap Ade.
  • Identitas Kedinasan: Pelaku diduga merupakan oknum anggota Polri yang berdinas di bawah naungan Polda Jawa Barat.
  • Penanganan Medis: Kapolres Garut AKBP Yugi Bayu Hendarto memastikan pelaku saat ini sedang diobati karena mengalami sejumlah luka. "Karena ada luka. Baru nanti setelah itu akan kami lakukan pemeriksaan," ujar Yugi.



(bbp/bbp)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads