Insiden keributan seorang lurah di Kota Bandung perlahan menemukan titik terang. Lurah tersebut ternyata ngamuk-ngamuk dan sempat menyemprot seorang perempuan yang diketahui menjabat sebagai kepala puskesmas.
Berdasarkan informasi yang dihimpun detikJabar, Rabu (3/6/2026), peristiwa itu terjadi di kantor Balai RW 6 Kelurahan Margasuka, Kota Bandung (sebelumnya ditulis puskesmas). Kebetulan saat itu, tempat tersebut sedang menggelar posyandu yang berbarengan dengan agenda puskesmas keliling.
Dari kesaksian warga sekitar, saat itu, Lurah Margasuka berinisial D tersebut datang bersama istrinya. Di tengah agenda yang sibuk-sibuknya, istri si lurah justru melontarkan permintaan pelatihan dengan ngotot kepada kepala puskesmas berinisial I.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jadi di sini kan lagi ada pelayanan (posyandu dan puskesmas keliling). Terus (istri lurah) minta ngadain pelatihan tensi darah. Nah setelah itu, Ibu I bukan menolak, bilangnya kalau itu harus dibicarakan di puskesmas atau ke kelurahan kata Bu I teh," kata M Hambali, penjaga kantor RW 6 Kelurahan Margasuka.
Tanpa diketahui motifnya, perbincangan itu jusru berubah cekcok antara istri lurah dengan kepala puskesmas. Si lurah lalu ikut datang dan langsung menggebrak meja yang membuat suasana makin memanas.
"Ibu Lurah bilangnya Bu I itu katanya ngelak, ngeyel. Bukan ngeyel kan ini lagi tugas, lagi melayani pasien. Nanti aja katanya dibicarakan dulu, karena ini juga kan ini lagi pelatihan sama-sama, kan banyak di sini warga yang ikut di posyandu," ujarnya.
"Nah setelah itu baru karena si ibu lurah bilang ibu I ngeyel terus, mungkin si ibu I juga marah. Soalnya kan bilangnya nanti, kalau mau dibicarakan nanti. Nah setelah itu, si Pak Lurah marah. Gebrak meja lah," tambahnya.
Suasana langsung berubah tak kondusif. Cekcok adu mulut pun tak terhindarkan antara lurah dan istrinya dengan kepala puskesmas. Beberapa orang kemudian coba melerai, meski ada yang kena sikut saat cekcok itu terjadi.
"Ya udah enggak kondusif, untungnya masih bisa dilerai. Terus pelayanan mah enggak keganggu, sampai hansip juga ada yang kena sikut," tuturnya.
Insiden tersebut memang bisa dilerai. Namun, menurut Hambali, tak ada permintaan maaf apapun dari lurah itu meskipun telah membuat keributan.
"Setahu saya enggak ada. Langsung pergi mereka, enggak ada permintaan maaf," pungkasnya.
detikJabar sudah berusaha mengonfirmasi secara langsung lurah maupun kepala puskesmas. Namun setelah didatangi ke kantornya masing-masing, keduanya dikabarkan sedang dipanggil BKPSDM Kota Bandung.
(ral/sud)
