Cerita Ayi Bertahan Hidup di Gunung Salak Usai 2,5 Tahun Hilang

Cerita Ayi Bertahan Hidup di Gunung Salak Usai 2,5 Tahun Hilang

Ikbal Selamet - detikJabar
Rabu, 03 Jun 2026 14:41 WIB
Ayi, pria Cianjur yang ditemukan di Lereng Gunung Salak kini sudah berada di rumah
Ayi, pria Cianjur yang ditemukan di Lereng Gunung Salak kini sudah berada di rumah (Foto: Ikbal Selamet/detikJabar).
Cianjur -

Ayi Solehudin (45) ditemukan di lereng Gunung Salak, Kabupaten Sukabumi, usai 2,5 tahun hilang. Terungkap bahwa Ayi yang berasal dari Kampung Babakansirna, Desa Sukajadi, Kecamatan Campaka, Cianjur itu sudah sekitar dua pekan berada di Gunung Salak.

Ujang Sulaeman (53), kakak Ayi, mengatakan bahwa adiknya ditemukan dalam kondisi yang cukup memprihatinkan pada Senin (25/5/2026) lalu di area jalur pendakian ilegal Gunung Salak.

"Keluarga dapat informasi jika Ayi ada di Gunung Salak dari pak Kades. Yang menemukan di sana, langsung memeriksa identitas setelah evakuasi adik saya. Kemudian menginformasikan ke kami. Di hari itu juga langsung dijemput ke rumah," ujar Ujang, Rabu (3/6/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut dia, Ayi memang sudah menghilang sejak 2,5 tahun lalu. Keluarga sudah berusaha mencari, tetapi kerap kehilangan jejaknya.

ADVERTISEMENT

"Sehari-hari dia tinggal di rumahnya dengan anaknya yang paling tua. Tapi tiba-tiba pergi. Biasanya hanya pergi sekitaran kampung. Tapi saat itu tidak ditemukan, kemudian setelah 2,5 tahun ditemukan di Gunung Salak," ungkap dia.

Dia menjelaskan, adiknya mengalami gangguan kejiwaan sehingga kerap berjalan-jalan dan berbicara sendiri. "Sudah sekitar 5 tahun mengalami gangguan kejiwaannya. Sempat sembuh, tapi kambuh lagi," kata dia.

Ujang mengatakan bahwa adiknya tersebut diduga berada di kawasan Gunung Salak cukup lama dan kekurangan makanan. Sebab sebelum hilang, kondisi badannya cukup gemuk, tetapi saat ditemukan kondisinya sangat kurus dan lemas.

"Selama hilang kurang makan, ditambah di dalam hutan juga susah cari makanan. Kalau sekarang kondisinya sudah mulai membaik, tapi masih lemas," kata dia.

Di sisi lain, Ayi Solehudin mengatakan bahwa dirinya berada di Gunung Salak selama dua pekan. Dalam pikirannya, Ayi seolah diajak oleh seseorang ke dalam hutan.

"Diajak adik ke sana. Dua Minggu di sana," ungkap Ayi sambil terbata-bata.

Selama di dalam hutan Gunung Salak, Ayi memakan apa saja yang ditemukan untuk dapat bertahan hidup.

"Makan nasi, makan apa saja di sana," ujar dia.

Sementara itu, Kepala Puskesmas Campaka Tito mengatakan kondisi Ayi mulai membaik setelah ditangani rutin oleh Puskesmas Campaka.

"Awalnya memang kekurangan makanan sehingga lemas. Tapi sekarang sudah membaik dan kami pantau secara rutin kondisi kejiwaan serta fisiknya," kata dia.

Diberitakan sebelumnya, sejumlah video yang merekam evakuasi dramatis seorang pria kurus di lereng Gunung Salak, Kabupaten Sukabumi, viral di media sosial dan aplikasi perpesanan.

Di balik rekaman menegangkan tersebut, terungkap fakta mengejutkan bahwa pria malang itu adalah warga Kabupaten Cianjur yang telah menghilang selama tiga tahun.

Berdasarkan penelusuran detikJabar, peristiwa penemuan ini terjadi pada Senin (25/5/2026) di area jalur pendakian ilegal Gunung Salak. Pria tersebut pertama kali ditemukan oleh warga yang sedang mengecek saluran air di kawasan hutan.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Video: Komponen Kereta Dilepas Satu per Satu Saat Proses Evakuasi"
[Gambas:Video 20detik]
(mso/mso)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads