SMAN 2 Sukabumi Peringkat 1 Jabar SNBP, Dirayakan dengan MBG

Siti Fatimah - detikJabar
Senin, 06 Apr 2026 14:03 WIB
MBG prasmanan di Sukabumi sebagai bentuk apresiasi siswa terbanyak yang tembus ke Perguruan Tinggi Negeri (PTN) jalur prestasi (Foto: Siti Fatimah/detikJabar)
Sukabumi -

Prestasi membanggakan ditorehkan SMAN 2 Kota Sukabumi dengan jumlah siswa terbanyak lolos perguruan tinggi negeri jalur prestasi. Momen ini dirayakan lewat penyajian program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan konsep prasmanan yang berbeda dari biasanya.

Suasana berbeda tampak di lingkungan SMAN 2 Kota Sukabumi, Senin (6/4/2026). Deretan siswa mengantre rapi, bukan untuk menerima kotak makanan seperti hari-hari biasa, melainkan menikmati hidangan MBG yang disajikan secara prasmanan. Aroma nasi kuning pun semerbak, menambah hangat suasana perayaan di sekolah tersebut.

Momentum ini bukan tanpa alasan. Sekolah tersebut tengah merayakan capaian akademik gemilang, yakni jumlah siswa terbanyak yang lolos ke perguruan tinggi negeri melalui jalur prestasi (SNBP), bahkan menempati peringkat pertama di Jawa Barat dan peringkat ketiga se-Nasional.

"Hari ini SMAN 2 Kota Sukabumi sudah melaksanakan sujud syukur atas keberhasilan siswa siswi kita tembus SNBP (Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi)," kata Staf Humas SMAN 2 Kota Sukabumi, Andriansyah kepada detikJabar.

Ia mengungkapkan, sebanyak 95 siswa berhasil lolos SNBP ke berbagai perguruan tinggi negeri, baik di dalam maupun luar Jawa.

"Kita mendapatkan 95 siswa yg lulus SNBP di berbagai universitas baik Jawa maupun luar Jawa. Sehingga kita juga mengapresiasi kepada seluruh siswa atas dedikasinya selama tiga tahun ini berhasil," ujarnya.

"Insyaallah ini sebagai prestasi yang luar biasa karena sebelum-sebelumnya Smanda tidak sejauh ini. Alhamdulillah tahun ini kita mendapatkan ranking 1 di tingkat Jabar dan ketiga senasional," sambung Andriansyah.

Menurutnya, capaian tersebut tidak diraih secara instan, melainkan melalui proses panjang sejak siswa duduk di bangku kelas X. Para siswa sudah dibimbing terkait peminatan jurusan dan universitas, peluang hingga pendampingan orang tua.

"Keberhasilan ini tidak instan, mulai dari kelas X, mulai dari pendampingan orang tua, guru BK, seluruh stakeholder di SMAN 2 Kota Sukabumi bagaimana membuat sistem pendidikan yang baik," jelasnya.

Sejumlah perguruan tinggi favorit pun berhasil ditembus para siswa, seperti UI, UPI, IPB, hingga Undip, dengan beragam pilihan fakultas di dalam dan luar Jawa.

Sementara itu, konsep prasmanan dalam program MBG dinilai membawa suasana baru yang lebih interaktif. Selain lebih higienis, pola ini juga mampu mengurangi sisa makanan karena siswa bisa menyesuaikan porsi masing-masing.

"Kalau pakai ompreng, kadang ada siswa yang tidak menghabiskan makanannya. Tapi dengan prasmanan, mereka bisa menyesuaikan sendiri, ada yang ambil banyak atau sedikit. Hal ini juga berlaku bagi para guru," kata dia.

Pihak sekolah berharap inovasi ini dapat terus mendukung kualitas layanan gizi sekaligus menjadi bagian dari apresiasi atas prestasi siswa.

Sementara itu, Asisten Lapangan SPPG Keramat Gunungpuyuh, Muhamad Maulana Azis mengatakan, MBG prasmanan ini dilakukan sebagai bentuk apresiasi terhadap prestasi siswa.

"Ini adalah bentuk penghargaan dari pihak MBG. SMAN 2 Kota Sukabumi berhasil mencatatkan prestasi luar biasa dengan jumlah siswa terbanyak yang masuk perguruan tinggi negri lewat jalur prestasi (SNBP). Bahkan, masuk peringkat ke satu terbaik di tingkat Jawa Barat," kata Azis.

MBG prasmanan di Sukabumi sebagai bentuk apresiasi siswa terbanyak yang tembus ke Perguruan Tinggi Negeri (PTN) jalur prestasi Foto: Siti Fatimah/detikJabar

Hidangan khas Nusantara disajikan lengkap dengan nasi tumpeng. Menu yang dihidangkan meliputi nasi kuning, tempe orek, perkedel kentang, bihun, hingga buah potong.

Meski menggunakan konsep prasmanan, standar gizi tetap menjadi perhatian utama. Sebanyak 1.440 siswa dan 90 guru tetap mendapatkan asupan sesuai ketentuan.

"Kami ingin sayur itu benar-benar dimakan. Maka, sayuran diolah sedemikian rupa menjadi menyerupai koloke dengan isian telur dan siraman saus tiram. Jadi, tampilannya menarik tapi gizinya tetap terpenuhi sesuai standar Badan Gizi Nasional (BGN)," jelasnya.

Tak hanya soal menu, konsep prasmanan ini juga membawa suasana baru di lingkungan sekolah. Interaksi antara siswa dan guru terlihat lebih cair saat mengantre makanan.

Dari sisi operasional, sistem ini dinilai lebih efisien dan mampu menekan biaya di luar bahan baku. Selain itu, pengawasan kualitas tetap dilakukan secara ketat oleh tim dari Badan Gizi Nasional.

"Mereka tidak segan menegur atau meminta kami melakukan upgrade jika ada peralatan yang kurang memadai. Semua dilakukan agar standar operasional prosedur (SOP) tetap terjaga," tutupnya.




(yum/yum)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork