Jagat maya di Kota Bandung sempat dihebohkan dengan aksi bersih-bersih aktivis lingkungan Pandawara Group yang menemukan limbah kondom di aliran sungai. Kejadian itu membuat warga resah karena dikhawatirkan memicu hal-hal yang tidak diinginkan, salah satunya penularan HIV/AIDS.
Kepala Sekretariat Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kota Bandung Maya Verasandi mengatakan kondom merupakan alat kontrasepsi kesehatan. Kondom bisa dibuang bersama sampah anorganik lainnya, asalkan dibersihkan terlebih dahulu. Penanganan limbah kondom berbeda dengan limbah jarum suntik.
"Kalau jarum suntik jelas itu limbahnya harus dikembalikan lagi, bagi pengguna narkoba suntiknya jelas ya harus dikembalikan lagi kepada puskesmas," kata Maya dijumpai di Kantor KPA Kota Bandung belum lama ini.
"Tapi memang kalau untuk kondom ini, karena pemakaiannya juga unprediksi gitu ya, kita satu orang petugas itu bisa menjangkau sampai beberapa ratus orang dan tidak selalu laporan hari ini dipakai atau hari ini, palingan tiap tiga bulan pasti ketemu untuk menjangkau tadi," tambahnya.
Maya mengungkapkan, untuk membersihkan kondom yang sudah digunakan, masyarakat bisa menggunakan air bersih.
"Itu harusnya kita edukasikan, si kondom itu memang harus dicuci dulu, dibersihkan dulu, dibalut pakai tisu dan dimasukkan lagi ke plastik, dibalut lagi pakai tisu, masuk lagi ke sampah yang an organik gitu ya," ungkap Maya.
Saat disinggung apakah hal itu selalu diingatkan dalam sosialisasi kepada masyarakat, Maya menegaskan pihaknya selalu melakukan hal tersebut. Namun, pada pelaksanaannya kembali kepada individu masing-masing. Jika masih banyak warga yang membuang kondom sembarangan ke aliran sungai, Maya menyatakan akan melakukan evaluasi.
"Kita selalu memberikan edukasinya seperti itu. Tapi pada pelaksanaannya memang harus berbagai macam evaluasi juga sih untuk kita lakukan gitu," tambahnya.
Bahayakah Memegang Kondom Bekas?
Apakah kondom bekas bisa memaparkan virus HIV/AIDS? Ketua Panel Ahli KPA Kota Bandung dr. Agung Firmansyah Sumantri menyebutkan tidak. Sebab, virus bisa menular jika melalui cairan tubuh atau lendir. Bahkan melalui sentuhan kulit biasa tidak bisa menularkan virus tersebut.
"Jadi kalau secara, kalau kita meraba saja, megang itu tidak akan, tapi kalau misalkan ada luka misalkan gitu ya, itu mungkin bisa masuk ke dalam si pori-porinya. Tapi kalau memang hanya megang saja sih tidak ada apa-apa," tuturnya.
"Jadi kita kayak bersalaman gitu ya, satu alat makan pun masih tidak menjadi masalah. Karena virusnya mati di udara terbuka," tambahnya.
Meski tidak dapat menularkan virus, menurut Agung, petugas kebersihan tetap harus menggunakan alat pelindung diri (APD) saat menangani berbagai macam sampah untuk menjaga higienitas.
"Tidak menularkan. Tapi untuk APD mah harus tetap aja digunakan," pungkasnya.
(wip/orb)