Kesaksian Pedagang Saat Plafon Pasar Sehat Soreang Ambruk

Kabupaten Bandung

Kesaksian Pedagang Saat Plafon Pasar Sehat Soreang Ambruk

Yuga Hassani - detikJabar
Selasa, 17 Mar 2026 07:00 WIB
Pedagang Beras, Elis Mia (40) saat berbincang dengan awak media di Pasar Sehat Soreang, Kabupaten Bandung, Senin (16/3/2026).
Pedagang Beras, Elis Mia (40) saat berbincang dengan awak media di Pasar Sehat Soreang, Kabupaten Bandung, Senin (16/3/2026). (Foto: Yuga Hassani/detikJabar)
Bandung -

Panas mentari di tengah hiruk pikuk pasar berubah mencekam kala plafon kios ambruk di Pasar Sehat Soreang, Kabupaten Bandung, Senin (16/3/2024). Deretan plafon pada 13 kios ambruk tak bersisa.

Dalam peristiwa mencekam itu, seorang ibu meratapi kondisi di depan kiosnya yang hancur. Air mata menetes saat ia mengingat kembali peristiwa yang terjadi begitu cepat tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Perempuan berhijab yang tengah dilanda kesedihan itu adalah Elis Mia (40). Sehari-hari, ia mencari nafkah dengan berjualan beras, berderet dengan kios-kios lainnya.

Saat kejadian, ia tengah beristirahat usai kiosnya dipasok beras oleh distributor. Di tengah cuaca terik dan suasana pasar yang cenderung sepi, ia dikejutkan oleh ambruknya plafon secara tiba-tiba.

ADVERTISEMENT

"Jadi kejadiannya sekitar jam 12.30 WIB. Lagi sepi kan pada ke masjid. Pas kan udah salat Dzuhur, saya juga mau salat Dzuhur, cuman datang barang. Pas sudah datang barang, terus udah beres ah duduk dulu, pas duduk dulu langsung ambruk aja. Sekejap mata itu mah," ucap Elis, sambil menahan tangis.

Elis mengaku sedang berada di dalam kios seorang diri saat kejadian. Ia tidak merasakan tanda-tanda awal seperti retakan atau kerusakan bangunan sebelum ambruk.

"Jadi enggak ada, enggak ada getaran, enggak ada apa-apa juga langsung brek aja. Enggak ada angin. Kalau misalnya waktu kayak waktu itu kan ada waktu ada angin puting beliung. Tapi ini memang enggak ada, enggak ada angin langsung brek aja," katanya.

Ia mengaku tak kuasa saat melihat korban meninggal dunia akibat tertimpa reruntuhan. Elis pun terus memanjatkan doa kepada Allah SWT.

"Iya, itu tadi ngelihat (korban meinggal dunia tertimpa), ngeri lah kondisinya. Korban kayanya yang beli terigu. Posisinya ketimpa reruntuhan beton, dia posisinya di luar kios," kata Elis.

Setelah situasi terlihat mereda, ia langsung keluar dari kios beras miliknya. Di sana, ia mendapati sepeda motornya turut tertimpa material reruntuhan.

"Saya langsung ke luar da takut. Alhamdulillah saya engga ada luka, cuma trauma lah, takut. Apalagi dulu pernah kejadian angin puting beliung," tegasnya.

Menurutnya, terdapat 13 kios yang plafonnya turut ambruk. Kios-kios tersebut rata-rata merupakan tempat penggilingan terigu, bumbu, dan kelapa.

"Alhamdulillah saya mah bisa langsung ke luar. Kalau yang di sana mah kan susah. Kayak Bu Haji tepung susah tadi sampai di bantu. Kalau kios yang lain mah pada parah kondisinya," ungkapnya.

Elis menyebut telah menempati kios tersebut sejak pembangunan pertama pada 2020. Peristiwa plafon ambruk ini merupakan yang pertama kali terjadi.

"Jadi kan masih baru, bangunan baru. Sejak berdiri aja dari tahun 2020, sekitar lima tahun lalu. Makanya saya mah pengennya mah segera diperbaiki aja. Apalagi sekarang kan mau lebaran, pasti lagi rame-ramenya," pungkasnya.

(orb/orb)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads