Arus mudik Lebaran di wilayah Kabupaten Ciamis tahun ini menyuguhkan pemandangan berbeda. Polres Ciamis mendirikan Pos Terpadu Operasi Ketupat Lodaya 2026 dengan konsep budaya khas Kerajaan Galuh. Pos pelayanan ini tak sekadar pusat pengamanan, tapi juga ruang istirahat nyaman bagi pemudik yang melintasi Tatar Galuh.
Nuansa budaya lokal ini sengaja diusung sebagai inovasi pelayanan kepada masyarakat. Ornamen bertema Kerajaan Galuh menjadi sarana memperkenalkan sejarah dan identitas daerah kepada para pemudik yang singgah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di tengah padatnya arus mudik, pos ini diharapkan memberikan suasana yang lebih ramah dan humanis. Pemudik tak hanya mendapat layanan pengamanan lalu lintas, tapi juga tempat melepas lelah yang representatif sebelum melanjutkan perjalanan.
Menunjang kenyamanan pemudik, pos terpadu ini dilengkapi berbagai fasilitas gratis, mulai dari area istirahat, ruang laktasi (ibu menyusui), area bermain anak, hingga akses WiFi bagi para pengunjung.
Menariknya, pengemudi yang merasa kelelahan bisa menikmati layanan pijat gratis yang disediakan di lokasi. Fasilitas ini dihadirkan agar kondisi fisik pengendara tetap prima sehingga perjalanan mudik dapat berlangsung lebih aman.
Suasana di pos terpadu pun kian santai dengan suguhan live music yang digelar setiap sore. Bagi pemudik yang singgah, hiburan ini menjadi penyegar di tengah perjalanan panjang menuju kampung halaman.
Kapolres Ciamis AKBP Hidayatullah menyatakan, konsep pelayanan tersebut merupakan bagian dari upaya kepolisian untuk memberikan pelayanan terbaik selama pelaksanaan Operasi Ketupat Lodaya 2026.
"Dengan menghadirkan konsep pelayanan yang humanis dan berbasis budaya lokal, kami berharap masyarakat dapat merasakan kenyamanan serta keamanan selama perjalanan mudik," ujarnya, Selasa (17/3/2026).
Ia pun mengimbau para pemudik agar tetap mengutamakan keselamatan saat berkendara. Jika merasa lelah, pengendara sangat disarankan untuk beristirahat di pos pelayanan yang telah disediakan.
Inovasi pelayanan tersebut menuai respons positif dari masyarakat. Selain memberikan rasa aman, keberadaan pos bernuansa budaya ini dinilai menjadi sarana efektif memperkenalkan kekayaan budaya Ciamis kepada masyarakat luas yang melintas di jalur mudik.
"Inovasi pelayanan ini sangat positif. Selain memberikan rasa aman bagi pemudik, pos bernuansa budaya seperti ini juga menjadi cara untuk memperkenalkan kekayaan budaya Ciamis kepada masyarakat luas yang melintas di jalur mudik," ujar Asep Ahmad, salah seorang warga.
(orb/orb)
