Polisi Dalami Ambruknya Plafon Pasar Sehat Soreang Tewaskan 1 Orang

Polisi Dalami Ambruknya Plafon Pasar Sehat Soreang Tewaskan 1 Orang

Yuga Hassani - detikJabar
Senin, 16 Mar 2026 16:50 WIB
Kondisi area atap plafon Pasar Sehat Sehat Soreang, Kabupaten Bandung
Kondisi area atap plafon Pasar Sehat Sehat Soreang, Kabupaten Bandung (Foto: Yuga Hassani/detikJabar).
Kabupaten Bandung -

Polisi menyelidiki lokasi ambruknya plafon di Pasar Sehat Soreang, Kabupaten Bandung, Senin (16/3/2026). Insiden tragis tersebut mengakibatkan satu orang tewas dan tiga orang mengalami luka berat.

Peristiwa itu terjadi pada pukul 13.30 WIB. Polisi segera bergerak cepat melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan memasang garis polisi di area reruntuhan.

"Betul sekali, Satreskrim Polresta Bandung sedang melakukan penyelidikan terkait peristiwa ini karena ada korban meninggal dunia ya," ujar Kapolresta Bandung Kombes Aldi Subartono, saat ditemui di lokasi kejadian.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Aldi mengungkapkan, tim dari jajaran Polda Jawa Barat turut turun tangan menangani permasalahan tersebut. Langkah ini dilakukan guna mengungkap penyebab pasti di balik musibah ambruknya plafon tersebut.

"Jadi kami akan memastikan penyelidikan secara saintifik ya. Nanti akan kita lihat bagaimana perkembangannya," katanya.

ADVERTISEMENT

Aldi mengaku saat ini pihaknya masih fokus melakukan penyelidikan dan pemeriksaan melibatkan tim ahli konstruksi. Hal ini dilakukan untuk mengetahui secara pasti kondisi fisik dari bangunan tersebut.

"Kami akan periksa ahli untuk menentukan standar bangunannya ini. Bagaimana kondisinya itu nanti akan kita tentukan nanti setelah secara komprehensif kita mengumpulkan fakta-fakta, keterangan saksi dan keterangan saksi," jelasnya.

Kondisi area atap plafon Pasar Sehat Sehat Soreang, Kabupaten BandungKondisi area atap plafon Pasar Sehat Sehat Soreang, Kabupaten Bandung (Foto: Yuga Hassani/detikJabar).

Sebanyak 13 plafon kios dilaporkan ambruk dalam peristiwa tersebut. Aldi menyebutkan bahwa material tembok yang runtuh menimpa sejumlah warga hingga mengakibatkan luka berat dan kematian.

"Informasi sementara ada korban empat orang, tiga dibawa ke rumah sakit, satu meninggal dunia," ungkapnya.

Menurutnya, petugas gabungan memprioritaskan proses evakuasi korban meninggal dunia dan luka berat. Setelah proses evakuasi selesai, polisi langsung melakukan penyelidikan mendalam atas kasus tersebut.

"Pertama menolong korban dulu ya. Kemudian langkah berikutnya adalah kami melaksanakan serangkaian penyelidikan terhadap peristiwa ini ya. Nanti kita lihat fakta-fakta yang ada terkait bagaimana kontruksi bangunannya," bebernya.

Keempat korban dilarikan oleh petugas ke Rumah Sakit Hermina, Soreang. Tiga korban langsung mendapatkan perawatan medis, sementara satu korban meninggal dunia menjalani proses autopsi.

"Korban meninggal dunia kita bawa ke rumah sakit ya untuk kita lakukan identifikasi. Kemudian akan kita autopsi penyebab kematiannya," tegasnya.

Aldi mengimbau pengelola pasar dan dinas terkait untuk segera mengidentifikasi kelaikan bangunan tersebut. Hal ini penting untuk memastikan keamanan konstruksi dan mencegah kejadian serupa terulang.

"Sehingga ketika nanti sudah diidentifikasi dan ada potensi juga rawan ambruk. Maka kami menghimbau agar diambil langkah-langkah apakah tutup sementara atau bagaimana ya. Jangan sampai ada korban-korban jiwa berikutnya," bebernya.

"Oleh karena itu saya minta segera ini pengelola pasar, dinas terkait yang mengambil langkah-langkah untuk mengecek kembali kondisi bangunan yang ada yang lainnya yang di tahun dibangun yang sama," pungkasnya.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Video: Penampakan Hajatan Meriah di Tengah Banjir Dayeuhkolot Bandung"
[Gambas:Video 20detik]
(mso/mso)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads