Drama Pernikahan Sesama Jenis di Malang: Ancaman Bunuh Diri-Niat Putus

Kabar Nasional

Drama Pernikahan Sesama Jenis di Malang: Ancaman Bunuh Diri-Niat Putus

Muhammad Aminudin - detikJabar
Jumat, 10 Apr 2026 12:47 WIB
Reynaldi (baju putih) dan IA perempuan pelaku nikah sejenis saat usai akad
Reynaldi (baju putih) dan IA perempuan pelaku nikah sejenis saat usai akad (Foto: Dok. Istimewa)
Malang -

Kasus pernikahan sesama perempuan di Kota Malang mengungkap sejumlah fakta baru. Erfastino Reynaldi (36), yang juga dikenal sebagai Rey Malawat atau Yupi Rere, mengaku sempat ingin mengakhiri hubungannya dengan Intan Anggraeni (28). Namun, niat tersebut urung dilakukan karena adanya ancaman bunuh diri dari pasangannya.

Menurut pengakuannya, sebagaimana dilansir dari detikJatim, situasi semakin kompleks ketika tekanan juga datang dari pihak keluarga Intan. Kondisi tersebut membuat hubungan keduanya berlanjut hingga ke jenjang pernikahan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Rey, yang kini menjadi terlapor dalam kasus tersebut, akhirnya muncul ke publik untuk memberikan klarifikasi. Ia membantah seluruh tuduhan yang dilayangkan oleh Intan.

Ia menjelaskan, perkenalan keduanya bermula di sebuah tempat hiburan malam di Kota Batu. Seiring waktu, hubungan mereka semakin dekat hingga akhirnya sepakat untuk melanjutkan ke arah pernikahan.

ADVERTISEMENT

Rey mengklaim bahwa keinginan menikah justru datang lebih dulu dari pihak Intan. Ia menyebut Intan ingin menikah karena mengaku kerap mengalami perlakuan kasar dalam hubungan sebelumnya.

"Dia (Intan) yang mengajak menikah, karena mengaku sering mendapat perlakuan kasar dari hubungan (pacar) sebelumnya," ujarnya.

Meski demikian, Rey mengaku sempat mencoba mengakhiri hubungan sebelum rencana pernikahan terealisasi. Namun, upaya tersebut tidak berjalan mulus.

"Saya sempat ajak selesai, tapi ada ancaman bunuh diri sampai ibunya pingsan," ungkap Rey.

Ia juga menegaskan bahwa sejak awal dirinya telah terbuka mengenai identitasnya kepada Intan. Bahkan, menurutnya, keluarga dan lingkungan pertemanan Intan sudah mengetahui kondisi tersebut.

"Dari awal dia sudah tahu identitas (perempuan) saya. Dia sering ke rumah, teman-temannya juga tahu hubungan kami," kata Rey.

Terkait tudingan pemalsuan identitas sebagai seorang pria, Rey membantah keras. Ia menegaskan tidak pernah memalsukan atau memanipulasi dokumen apa pun.

"Tidak ada pemalsuan. Identitas yang saya tunjukkan adalah asli. Kalau ada cetakan, itu justru dari dia (Intan) sendiri yang fotokopi KTP saya," ujarnya.

Artikel ini sudah tayang di detikJatim




(mua/dir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads