Round-up

Maut Menjemput Saat Plafon Roboh di Pasar Sehat Soreang

Tim detikJabar - detikJabar
Selasa, 17 Mar 2026 08:00 WIB
Kondisi area atap plafon Pasar Sehat Sehat Soreang, Kabupaten Bandung (Foto: Yuga Hassani)
Bandung -

Insiden mengerikan terjadi di Pasar Sehat Soreang, Kabupaten Bandung pada Senin (16/3/2026) siang. Plafon pasar tiba-tiba ambruk dan menimpa orang-orang di bawahnya. Akibat kejadian ini, satu orang dilaporkan meninggal dunia.

Korban meninggal setelah tertimpa material plafon yang terbuat dari beton. Akibatnya, korban meninggal seketika di lokasi kejadian. Selain itu, tiga orang lainnya mengalami luka-luka akibat insiden ini dan langsung dibawa ke rumah sakit.

Agus Diman salah seorang pedagang dan saksi menuturkan, sebelum ambruk, kondisi plafon pasar sudah lebih dulu retak sebelumnya. Akibatnya, 13 kios pedagang juga rusak tertimpa material.

"Emang sudah retak sebelumnya. Ditambah kan ada gilingan (tepung) mesin. Jadi ada getaran gitu. Kejadiannya sekitar jam 12.30 WIB," ujar Agus Diman (50), saat ditemui di lokasi.

"Enggak ada (angin). Ya, tiba-tiba roboh. Jadi udah dari dulu retak di sebelah sini mah. Udah gede retaknya," katanya.

Agus yang melihat langsung detik-detik ambruknya plafon pasar ini mengungkapkan, korban meninggal merupakan pengunjung pasar. Sementara pedagang kata dia, berada di dalam kios.

"(Korban meninggal dunia) itu yang belanja. Kalau pedagangnya mah ada di dalam, yang belanjanya (yang tertimpa). Pedagangnya alhamdulillah selamat," bebernya.

Kasus ambruknya plafon Pasar Sehat Soreang ini selanjutnya diselidiki pihak kepolisian. Penyelidikan dilakukan karena munculnya korban jiwa akibat insiden tersebut.

Kapolresta Bandung Kombes Aldi Subartono mengatakan, penyelidikan akan melibatkan tim dari Satreskrim Polresta Bandung dengan metode saintifik. Bahkan Aldi menyebut Polda Jabar juga turun membantu proses penyelidikan.

"Betul sekali, Satreskrim Polresta Bandung sedang melakukan penyelidikan terkait peristiwa ini karena ada korban meninggal dunia ya," ujar Aldi Subartono saat ditemui di lokasi kejadian.

"Jadi kami akan memastikan penyelidikan secara saintifik ya. Nanti akan kita lihat bagaimana perkembangannya," sambungnya.

Menurut Aldi, penyidik bakal menurunkan tim ahli untuk mengecek kondisi fisik bangunan sebelum peristiwa maut itu terjadi.

"Kami akan periksa ahli untuk menentukan standar bangunannya ini. Bagaimana kondisinya itu nanti akan kita tentukan nanti setelah secara komprehensif kita mengumpulkan fakta-fakta, keterangan saksi dan keterangan saksi," jelasnya.

Upaya Pemkab Bandung

Wakil Bupati Bandung Ali Syakieb Foto: Yuga Hassani/detikJabar

Wakil Bupati Bandung Ali Syakieb menyampaikan duka cita mendalam atas peristiwa tersebut, terutama karena adanya korban jiwa dan korban luka berat.

"Info terakhir yang saya dapat, ada satu korban meninggal dunia dan tiga orang lainnya luka-luka. Yang jelas ini menjadi peringatan bagi kita semua," ujar Ali.

Ia mengatakan Pemkab Bandung mendukung proses penyelidikan yang dilakukan kepolisian guna mengungkap penyebab kejadian secara terbuka kepada masyarakat.

"Polisi sudah melakukan olah TKP dan mengecek kesalahannya di mana, ataupun misalnya ada kelalaian. Itu kita harus tahu dulu dari mana," katanya.

Ali mengungkapkan secara umum kondisi bangunan pasar tidak terlihat mengalami kerusakan besar. Namun, bagian yang ambruk berada pada plafon yang menaungi sekitar 13 kios.

"Di situ katanya ada beberapa kios yang buka. Mungkin ada alat penggilingan juga yang potensinya menimbulkan getaran cukup besar," ucapnya.

Ia menambahkan bangunan Pasar Sehat Soreang diketahui dibangun pada 2020 atau sekitar enam tahun lalu.

"Kebetulan bangunan ini juga dibangun pada 2020. Jadi kalau kita lihat sekarang, berarti hampir enam tahun," tambahnya.

Saat ini, pihaknya masih menunggu hasil penyelidikan kepolisian, termasuk terkait keberadaan sertifikat laik fungsi bangunan.

"Tadi juga sempat dipertanyakan apakah sertifikat laik fungsinya ada atau tidak. Kita tinggal menunggu hasilnya seperti itu," bebernya.

Pemkab Bandung juga akan terus berkoordinasi dengan dinas terkait mengenai kondisi kios yang terdampak serta dengan pengelola Pasar Sehat Soreang.

"Kami khawatir jangan sampai 13 kios yang roboh ini saja, tetapi yang lain dianggap aman. Alhamdulillah tim dari PUTR sudah menuju lokasi untuk mengecek kelayakan bangunan. Jangan sampai, naudzubillah min zalik, merambat ke bagian lain," kata Ali.

Selain itu, Pemkab Bandung akan memastikan kondisi tiga korban yang mengalami luka berat. Sementara korban meninggal dunia masih menjalani proses autopsi.

"Yang jelas setelah ini saya akan mengecek kondisi tiga korban luka. Mereka dirawat di RS Hermina, begitu juga korban meninggal dunia. Insyaallah saya akan menemui para korban," pungkasnya.




(bba/yum)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork