Menjual rumah bukan perkara memasang tulisan "dijual" lalu menunggu pembeli datang. Bagi calon pembeli, rumah merupakan keputusan besar yang biasanya dipertimbangkan dari berbagai sisi, mulai dari harga, kondisi bangunan, lokasi, hingga fasilitas yang ditawarkan.
Itulah sebabnya sebuah rumah bisa saja membutuhkan waktu cukup lama untuk terjual. Bahkan ketika rumah berada di lokasi yang strategis, harga yang tidak sesuai atau tampilan yang kurang menarik dapat membuat calon pembeli berpikir ulang.
Bagi pemilik rumah yang ingin segera menjual propertinya, strategi sejak awal menjadi penting. Rumah perlu dipersiapkan agar menarik ketika pertama kali dilihat, sementara harga dan cara memasarkannya juga harus disesuaikan dengan kondisi pasar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dilansir detikProperti, ada sejumlah langkah yang bisa dilakukan untuk memperbesar peluang rumah cepat laku. Dikutip dari Justin Havre Real Estate Team, berikut beberapa di antaranya.
1. Tentukan Harga Rumah dengan Perhitungan Matang
Harga menjadi salah satu hal pertama yang biasanya diperhatikan calon pembeli. Karena itu, jangan menentukan harga rumah hanya berdasarkan keinginan mendapatkan keuntungan tertentu.
Penjual perlu melihat kondisi pasar properti dan membandingkannya dengan rumah lain yang memiliki karakteristik serupa di kawasan tersebut.
Riset juga bisa dilakukan dengan melihat harga rumah yang sudah terjual maupun properti sejenis yang masih lama berada di pasaran. Dari sana, penjual dapat memperoleh gambaran apakah harga yang dipasang terlalu tinggi atau masih berada pada kisaran yang wajar.
Harga yang realistis akan membuat rumah lebih kompetitif ketika calon pembeli membandingkannya dengan pilihan lain.
2. Bikin Fasad Rumah Lebih Menarik
Kesan pertama bisa menjadi salah satu faktor yang membuat calon pembeli tertarik untuk melihat rumah lebih jauh. Sebelum dipasarkan, perhatikan bagian depan rumah. Pastikan halaman bersih, rumput atau tanaman tertata, serta tidak ada barang yang berserakan.
Kerusakan kecil pada bagian yang terlihat juga sebaiknya diperbaiki. Bila diperlukan, dinding dapat dicat ulang agar tampilan rumah terlihat lebih segar.
Langkah tersebut tidak selalu berarti harus melakukan renovasi besar-besaran. Perubahan sederhana pada fasad dan halaman sudah dapat membuat rumah terlihat lebih terawat ketika calon pembeli datang.
3. Jangan Hanya Mengandalkan Satu Media Iklan
Rumah yang bagus tetap akan sulit terjual jika tidak diketahui calon pembeli. Karena itu, promosi perlu dilakukan secara luas. Selain memasang tanda rumah dijual di depan properti, penjual dapat memanfaatkan berbagai situs jual beli rumah untuk menjangkau lebih banyak orang.
Foto menjadi bagian penting dalam iklan. Gunakan foto yang terang, rapi, dan mampu menunjukkan kondisi rumah secara jelas. Jika memiliki anggaran, menggunakan jasa fotografer profesional dapat menjadi pilihan untuk menghasilkan materi promosi yang lebih menarik.
Informasi mengenai rumah juga sebaiknya dibuat lengkap sehingga calon pembeli tidak perlu menebak-nebak kondisi properti yang ditawarkan.
4. Pertimbangkan Menggunakan Agen Properti
Jika tidak memiliki cukup waktu atau pengalaman untuk menangani penjualan sendiri, menggunakan jasa agen realestat dapat menjadi pilihan.
Agen memiliki pengetahuan mengenai pasar properti lokal serta pengalaman dalam menangani proses jual beli rumah. Mereka juga dapat membantu menentukan strategi pemasaran dan mempertemukan penjual dengan calon pembeli.
Namun, pemilik rumah tetap perlu memilih agen yang kredibel dan memahami kawasan tempat properti berada.
5. Beri Kemudahan Saat Calon Pembeli Ingin Melihat Rumah
Ketika iklan mulai mendapatkan respons, jangan sampai kesempatan hilang hanya karena jadwal kunjungan terlalu sulit. Penjual sebaiknya memberikan waktu yang cukup fleksibel bagi calon pembeli untuk melihat langsung kondisi rumah. Semakin mudah calon pembeli mendapatkan kesempatan berkunjung, semakin besar pula peluang mereka mempertimbangkan rumah tersebut.
Kunjungan langsung juga menjadi momen penting karena calon pembeli dapat melihat detail yang tidak selalu terlihat dalam foto. Karena itu, pastikan rumah dalam kondisi bersih dan rapi setiap kali ada jadwal kunjungan.
6. Tawarkan Nilai Tambah, Bukan Sekadar Harga Murah
Menurunkan harga memang dapat menjadi cara untuk menarik perhatian, tetapi bukan satu-satunya pilihan. Penjual dapat menawarkan nilai tambah tertentu agar rumah terlihat lebih menarik dibandingkan properti lain dengan harga serupa. Misalnya, beberapa perabotan yang masih layak dapat disertakan dalam transaksi.
Pilihan lainnya adalah memperhitungkan kebutuhan perbaikan rumah dalam negosiasi harga. Dengan cara tersebut, calon pembeli bisa merasa mendapatkan keuntungan tanpa penjual harus langsung memangkas harga secara besar-besaran.
Penawaran seperti ini juga dapat menjadi bahan pertimbangan ketika calon pembeli sedang membandingkan beberapa rumah.
Baca juga: 4 Bahan Ampuh untuk Usir Cicak dari Rumah |
7. Jangan Lupakan Peran Tetangga
Informasi mengenai rumah yang akan dijual ternyata juga bisa menyebar dari lingkungan terdekat. Pemilik rumah dapat memberi tahu tetangga bahwa propertinya sedang dipasarkan. Informasi tersebut mungkin diteruskan kepada teman, keluarga, atau rekan kerja yang sedang mencari rumah.
Jaringan sederhana seperti ini berpotensi memperluas jangkauan promosi tanpa harus selalu mengeluarkan biaya tambahan.
Apalagi, orang yang tinggal di sekitar rumah biasanya mengetahui karakter lingkungan tersebut. Informasi dari tetangga bisa menjadi tambahan referensi bagi seseorang yang sedang mencari tempat tinggal di kawasan itu.
Artikel ini telah tayang di detikProperti.
(iqk/iqk)
