Polisi Telusuri Dugaan Pelecehan Oknum Guru Besar Unpad ke Mahasiswi Asing

Dwiky Maulana Velayati - detikJabar
Kamis, 16 Apr 2026 12:56 WIB
Logo Unpad (Foto: Wisma Putra/Detikcom)
Sumedang -

Satreskrim Polres Sumedang akan menelusuri terkait kabar dugaan pelecehan seksual yang melibatkan oknum guru besar di lingkungan pendidikan Universitas Padjadjaran (Unpad).

"Kami masih menelusuri kabar tersebut, untuk kejadian yang diduganya itu seperti apa," ungkap Kasat Reskrim Polres Sumedang AKP Tanwin Nopiansah.

Tanwin mengatakan, pihaknya akan menindaklanjuti jika korban dalam kekerasan seksual tersebut melaporkan secara resmi kepada pihak kepolisian.

"Tentu jika korban melaporkan secara resmi kenapa kami, kami akan menindaklanjuti atas kejadian tersebut," pungkasnya.

Dikecam BEM Kema Unpad

Sebelumnya, kasus ini mencuat usai adanya postingan pernyataan sikap dari akun resmi Badan Eksekutif Mahasiswa Keluarga Mahasiswa Universitas Padjadjaran (BEM Kema Unpad).

Dilihat detikJabar dalam postingan yang diunggah di akun @bem.unpad, pada Kamis (16/4/2026), BEM Kema Unpad mengetahui adanya dugaan kekerasan seksual dari media sosial X atau Twitter. Dalam pernyataan sikap tersebut disebutkan pula bahwa dugaan kekerasan seksual ini melibatkan salah satu Profesor di lingkungan Unpad.

Dalam lanjutan kalimat di atas, postingan itu menyebut bahwa BEM Kema Unpad maupun BEM Kema Fakultas Keperawatan (FKep) Unpad saat ini telah melakukan koordinasi dengan pihak kampus. Dituliskan juga BEM Kema Unpad menyampaikan keprihatinan atas adanya dugaan kekerasan seksual tersebut.

"Saat ini, BEM Kema Unpad dan BEM Kema FKep Unpad telah dan akan terus berkoordinasi dengan Satgas PPKS Unpad, Dekanat Fakultas Keperawatan Universitas Padjadjaran, dan Rektorat Universitas Padjadjaran. Menanggapi laporan tersebut kami menyampaikan keprihatinan yang mendalam serta empati dan solidaritas kepada korban yang terdampak," tulisnya.

"Kami menegaskan bahwa tidak ada bentuk kekerasan seksual yang dapat dibenarkan dalam kondisi pa pun, dan tindakan tersebut tidak memiliki tempat dalam lingkungan kampus. BEM Kema Unpad dan BEM Kema Fkep Unpad menyatakan keberpihakan pada korba serta mendukung penuh seluruh upaya perlindungan, pendampingan, dan pemulihan korban," masih dalam kalimat di dalam postingan.

"Kami menolak setiap bentuk pembiaran dan pelanggaran kekerasan seksual di lingkungan akademik. Tidak ada toleransi bagi institusi, organisasi, atau individu yang memilih diam, melindung pelaku, atau menempatkan nama baik di atas keselamatan korban," ujarnya.

Dengan adanya kabar tersebut, BEM Kema Unpad mengimbau dan meminta kepada seluruh sivitas akademi Unpad untuk melakukan tindakan seperti poin yang dituliskan ini:

1. Mengedepankan empati, menjaga keselamatan bersama, serta menciptakan ruang yang aman di lingkungan kampus.
2. Tidak menyebarkan identitas korban maupun informasi yang belum terverifikasi.
3. Menghindari segala bentuk victim blaming dan narasi yang merugikan korban.
4. Menggunakan kanal pelaporan resmi yang telah disediakan oleh pihak kampus apabila mengalami atau mengetahui adanya dugaan tindakan kekerasan seksual.

Di akhir penyataan sikap, BEM Kema Unpad meminta agar pihak kampus khususnya Dekanat Fakultas Keperawatan untuk mengambil langkah-langkah preventif. Tak hanya itu, pihaknya juga berkomitmen untuk terus mengawal perkembangan kasus ini agar mendapatkan keadilan dari korban.

"Kami juga menekankan pentingnya bagi pihak Dekanat Fakultas Keperawatan untuk segera mengambil langkah-langkah preventif guna menciptakan ruang aman yang inklusif, termasuk pemberlakuan pembatasan interaksi akademik dan non-akademik terhadap pihak yang dilaporkan selama proses penanganan berlangsung. Kami berkomitmen untuk terus mengawal perkembangan kasus ini dengan mengedepankan perspektif korban, prinsip keadilan, serta kehati-hatian, gun memastikan terwujudnya ruang aman bagi seluruh sivitas akademika Universitas Padjadjaran," ungkapnya.

Sementara itu, Humas Unpad Dandi Supriadi meminta kepada awak media untuk menunggu pernyataan resmi yang dikeluarkan oleh Unpad.

"Ditunggu ya, saya masih meeting," singkat Dandi saat dihubungi detikJabar.




(yum/yum)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork