Viral Oknum Guru Besar Unpad Diduga Lecehkan Mahasiswi Asing

Viral Oknum Guru Besar Unpad Diduga Lecehkan Mahasiswi Asing

Wisma Putra - detikJabar
Kamis, 16 Apr 2026 10:31 WIB
Lima mahasiswa Universitas Padjadjaran ciptakan inovasi inovasi untuk bantu turunkan kecanduan rokok di Indonesia. Inovasi itu berupa permen atau Iozenges.
Ilustrasi Logo Unpad (Foto: Wisma Putra/Detikcom)
Bandung -

Dunia pendidikan di Indonesia kembali tercoreng dengan kasus pelecehan seksual. Setelah UI dan ITB. Kabar tak sedap kali ini datang dari Universitas Padjadjaran atau Unpad. Bukan dilakukan mahasiswa, pelecehan ini dilakukan oleh oknum guru besar.

Dalam kasus ini, oknum guru besar itu meminta foto mahasiswinya yang sedang mengenakan bikini melalui aplikasi Whatsapp. Mahasiswi yang jadi korban guru besar mesum itu merupakan mahasiswi exchange atau warga negara asing (WNA).

Bukti obrolan antara mahasiswi dan oknum guru besar itu tersebar di Aplikasi X. Aksi mesum yang dilakukan oknum guru besar itu mendapatkan kecaman dari BEM Kema Unpad dan BEM Kema FKep Unpad.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam pernyataan resminya, BEM Kema Unpad dan BEM Kema FKep Unpad telah dan akan terus berkoordinasi dengan Satgas PPKS Unpad, Dekanat Fakultas Keperawatan Universitas Padjadjaran, dan Rektorat Universitas Padjadjaran.

"Menanggapi laporan tersebut, kami menyampaikan keprihatinan yang mendalam serta empati dan solidaritas kepada korban yang terdampak. Kami menegaskan bahwa tidak ada bentuk kekerasan seksual yang dapat dibenarkan dalam kondisi apa pun, dan tindakan tersebut tidak memiliki tempat dalam lingkungan kampus," tulis pernyataan yang dilihat detikJabar, Kamis (16/4/2026).

ADVERTISEMENT

"BEM Kema Unpad dan BEM Kema Fkep Unpad menyatakan keberpihakan pada korban serta mendukung penuh seluruh upaya perlindungan, pendampingan, dan pemulihan korban," tambahnya.

BEM Kema Unpad dan BEM Kema Fkep Unpad juga menolak setiap bentuk pembiaran dan pelanggengan kekerasan seksual di lingkungan akademik.

"Tidak ada toleransi bagi institusi, organisasi, atau individu yang memilih diam, melindungi pelaku, atau menempatkan nama baik di atas keselamatan korban," tegas pernyataan resminya.

BEM Kema Unpad dan BEM Kema Fkep Unpad juga menekankan pentingnya bagi pihak Dekanat Fakultas Keperawatan untuk segera mengambil langkah-langkah preventif guna menciptakan ruang aman yang inklusif, termasuk pemberlakuan pembatasan interaksi akademik dan non-akademik terhadap pihak yang dilaporkan selama proses penanganan berlangsung.

"Kami berkomitmen untuk terus mengawal perkembangan kasus ini dengan mengedepankan perspektif korban, prinsip keadilan, serta kehati-hatian, guna memastikan terwujudnya ruang aman bagi seluruh sivitas akademika Universitas Padjadjaran," pungkasnya.

Berikut imbauan BEM Kema Unpad dan BEM Kema Fkep Unpad kepada seluruh sivitas akademika
Unpad untuk:

1. Mengedepankan empati, menjaga keselamatan bersama, serta menciptakan ruang yang aman di lingkungan kampus:
2. Tidak menyebarkan identitas korban maupun informasi yang belum terverifikasi:
3. Menghindari segala bentuk victim blaming dan narasi yang merugikan korban;
4. Menggunakan kanal pelaporan resmi yang telah disediakan oleh pihak kampus apabila mengalami atau mengetahui adanya dugaan tindakan kekerasan seksual.

Menyikapi kejadian ini, detikJabar telah mengkonfirmasi terkait kejadian ini kepada Humas Unpad sejak Rabu (15/4/2026). Namun, hingga berita ini diturunkan Humas Unpad belum memberikan pernyataan karena masih menunggu arahan pimpinan Unpad.

(wip/yum)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads