Kabar Internasional

Jurus Jepang Atasi Krisis: Warga 'Jomblo' Disubsidi Main Aplikasi Kencan

Fino Yurio Kristo - detikJabar
Rabu, 29 Apr 2026 18:00 WIB
Suasana kawasan Shinjuku di Jepang saat malam hari (Foto: Johanes Randy).
Jakarta -

Jepang benar-benar sedang dipusingkan oleh krisis pernikahan dan merosotnya angka kelahiran. Berbagai cara ekstrem pun ditempuh, termasuk di Prefektur Kochi. Tak tanggung-tanggung, pemerintah setempat kini menawarkan insentif uang tunai demi mendorong para lajang muda berburu jodoh lewat aplikasi kencan.

Para penduduk berusia 20 hingga 39 tahun di wilayah tersebut berkesempatan menerima subsidi hingga 20.000 Yen atau sekitar Rp 2,1 jutaan. Dana segar ini dialokasikan untuk menutupi biaya langganan aplikasi pencari jodoh yang telah disetujui pemerintah, termasuk platform populer seperti Tapple.

Pejabat setempat menjelaskan bahwa nilai subsidi tersebut dirancang untuk menutupi hampir seluruh biaya keanggotaan tahunan di situs kencan. Tak sekadar memberi uang, para pengguna nantinya akan disurvei untuk mengukur sejauh mana efektivitas skema ini dalam mempertemukan pasangan. Diketahui, Prefektur Kochi telah menjalin kerja sama dengan Tapple sejak Desember lalu demi menjamin ekosistem kencan online yang lebih aman dan terpercaya.

Simak Video "Aplikasi Kencan Populer di Indonesia"


(mso/mso)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork