Terbukanya Tabir Pria Palsu dan Tangis Pengantin di Malam Pertama

Kabar Regional

Terbukanya Tabir Pria Palsu dan Tangis Pengantin di Malam Pertama

Muhammad Aminudin - detikJabar
Rabu, 08 Apr 2026 20:00 WIB
Ilustrasi kamar hotel di malam hari
Ilustrasi kamar. (Foto: Getty Images/iStockphoto/webphotographeer)
Malang -

Malam yang seharusnya menjadi gerbang menuju kebahagiaan justru berubah menjadi mimpi buruk yang meruntuhkan dunia IA (28). Wanita asal Kecamatan Blimbing, Kota Malang ini tak pernah menyangka, janji suci yang ia ikrarkan di hadapan penghulu berakhir dengan kenyataan pahit yang tak masuk di akal.

Semuanya bermula dari sebuah kafe di sudut Kota Batu pada awal Februari 2026. Di sana, IA bertemu dengan sosok pria bernama 'Rey'.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Komunikasi yang intens membawa mereka pada ikatan asmara tepat. Keduanya 'jadian' di Hari Kasih Sayang, 14 Februari 206. Selama masa perkenalan yang singkat itu, Rey membangun penyamaran yang begitu rapi hingga IA tak menaruh curiga sedikit pun.

"Kenalnya awal Februari, terus mulai pacaran tanggal 14 Februari. Dia ngaku cowok, dan selama ini kelakuannya juga seperti cowok asli. Cara bicara sampai penampilannya benar-benar seperti pria," ujar IA dikutip dari detikJatim, Rabu (8/4/2026).

ADVERTISEMENT

Riak kecurigaan sebenarnya sempat muncul saat mereka berencana menggelar pernikahan siri. Kala itu, tak ada satu pun keluarga dari pihak Rey yang hadir. Alasannya, mereka sedang berduka karena ada kerabat yang meninggal dunia.

Akan tetapi, Rey, yang mengaku merantau dari Jakarta, berhasil meyakinkan IA hingga prosesi pernikahan siri itu tetap berjalan, meski tanpa kehadiran keluarga mempelai pria.

Namun, 'topeng' yang dikenakan Rey akhirnya terlepas di malam pertama. Di kamar pengantin, IA menemukan kenyataan yang menghancurkan hatinya. Sosok yang baru saja menikahinya ternyata adalah seorang wanita!

Perasaan IA benar-benar hancur. IA bahkan tak kuasa membendung air matanya di momentum yang seharusnya bahagia malah jadi petaka tersebut.

"Saya kaget saat malam pertama, ternyata dia perempuan. Saya nangis karena dibohongi," ucap IA.

Luka batin IA kini berlanjut ke ranah hukum. Didampingi keluarga dan tim hukum, ia menyeret kasus ini ke Polresta Malang Kota.

Eko NS, selaku pendamping korban, menjelaskan penipuan ini diduga melibatkan praktik pemalsuan dokumen sebagai syarat pernikahan siri tersebut. Ada motif yang lebih dalam yang kini tengah diwaspadai oleh pihak korban.

"Untuk saat ini kami melaporkan, salah satunya pemalsuan dokumen. Dokumen ini digunakan untuk menikahi saudari IA," kata Eko.

Kini, IA hanya bisa meratapi nasibnya yang menjadi korban penyamaran selama dua bulan terakhir. Ia tak menyangka, orang yang ia kira tulus hendak membangun bahtera rumah tangga tega memalsukan identitas demi bisa menikahinya.

Kasatreskrim Polresta Malang Kota, AKP Rahmad Aji Prabowo, mengonfirmasi pihaknya telah menerima pengaduan tersebut. Saat ini, polisi tengah melakukan penyelidikan mendalam untuk mengungkap identitas asli Rey serta mencari unsur pidana di balik sandiwara ini.

"Benar laporan sudah kami terima. Saat ini kasus sedang kita dalami lebih lanjut untuk memastikan unsur-unsur pidana yang ada," pungkas AKP Rahmad Aji Prabowo.

Artikel ini telah tayang di detikJatim

Halaman 2 dari 2
(mua/orb)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads