Tahukah detikers bahwa Jawa Barat tengah menyiapkan langkah besar dalam dunia pendidikan untuk mencetak generasi emas yang kompetitif? Melalui inisiasi Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM), kini hadir program Sekolah Manusia Unggul (Maung).
Program pendidikan unggulan ini dirancang secara khusus untuk menampung siswa-siswi berprestasi, baik di bidang akademik maupun non-akademik. Kehadiran Sekolah Maung diharapkan menjadi wadah bagi talenta terbaik Jawa Barat guna melahirkan sumber daya manusia yang memiliki daya saing tinggi di masa depan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Transformasi pendidikan ini rencananya akan melibatkan puluhan sekolah yang tersebar di berbagai kabupaten dan kota di Jawa Barat. Jika tidak ada hambatan, program ini dijadwalkan mulai diresmikan pada tahun ajaran 2026/2027 mendatang.
Lantas, apa saja hal menarik di balik program ini dan sekolah mana saja yang terpilih untuk terlibat? Berikut adalah 5 fakta mengenai Sekolah Maung yang perlu detikers ketahui.
Mekanisme Seleksi Calon Siswa Sekolah Maung
Dinas Pendidikan (Disdik) Jawa Barat terus mematangkan persiapan program Sekolah Maung yang dijadwalkan beroperasi pada tahun ajaran 2026/2027. Sebagai langkah strategis, Disdik Jabar akan melakukan perubahan mekanisme dalam Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB).
"Seleksi siswa yang mendaftar ke Sekolah Maung akan kita lakukan lebih awal agar yang tidak diterima tetap memiliki kesempatan untuk mendaftar ke sekolah umum pada SPMB (Seleksi Penerimaan Murid Baru)," ujar Kadisdik Jabar, Purwanto, dalam keterangannya yang dikutip dari detikEdu, ditulis Jumat (15/5/2026).
Skema penerimaan murid di Sekolah Maung dipastikan tidak akan menggunakan jalur domisili atau zonasi. Seleksi sepenuhnya didasarkan pada jalur prestasi, baik dari akademik maupun nonakademik.
Terkait kapasitas, jumlah rombongan belajar (rombel) akan diatur dalam petunjuk teknis (juknis) dengan kisaran 8 hingga 12 rombel. Untuk menjaga kualitas pembelajaran yang kompetitif, setiap kelas dibatasi maksimal diisi oleh 32 siswa.
Uji Publik Juknis Sekolah Maung oleh Disdik Jabar
Dinas Pendidikan (Disdik) Jawa Barat menggelar Uji Publik Petunjuk Teknis (Juknis) Sekolah Manusia Unggul (Maung) di Kota Bandung, Rabu (29/4/2026) lalu. Langkah ini diambil untuk memastikan layanan pendidikan yang lebih optimal dan berkeadilan bagi siswa.
Sekretaris Dinas Pendidikan (Sekdisdik) Jabar, Deden, menegaskan kehadiran Sekolah Maung bukan untuk menciptakan diskriminasi, melainkan memberikan pelayanan sesuai potensi siswa.
"Sekolah Maung bukan untuk membedakan, tetapi untuk memastikan setiap anak mendapatkan layanan pendidikan yang tepat, baik yang berprestasi tinggi maupun yang membutuhkan perhatian khusus," ujar Deden, dikutip dari laman Disdik Jabar.
Konsep Sekolah Maung sendiri dirancang untuk mengakomodasi keberagaman potensi peserta didik di bidang akademik maupun nonakademik. Menurut Deden, siswa dengan bakat istimewa memerlukan layanan spesifik agar potensinya dapat berkembang maksimal sebagai sekolah model di Jawa Barat.
6 Bidang Keahlian Sekolah Maung Versi KDM
Sekolah Maung dirancang sebagai lembaga pendidikan dengan jurusan-jurusan strategis yang dibutuhkan di masa depan. Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM), menyebutkan kurikulum sekolah ini akan difokuskan pada penguasaan keahlian yang spesifik agar lulusannya lebih kompetitif.
Setidaknya terdapat enam jurusan yang disiapkan untuk membekali para siswa berprestasi di Jawa Barat. Keenam bidang tersebut mencakup berbagai sektor mulai dari teknologi, industri, hingga olahraga.
"Dengan enam jurusan. Satu, jurusan teknologi informasi. Dua, jurusan otomotif. Yang ketiga jurusan pertanian. Yang keempat jurusan olahraga. Yang kelima jurusan elektro. Yang keenam, jurusan kelautan," jelas KDM, dalam unggahan Humas Jabar di akun media sosial, dikutip Senin (11/5/2026).
Keterlibatan UPI di Program Sekolah Maung
Program Studi Pendidikan Teknologi dan Kejuruan (PTK) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) turut ambil bagian dalam pengembangan Program Sekolah Maung sebagai upaya peningkatan kualitas pendidikan di Jawa Barat.
