Harimau Benggala Mati di Bandung Zoo

Round-up

Harimau Benggala Mati di Bandung Zoo

Tim detikJabar - detikJabar
Kamis, 26 Mar 2026 09:30 WIB
Induk Harimau Benggala (Panthera Tigris Tigris) menjaga dua anaknya yang baru lahir di Kebun Binatang Bandung, Bandung, Jawa Barat, Senin (18/8/2025). Kebun Binatang Bandung memiliki koleksi Harimau Benggala (Phantera Tigris Tigris) baru sebanyak dua
Dua harimau Benggala yang lahir di Bandung Zoo (ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi)
Bandung -

Kabar duka datang dari Kebun Binatang Bandung. Seekor anak harimau Benggala berusia sekitar 8 bulan dilaporkan mati beberapa waktu lalu.

Informasi tersebut dikonfirmasi oleh Humas Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Barat, Eri Mildranaya. Hingga kini, pihak BBKSDA masih menantikan hasil pemeriksaan menyeluruh terkait penyebab kematian satwa tersebut.

"Betul (mati), namun hasilnya belum kami dapatkan secara lengkap, setelah hasil periksa oleh dokter hewan," katanya, Rabu (25/3/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Anak harimau Benggala yang mati itu bernama Hara. Dia lahir bersama saudaranya, Huru, pada 12 Juli 2025.

Hara dan Huru saat itu menambah koleksi baru di Bandung Zoo. Mereka merupakan anak harimau Benggala yang lahir dari pasangan induk jantan bernama Sahrulkan dan betina Jelita.

ADVERTISEMENT

Eri menyatakan, BBKSDA Jabar perlu melakukan pendalam lebih lanjut untuk mengetahui penyebab kematian anak harimau tersebut. Proses nekropsi atau pemeriksaan terhadap bangkai satwa telah dilakukan, dan hasil pemeriksaan secara lengkap akan disampaikan setelah seluruh proses analisis oleh dokter hewan telah selesai.

"Lengkapnya nanti ketika hasil sudah kami dapatkan," pungkasnya.

Penyebab Kematian

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengungkap penyebab kematian Hara, anak harimau yang mati di Kebun Binatang Bandung atau Bandung Zoo. Menurutnya, hewan tersebut mati karena terkena virus yang dibawa oleh induknya.

Ditemui di Terminal Leuwipanjang, Farhan memastikan sudah mendapat laporan soal kematian Hara di Bandung Zoo. Ternyata, Hara maupun saudaranya, Huru, mengalami virus sejak keduanya lahir pada 12 April 2025.

"Jadi begini, induknya menjadi carrier virus. Ini virus khas keluarga kucing besar, keduanya sudah terinfeksi sejak lahir. Yang satu tidak terselamatkan, yang satu sedang kita upayakan," katanya, Rabu (25/3/2026).

Huru dan Hara saat ini diketahui berusia 8 bulan. Keduanya lahir dari pasangan induk Shah Rukh Khan (22 tahun) dan Jelita (4,5 tahun).

Berdasarkan informasi yang Farhan peroleh, virus yang menyerang Hara bernama panleukopenia. Virus itu kata dia memang kerap diderita kucing besar, termasuk indukannya, Jelita.

"Penyakit ini disebabkan oleh feline panleukopenia virus dan dapat menyebabkan penurunan sel darah putih. Virus ini memang khas pada kucing besar dan sulit diselamatkan jika sudah terinfeksi. Induknya sudah kebal, tetapi anaknya lemah. Detailnya akan saya tinjau langsung, kemungkinan hari Jumat," tuturnya.

Hingga pukul 14.19 WIB, Farhan memastikan kondisi saudara Hara, Huru, anak yang sempat terkena virus itu kini sudah membaik. Diarenya sudah tidak ada, dan perlahan sudah bisa mengkonsumsi pakan.

"Kondisi terbaru pukul 14.19 WIB, kondisi membaik dibanding kemarin. Diare sudah tidak ada, tidak muntah, dan lebih aktif. Pengobatan terus dilakukan secara intensif, meliputi antibiotik, antiemetik, larutan rehidrasi oral, suplemen imun, dan antivirus," ungkapnya.

"Menurut dokter, yang berjumlah lima orang dalam satu tim, hewan tersebut telah melewati fase kritis 72 jam. Biasanya setelah itu kondisi akan terus membaik, dengan pemantauan intensif. Makan sudah mulai masuk dengan bantuan keeper, dan secara bertahap ditingkatkan," pungkasnya.

(yum/yum)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads