Selama momen mudik dan balik Lebaran 2026, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengeluarkan kebijakan meliburkan angkutan umum, baik modern maupun tradisional.
Orang nomor satu di Jabar ini mengatakan kebijakan itu belum sepenuhnya mampu melancarkan arus mudik dan balik Idul Fitri 2026.
Menurut KDM, sapaan karib Dedi Mulyadi, kepadatan lalu lintas masih terjadi di berbagai titik karena jumlah kendaraan pribadi yang melintas jauh melebihi kapasitas jalan yang tersedia.
"Dan saya sampaikan juga bahwa kebijakan meliburkan angkot, ojek andong, becak, memang belum bisa 100 persen membuat lalu lintas arus mudik dan arus balik lancar," kata KDM, Kamis (26/3/2026).
KDM menilai kebijakan tersebut tetap memberikan dampak positif, terutama bagi petugas di lapangan. Beban kerja menjadi lebih ringan karena berkurangnya kendaraan umum yang beroperasi.
Simak Video "Video: Situasi Arus Balik Malam Ini di Stasiun Pasar Senen"
(wip/mso)