"Konsep Sekolah Maung merupakan pengembangan dari Sekolah Garuda Transformatif," ujar Guru Besar UPI, Prof Isma Widiaty, dalam unggahan PTK UPI di akun media sosial, dikutip Senin (11/5/2026).
Senada dengan hal tersebut, Direktur Pengembangan Kurikulum UPI, Prof Ahmad Yani, menegaskan komitmen institusinya dalam mengawal keberhasilan program ini melalui dukungan strategis pada aspek teknis dan substansi pendidikan.
"UPI sangat mendukung program ini, terutama terkait kurikulum, sarana prasarana, hingga konsep pembelajaran. Insya Allah kami akan support agar Sekolah Maung sukses dan menjadi contoh nasional bahwa Jawa Barat memiliki konsep pendidikan yang luar biasa," tegas Ahmad.
Optimalisasi Sekolah Favorit Menuju Sekolah Maung
Pemerintah Provinsi Jawa Barat memastikan tidak akan membangun infrastruktur sekolah baru untuk program Sekolah Maung. Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM), menjelaskan bahwa langkah ini merupakan upaya pembaruan (update) terhadap sekolah-sekolah yang selama ini sudah menjadi unggulan di daerahnya masing-masing.
"Nggak dibangun, kita meng-update sekolah-sekolah yang dulu menjadi unggulan, misalnya Bandung SMAN 3, Subang SMAN 1. Kan selalu setiap kabupaten ada sekolah favorit," ujar KDM dalam keterangannya, dikutip dari detikJabar.
Nantinya, sekolah-sekolah favorit tersebut akan diisi oleh siswa-siswa berprestasi dan didukung dengan penguatan infrastruktur serta kualitas pengajaran yang lebih ketat.
"Pasti kan ada penambahan ruang kelas, penambahan teknologi pengajaran, hingga seleksi guru yang memadai. Sekolah favorit itu yang akan menjadi sekolah yang diisi oleh anak-anak berprestasi, karena kelas menengahnya harus ada," tutur KDM.
Daftar Sekolah di Jabar yang Digadang Jadi Calon Maung
Daftar 28 SMAN Sekolah Maung
- Kabupaten Bandung: SMAN 1 Soreang
- Kabupaten Bandung Barat: SMAN 1 Cisarua
- Kabupaten Bekasi: SMAN 1 Sukatani
- Kabupaten Bogor: SMAN 2 Cibinong
- Kabupaten Ciamis: SMAN 1 Ciamis
- Kabupaten Cianjur: SMAN 1 Cianjur
- Kabupaten Cirebon: SMAN 1 Palimanan
- Kabupaten Garut: SMAN 6 Garut
- Kabupaten Indramayu: SMAN 1 Sindang
- Kabupaten Karawang: SMAN 5 Karawang
- Kabupaten Kuningan: SMAN 2 Kuningan
- Kabupaten Majalengka: SMAN 1 Majalengka
- Kabupaten Pangandaran: SMAN 1 Parigi
- Kabupaten Purwakarta: SMAN 1 Purwakarta
- Kabupaten Subang: SMAN 1 Subang
- Kabupaten Sukabumi: SMAN 1 Pelabuhan Ratu
- Kabupaten Sumedang: SMAN 1 Sumedang
- Kabupaten Tasikmalaya: SMAN 1 Singaparna
- Kota Bandung: SMAN 3 Bandung
- Kota Bandung: SMAN 5 Bandung
- Kota Banjar: SMAN 1 Banjar
- Kota Bekasi: SMAN 1 Bekasi
- Kota Bogor: SMAN 1 Bogor
- Kota Cimahi: SMAN 3 Cimahi
- Kota Cirebon: SMAN 2 Cirebon
- Kota Depok: SMAN 1 Depok
- Kota Sukabumi: SMAN 2 Kota Sukabumi
- Kota Tasikmalaya: SMAN 1 Tasikmalaya
Daftar 13 SMKN Sekolah Maung
- Kabupaten Bandung: SMKN 1 Katapang
- Kabupaten Bogor: SMKN 1 Cibinong
- Kabupaten Cianjur: SMKN 1 Pacet
- Kabupaten Cirebon: SMKN 1 Mundu
- Kabupaten Garut: SMKN 1 Garut
- Kabupaten Majalengka: SMKN 1 Majalengka
- Kabupaten Pangandaran: SMKN 1 Pangandaran
- Kabupaten Purwakarta: SMKN Maung
- Kabupaten Sukabumi: SMKN 1 Cibadak
- Kota Bekasi: SMKN 2 Bekasi
- Kota Bogor: SMKN 3 Bogor
- Kota Cimahi: SMKN 1 Cimahi
- Kota Tasikmalaya: SMKN 2 Tasikmalaya










































