Pupuk Subsidi Siaga, Pasokan untuk Petani Jabar Terus Mengalir

Pupuk Subsidi Siaga, Pasokan untuk Petani Jabar Terus Mengalir

Yuga Hassani - detikJabar
Selasa, 19 Mei 2026 16:58 WIB
Para pekerja tengah memindahkan karung berisi pupuk di gudang PT Pupuk Indonesia, Kecamatan Nagreg, Kabupaten Bandung.
Para pekerja tengah memindahkan karung berisi pupuk di gudang PT Pupuk Indonesia, Kecamatan Nagreg, Kabupaten Bandung. (Foto: Yuga Hassani/detikJabar)
Bandung -

Aktivitas di gudang penyimpanan pupuk di Kecamatan Nagreg, Kabupaten Bandung, tampak berjalan tanpa henti. Sejumlah pekerja terlihat sibuk mengangkat dan menyusun karung-karung pupuk ke atas truk untuk didistribusikan ke berbagai daerah di Kabupaten Bandung dan wilayah lain di Jawa Barat.

Karung-karung pupuk subsidi dengan berbagai ukuran itu terus dipindahkan dari area penyimpanan menuju kendaraan distribusi. Jenis pupuk yang disiapkan meliputi pupuk urea, NPK, hingga pupuk organik yang akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan petani di berbagai wilayah.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Produksi dan distribusi tersebut dikelola oleh PT Pupuk Indonesia yang memiliki salah satu gudang penyimpanan di Nagreg. Selain di lokasi tersebut, perusahaan juga memiliki jaringan gudang lain di sejumlah daerah di Jawa Barat guna menjaga kelancaran pasokan.

General Manager (GM) Regional 2 PT Pupuk Indonesia (Persero), Muhammad Ihwan F, mengatakan gudang di Nagreg merupakan salah satu titik distribusi utama untuk melayani kebutuhan pupuk di kawasan Bandung Raya. Kapasitas penyimpanan di lokasi itu mencapai 5.000 ton.

ADVERTISEMENT

"Jadi ini adalah salah satu gudang untuk melayani masyarakat di Bandung Raya. Kapasitasnya mencapai 5.000 ton," ujar Ihwan saat ditemui di lokasi, Selasa (19/5/2026).

Ia memastikan ketersediaan pupuk bagi petani masih dalam kondisi aman untuk beberapa pekan ke depan. Menurutnya, kondisi gudang yang saat ini terisi penuh menjadi indikator distribusi pupuk berjalan sesuai kebutuhan.

"Sekarang kita lihat di gudang ini sudah penuh dengan pupuk, artinya kita akan menjamin dan menggaransi pupuk ini bisa digunakan petani sampai 1, 2 bahkan 3 minggu ke depan. Kami memastikan di Jawa Barat khususnya di Bandung kondisi aman," katanya.

Ihwan menegaskan, para petani tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan pupuk bersubsidi karena distribusi terus dilakukan secara bertahap ke berbagai wilayah di Bandung Raya maupun daerah lain di Jawa Barat.

"Kita pastikan Pupuk Indonesia dapat bekerja dengan maksimal memenuhi kebutuhan petani Indonesia, khususnya di Jawa Barat," jelasnya.

Untuk tahun 2026, PT Pupuk Indonesia mendapat penugasan menyalurkan pupuk bersubsidi di Jawa Barat dengan total alokasi mencapai sekitar 1.070.997 ton. Hingga saat ini, realisasi penyaluran disebut telah mencapai 397.936 ton atau mendekati 40 persen dari total target tahunan.

"Kami dapat penugasan dari pemerintah 1.070.000 ton di Jawa Barat. Saat ini realisasinya sudah hampir 40 sekian persen, artinya ini di track yang betul, track yang benar. Pupuk mengalir sampai ke petani, tidak ada masalah," ungkapnya.

"Kami optimis Pupuk Indonesia dapat memenuhi kebutuhan petani khususnya di Jawa Barat sampai dengan akhir tahun. 1.070.000 ton ini akan kami penuhi dan tidak perlu khawatir untuk petani-petani yang ada di Jawa Barat," tambahnya.

Menurut Ihwan, fluktuasi nilai tukar dolar juga tidak berdampak terhadap produksi pupuk di dalam negeri. Ia menyebut pemerintah tetap memberikan perhatian terhadap sektor pertanian, termasuk melalui kebijakan penyesuaian harga pupuk bersubsidi.

"Artinya pemerintah dengan kondisi seperti ini benar-benar memperhatikan petani, memperhatikan kebutuhan petani. Apalagi di puncak musim tanam bulan-bulan ini kita berharap tidak terdampak karena petani ini adalah nyawa bagi masyarakat Indonesia," kata Ihwan.

Sementara itu, harga eceran tertinggi (HET) pupuk bersubsidi di Jawa Barat disebut telah mengalami penyesuaian dengan penurunan sekitar 20 persen. Harga pupuk urea ditetapkan Rp1.800 per kilogram, pupuk NPK Rp1.840 per kilogram, sedangkan pupuk organik Rp640 per kilogram. Untuk kemasan 50 kilogram, harga pupuk urea berada di kisaran Rp90 ribu per karung dan pupuk NPK sekitar Rp92 ribu per karung.



(dir/dir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads