Nahas Bocah Tasik, Tewas Sebelum Sampai ke Rumah Nenek

Nahas Bocah Tasik, Tewas Sebelum Sampai ke Rumah Nenek

Faizal Amiruddin - detikJabar
Jumat, 03 Apr 2026 17:30 WIB
Ilustrasi kereta api
Ilustrasi kereta api. (Foto: PT KAI/Istimewa)
Tasikmalaya -

Kecelakaan tragis terjadi di Kampung Nangewer, Desa Cidahu, Kecamatan Cisayong, Kabupaten Tasikmalaya, Jumat (3/4/2026) siang. Seorang bocah laki-laki meninggal dunia usai terserempet kereta api (KA) saat berjalan menyusuri rel kereta api.

Korban diketahui berinisial AG (11), warga Kampung Sukahaji, Desa Dawagung, Kecamatan Cisayong, Kabupaten Tasikmalaya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Informasi yang dihimpun, kecelakaan tragis ini berawal dari niat korban untuk berkunjung ke rumah neneknya di daerah Cisayong guna mengisi hari libur. Dia bersama tiga orang temannya berjalan menyusuri rel menuju rumah nenek AG yang jaraknya sekitar 5 kilometer.

"Dia berangkat pagi sekitar jam 08.00 WIB, pamit ke ibunya sekalian minta bekal," kata Dedi (37) paman korban.

ADVERTISEMENT

Menurut Dedi, tidak biasanya AG pergi ke rumah neneknya dengan berjalan kaki, apalagi menyusuri rel KA. "Biasanya kalau ke rumah neneknya, dia naik angkot. Nggak tahu kenapa, jadi jalan kaki di rel," ujar Dedi.

Keempat bocah ini berjalan menyusuri rel KA. Namun saat tiba di jembatan rel kawasan Kampung Nangewer, Desa Cidahu, muncul kereta api dari arah belakang atau arah Bandung. Seketika itu, keempat anak laki-laki ini berusaha secepatnya menyelamatkan diri dengan berlari meniti jembatan rel KA.

"Lokasi kejadiannya dekat dengan jembatan kereta, kemungkinan dia sedang jalan di tengah jembatan, kemudian ada kereta lewat," ungkap Dedi.

Diduga korban AG terlambat melewati jembatan sehingga tak sempat menghindar untuk menyelamatkan diri. Nahas, dia terserempet kereta dan langsung terkapar di tepi rel. Kondisinya langsung tak sadarkan diri dengan luka serius di bagian kepala.

Dalam situasi itu, ketiga temannya kemudian membopong AG menuju jalan kampung setempat. Seketika itu warga geger dan segera mencari pertolongan.

"Ketahuannya setelah teman-temannya menggotong ke jalan kampung. Dari sana barulah kami keluarga mendapat kabar," ucap Dedi.

Dedi mengaku sangat kehilangan sosok keponakan yang periang dan baik itu. "Dia anak baik, dia itu anak kedua, ibu bapaknya ada di rumah. Dia masih sekolah SD kelas 5," jelas Dedi.

Terkait keberadaan ketiga teman korban, Dedi mengatakan saat itu ketiganya sudah pulang. Mereka dalam kondisi trauma atau syok setelah mengalami kejadian tragis tersebut.

"Teman-temannya sudah pulang, mereka shock. Tapi sudah aman," kata Dedi.

Jenazah korban kemudian dibawa ke kamar mayat RSUD dr Soekardjo Tasikmalaya untuk menjalani pemeriksaan. Sementara aparat kepolisian langsung melakukan penyelidikan, termasuk melakukan olah TKP.

Kapolres Tasikmalaya Kota, AKBP Andi Purwanto membenarkan adanya insiden tersebut.

"Ya kejadiannya siang tadi, korban sudah dievakuasi ke rumah sakit. Kasus ini sedang kami selidiki," ucap Andi.

(orb/orb)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads