Jabar Hari Ini: Ibu Bekap Anak di Subang, Warga Lawan Kalajengking

Tim detikJabar - detikJabar
Jumat, 20 Feb 2026 22:00 WIB
Infografik Jabar Hari Ini Jumat 20 Februari 2026 (Foto: NotebookLM)
Bandung -

Berbagai peristiwa menarik terjadi di Jawa Barat hari ini Jumat (20/2/2026) beberapa diantaranya memantik perhatian pembaca detikJabar. Riuh duel warga lawan Kalajengking Jumbo di Sukabumi, seorang ASN Pemkot Cimahi diduga lakukan penipuan hingga kabar Persib terancam sanksi usiran hingga denda miliaran.

Berikut ringkasan berita yang dihimpun dalam Jabar hari ini,

Duel Warga Vs Kalajengking Jumbo di Sukabumi

Suasana sahur di Perumahan Frinanda Bhayangkara, Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, mendadak mencekam.
Seekor kalajengking berukuran jumbo sebesar telapak tangan orang dewasa tiba-tiba masuk ke rumah warga, memicu kehebohan di tengah rutinitas sahur pada Jumat (20/2/2026) sekitar pukul 03.45 WIB.

Peristiwa ini terjadi di kediaman warga bernama Dadan. Saat keluarga sedang bersiap menyelesaikan santap sahur, Dadan dikejutkan pergerakan benda hitam mengilap di lantai. Begitu disorot, ternyata seekor kalajengking dengan capit besar tengah merayap masuk.

"Ayah saya langsung teriak kencang, katanya ada kalajengking! Kami semua yang lagi sahur langsung loncat, kaget," ujar Vano, putra pemilik rumah, kepada detikJabar, Jumat (20/2/2026).

Melihat hewan berbisa itu bergerak lincah, Vano sigap mengambil sapu lidi dan sebuah wadah plastik. Namun, proses evakuasi berlangsung dramatis.

Kalajengking itu ternyata sangat agresif. Saat Vano mencoba mengarahkan badannya ke dalam wadah, bagian ekor kalajengking tersebut berkali-kali menghantam gagang sapu.

"Pas saya tekan sedikit pakai ujung sapu biar nggak kabur, ekornya langsung melengkung tajam ke atas. Benar-benar galak, dia menyerang membabi buta. Kedengaran suara tak-tak berkali-kali karena sengatannya menghantam gagang sapu. Kalau telat sedikit, tangan saya bisa kena," kenang Vano mendeskripsikan momen menegangkan tersebut.

Setelah aksi saling 'serang' selama beberapa menit, Vano akhirnya berhasil menggiring kalajengking hitam pekat itu ke dalam wadah dan menutupnya rapat-rapat tepat sebelum sirene imsak berbunyi.

Seorang ASN Pemkot Cimahi Diduga Lakukan Penipuan Berkedok Loker

Seorang ASN di lingkungan kantor Pemerintahan Kota Cimahi diduga telah melakukan penipuan terhadap beberapa orang berkedok lowongan pekerjaan sebagai ASN di sebuah kementerian.

Dugaan penipuan itu terungkap setelah korban melalui akun instagram @ne.zha_headline mengunggah kasus tersebut. Dalam unggahannya, ia mengungkapkan bahwa 'oknum PNS Kesbangpol Cimahi menawarkan pekerjaan dengan uang pelicin, tapi hasilnya zonk dan uangnya dibawa kabur oleh beliau'.

Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Cimahi, Sugeng Budiono, membenarkan kabar tersebut. Pihaknya saat ini terus berusaha memanggil oknum ASN yang diduga menipu warga luar Cimahi itu.

"Sesuai pengaduan dari masyarakat, terkait penipuan. Informasinya dugaan lowongan pekerjaan, hanya saja kita belum bertemu langsung dengan oknum ASN tadi sampai sekarang," kata Sugeng saat ditemui, Jumat (20/2/2026).

Ia sudah melakukan dua kali pemanggilan terhadap ASN tersebut. Di luar pemanggilan resmi, ia juga sudah mencoba menghubungi yang bersangkutan secara pribadi dan meminta bertemu, namun masih belum berhasil.

"Sudah dari panggilan pertama dia enggak datang, ada toleransi 7 hari. Kemudian pemanggilan kedua, saya pribadi sudah lebih dari 5 kali ngajak ketemu tapi mangkir terus," kata Sugeng.

Di sisi lain, ASN tersebut dikabarkan sudah tidak masuk kantor selama beberapa bulan. Hal tersebut menggiring proses penjatuhan sanksi kepada yang bersangkutan karena lalai dalam tugasnya sebagai seorang abdi negara.

"Ya sekarang sedang proses untuk penjatuhan disiplin. Jadi nanti akan di BAP oleh In absentia, jadi proses tetap berjalan. Terhitung beberapa bulan lalu masih ada absen, cuma enggak hadir langsung ke kantor," kata Sugeng.

Persib Terancam Sanksi Usiran hingga Denda Miliaran

Kericuhan yang terjadi seusai laga Persib Bandung kontra Ratchaburi FC di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Rabu (18/2/2026), bukan sekadar luapan kekecewaan. Insiden itu berpotensi berbuntut panjang, sanksi berat dari AFC kini menanti di depan mata.

Kekecewaan karena Persib gagal lolos ke 8 besar ACL 2 serta ketidakpuasan terhadap kepemimpinan wasit asal Arab Saudi, Majed Mohammed Alshamrani berubah menjadi kekacauan. Puluhan oknum suporter turun ke lapangan setelah peluit panjang dibunyikan.

Mereka tak hanya masuk ke area pertandingan, tetapi juga melakukan perusakan fasilitas, mengejar ofisial wasit dan tim tamu, bahkan melakukan pemukulan terhadap juru foto di belakang gawang sisi selatan.

Semua kejadian itu terekam jelas dan beredar luas di media sosial. Sebelum laga usai, situasi sebenarnya sudah memanas. Petasan dan lemparan botol air kemasan menghiasi pertandingan. Para pemain Ratchaburi yang tengah melakukan pemanasan di tepi lapangan pun menjadi sasaran lemparan.

Insiden terbaru ini memperburuk catatan disiplin Persib di mata AFC. Sebelumnya, pada 21 Januari 2026, Persib dijatuhi denda total USD 30.000 atau sekitar Rp503,7 juta akibat pelanggaran disiplin dalam ajang AFC Champions League Two 2025/26.

Dalam sidang Komite Disiplin dan Etik AFC, Persib dinyatakan melanggar tiga ketentuan saat menjamu Bangkok United pada 10 Desember 2025 di GBLA. Penonton menyalakan sedikitnya sembilan flare atau benda mudah terbakar selama pertandingan berlangsung.

Tak hanya itu, AFC juga menilai Persib gagal memastikan jalur publik seperti koridor, tangga, pintu, gerbang, dan jalur evakuasi tetap steril. Penonton yang menghalangi akses tersebut dianggap berpotensi membahayakan keselamatan. Klub pun dinilai lalai dalam menjalankan regulasi pengamanan dan ketertiban stadion.

Dengan riwayat pelanggaran tersebut, kericuhan terbaru jelas memperberat posisi Persib di hadapan AFC.

Pakar hukum olahraga, Eko Noer Kristiyanto atau yang akrab disapa Eko Maung menilai tindakan oknum suporter justru merugikan klub dan bobotoh sendiri. Bahkan Eko menyebut mereka yang merusuh adalah pihak yang tidak bertanggung.

"Menyesalkan sekali, itu benar-benar orang gak jelas, teu puguh. Itu orang-orang yang gak bertanggung jawab, gak jelas terus tidak memberi apapun untuk Persib," ujar Eko, Jumat (20/2/2026).

Menurutnya, aksi tersebut sama sekali tidak membela klub. Sebaliknya, apa yang dilakukan oleh segelintir orang-orang yang dia sebut "teu puguh" atau tidak jelas itu justru merugikan Persib dan bobotoh secara umum.

"Persib gak merasa dibela dengan itu, justru sangat dirugikan. Bukan cuma Persib, tapi Bobotoh karena sanksinya nanti bisa berkolerasi dengan kiprah kita di Asia tahun depan," tegasnya.

Eko memperingatkan, sanksi yang dijatuhkan AFC bisa jauh lebih berat dari sebelumnya. Bukan hanya denda besar, tetapi juga kemungkinan larangan menggunakan GBLA sebagai kandang di kompetisi Asia.

Ancaman bermain tanpa penonton atau bahkan harus memindahkan laga kandang ke luar Bandung bukanlah skenario mustahil. AFC dikenal tegas dalam urusan keselamatan dan keamanan pertandingan, apalagi jika pelanggaran terjadi berulang.

"Bisa jadi nanti Persib lolos AFC, main di Asia tapi GBLA gak bisa jadi home base, itu sangat mungkin itu sanksinya. Kalau denda jelas gede itu, ratusan juta sampai miliaran bisa," katanya.




(yum/yum)

Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork