Kasus kekerasan digital di Indonesia begitu memprihatinkan. Kasus Kekerasan Berbasis Gender Online (KBGO) acap kali memakan korban dengan penyebaran privasi atau manipulasi identitas korban untuk hal-hal sensitif tanpa seizin korban.
Perempuan merupakan korban yang paling terdampak dalam hal ini. Menurut data SafeNet, selama tiga bulan pertama tahun 2025 terdapat sebanyak 271 (64,22 persen) aduan yang berasal dari pelapor perempuan. Sementara itu pelapor laki-laki sebanyak 142 (33,65 persen) aduan. Data tersebut menunjukkan rata-rata gender yang menjadi korban KBGO terbanyak adalah wanita. Persebaran kasus KBGO terbanyak di Indonesia terletak di Jawa Barat.
Jawa Barat dengan Kasus KBGO Terbanyak di Indonesia
Pelapor aduan KBGO tersebar di 30 provinsi. Namun, aduan yang terbanyak berada di Jawa Barat dengan 116 aduan. Lalu disusul oleh Jakarta dengan 50 aduan. Tentu, data tersebut menjadi alarm untuk lebih memperhatikan keamanan digital.
Kekerasan Berbasis Gender Online (KBGO) ini juga lebih banyak dialami oleh usia 18-25 tahun dengan 248 aduan, di mana umur dalam rentang tersebut merupakan usia produktif. Jenis aduan yang dialami oleh korban tergolong beragam.
Jenis KBGO yang Dialami Pelapor
Jenis KBGO yang paling mendapatkan aduan lebih banyak berupa ancaman penyebaran konten intim dengan 202 aduan (47,87 persen). Selain itu, rata-rata korban mengalami pemerasan seksual (sextortion) sebanyak 104 aduan (26,64 persen). Dua jenis KBGO tersebut menjadi motif terbanyak yang dialami oleh korban dalam kekerasan digital. Di luar jenis itu aduan lainnya berupa penyebaran konten intim tanpa izin, penyerangan personal melalui pesan pribadi dan penyebaran data pribadi ke media sosial.
Modus yang Sering Terjadi pada KBGO
Sering kali kasus KBGO berawal dari interaksi atau hubungan dengan korban seperti pasangan, teman atau bahkan keluarga. Modus terbanyak yang tercatat adalah manipulasi hubungan. Selain itu konflik dalam pacaran atau pernikahan seringkali menjadi alasan KBGO, dimana salah satu pasangan menyebarkan foto atau video dalam rangka membalas perbuatan pasangannya (revenge porn).
KBGO dapat menyasar siapa saja, bahkan orang terdekat kita. Maka dari itu penting untuk menjaga keamanan digital dan data pribadi. Untuk mencegah Kekerasan berbasis gender online, ada beberapa cara yang dapat kamu lakukan untuk melindungi privasi kamu.
Tips Melindungi Privasi di Ruang Digital
1. Pisahkan akun pribadi dengan akun publik
Gunakanlah beberapa akun untuk memisahkan hal-hal bersifat pribadi dan aktivitas yang dapat dibagikan ke publik. Cara ini bisa mencegah orang tidak dikenal untuk mengambil foto kamu untuk disebarkan atau dimanipulasi.
2. Ciptakan password yang kuat dan nyalakan verifikasi login
Kamu dapat menghindari peretasan terhadap akun media sosial kamu dengan membuat password login yang kuat dengan kombinasi angka, huruf dan simbol. Aktifkan pula verifikasi dua langkah. Fitur ini biasanya sudah ada di media sosial seperti TikTok dan Instagram.
3. Jangan Sembarang Percaya Aplikasi Pihak Ketiga
Jangan mudah percaya pada aplikasi terutama aplikasi kencan. Aplikasi pihak ketiga yang tidak bertanggung jawab bisa saja menggunakan informasi atau pribadi yang mereka dapat dari akses tersebut secara negatif.
4. Lakukan Data Detox
Untuk mengecek keberadaan data diri pribadi, kamu bisa mencoba data detox dari Tactical Tech dan Mozilla yang mereka susun untuk menelusuri keberadaan data pribadi.
5. Berhati-hati dengan Tautan yang Dipendekkan
Tautan yang dipendekkan memiliki potensi bahaya ketika mengklik URL tersebut. Bila berasal dari akun yang mencurigakan, bisa saja menggunakan tautan tersebut untuk mengarahkan ke situs-situs berbahaya atau jahat yang dapat mengakses data pribadimu.
Kejahatan digital kini semakin cerdik, memanfaatkan kelengahan data pribadi untuk kepentingan pelaku. Maka penting bagi kita untuk menjaga data atau informasi pribadi guna menghindari penyebaran foto atau video tanpa izin. Selalu curiga terhadap tautan yang diberikan kepadamu oleh orang asing.
(yum/yum)