Waspada Bibit Siklon 90S di Selatan Jabar, Ini Dampaknya

Wisma Putra - detikJabar
Selasa, 03 Mar 2026 14:14 WIB
Bibit Siklon Tropis 90S diperkirakan berada di Samudra Hindia. Foto: X/BMKG
Bandung -

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melalui Tropical Cyclone Warning Center (TCWC) Jakarta mengeluarkan peringatan dini terkait kemunculan Bibit Siklon Tropis 90S.

Berdasarkan analisis BMKG pada Selasa (3/3/2026) pukul 07.00 WIB, pusat sirkulasi berada di sekitar 11.6°LS 106.9°BT di Samudra Hindia selatan Banten-Jawa Barat.

Kecepatan angin maksimum yang terpantau saat ini 25 knot atau 46 km/jam dengan tekanan udara minimum 1003 hPa. Analisis satelit dalam 12 jam terakhir menunjukkan adanya peningkatan aktivitas konvektif dan terpantau adanya pembentukan deep convective di sekitar pusat sistem.

"Persebaran aktivitas konvektif terpantau di wilayah selatan pesisir Pulau Jawa yang mencakup wilayah Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, hingga Jawa Timur," kata Kepala Stasiun Geofisika BMKG Bandung Teguh Rahayu dalam keterangan tertulisnya, Selasa (3/3/2026).

Ayu, sapaan karib Teguh Rahayu, mengungkapkan analisis angin per lapisan menunjukkan sirkulasi pada lapisan permukaan hingga lapisan atas. Pada lapisan permukaan terpantau sirkulasi yang sudah terpusat di sekitar sistem dengan angin maksimum berada di utara hingga timur laut sistem. Pada lapisan 850 hPa, terpantau pusat sirkulasi bergeser pada sebelah timur sistem dan lapisan 700-500 hPa, sirkulasi terpantau masih melebar ke arah barat dari pusat sistem.

Menurut Ayu, Bibit Siklon Tropis 90S didukung oleh kondisi lingkungan di antaranya aktifnya MJO dan gelombang atmosfer Equatorial Rossby, Low Frequency, dan Kelvin. Selain itu, suhu muka laut yang hangat (30-32°C), kelembapan udara yang basah pada setiap lapisan, serta vortisitas yang mendukung dan divergensi lapisan atas masuk dalam kategori kuat.

"Namun, vertical wind shear dalam kategori tinggi, konvergensi lapisan bawah yang belum mendukung, juga terdapat intrusi udara kering dari sebelah barat daya pada lapisan 700-500 hPa dapat menghambat pertumbuhan dari sistem ini," ungkapnya.

Berdasarkan prediksi BMKG, dalam 24 jam ke depan intensitas Bibit 90S diprakirakan meningkat perlahan yang ditandai dengan sirkulasi yang semakin terpusat pada setiap lapisan, dan bergerak ke arah timur.

Sementara dalam 36-48 jam ke depan, Bibit 90S diprakirakan akan meningkat dan mencapai intensitas siklon tropis kategori 1 pada 4 Maret 2026. Namun, dalam 72 jam ke depan sistem tersebut diperkirakan akan menurun kembali intensitasnya menjadi tropical low seiring dengan pengaruh dari sistem lain yang ada di sekitarnya.

"Secara umum, potensi bibit 90S menjadi siklon tropis dalam 24-48 jam ke depan dalam kategori peluang sedang-tinggi, sementara dalam 72 jam dalam kategori peluang rendah," terangnya.

"Bibit Siklon Tropis 90S memberikan dampak tidak langsung terhadap kondisi cuaca dan wilayah perairan di Indonesia dalam 24 jam ke depan hingga tanggal 4 Maret 2026 pukul 07.00 WIB, berupa hujan sedang hingga lebat di wilayah Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta dan Jawa Timur," tambahnya.

Tinggi gelombang kategori sedang (1,25-2,5 meter) berpeluang terjadi di Samudra Hindia barat Kepulauan Mentawai dan Selat Sunda. Sementara gelombang kategori tinggi (2,5-4 meter) diprediksi terjadi di Samudra Hindia Barat Bengkulu hingga Lampung dan Samudra Hindia Selatan Banten hingga Bali.




(wip/sud)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork