Ekspresi haru tampak dari wajah Yusuf Supriyatna saat menceritakan kematian dua anak harimau Benggala, Huru dan Hara. Dua satwa koleksi Bandung Zoo itu diduga mati akibat terinfeksi virus panleukopenia yang dibawa induknya.
Yusuf, yang merupakan keeper satwa karnivora di Bandung Zoo, mengungkapkan kedekatannya dengan kedua anak harimau tersebut. Menurutnya, Huru dan Hara sedang berada dalam fase aktif dan menggemaskan.
"Lagi aktif-aktifnya, lagi gemas-gemasnya, kalau dalam Bahasa Sunda kembang buruan," kata Yusuf kepada awak media di Bandung Zoo, Jalan Tamansari, Kota Bandung, Jumat (27/3/2026).
Ia menyebut, selama ini kelahiran harimau di Bandung Zoo bukan hal baru. Namun, kematian anak harimau seperti yang terjadi pada Huru dan Hara belum pernah dialami sebelumnya.
"Belum pernah, baru sekarang (kematian harimau) bapak juga gemetar banget," ujarnya.
Yusuf mengaku tidak menyangka kedua anak harimau tersebut mati. Pasalnya, sejak lahir, Huru dan Hara mendapatkan perhatian khusus, termasuk pemberian vaksin secara rutin.
"Vaksin pertama usia satu bulan, vaksin kedua usia tiga bulan dan vaksin ke tiga usia enam bulan dan vaksin ke empat 8 bulan, itu benar-benar diperhatikan lebih dari yang lain, karena masih rentan. Tidak ada tanda-tanda sakit sama sekali, makan juga masih tetap bagus," ungkapnya.
Kehilangan dua satwa tersebut meninggalkan duka mendalam bagi Yusuf.
"Iya jelas, benar-benar kehilangan," katanya.
Huru dan Hara merupakan anak dari pasangan harimau bernama Shah Rukh Khan (22 tahun) dan Jelita (4,5 tahun). Yusuf mengaku tidak menyangka keduanya mati di usia yang masih sangat muda.
"Namanya makhluk, tapi gak nyangka ini masih anak-anak. Kejadian mati di usia anak-anak belum pernah, kalau satwa yang mati karena usia atau bawaan itu sudah biasa," tuturnya.
Kronologi Kematian Huru dan Hara
Yusuf menjelaskan, gejala pertama dialami oleh Hara yang mengalami muntah pada Minggu (22/3).
"Awalnya dianggap muntah biasa, soalnya ada rumput, biasanya kalau muntah dan ada rumputnya itu mengeluarkan racun-racun. Diketahui muntah baru dibawa ke dokter (pagi)," ujarnya.
Pada hari yang sama, Huru juga mengalami gejala serupa disertai diare.
"Siangnya, Huru ikut muntah sama diare (siang), selang setengah hari," tambahnya.
Kondisi keduanya kemudian menurun drastis. Hara mengalami kesulitan makan, sementara Huru masih sempat makan.
"Sorenya si Hara muntah seperti ada cairan kuning dan ada cacing," tuturnya.
Huru akhirnya mati lebih dulu pada Selasa, sementara Hara menyusul dua hari kemudian.
"Muntah Hari Minggu, mati Selasa si Huru dan Kamis si Hara," pungkasnya.
(wip/yum)