Bos Persib Blak-blakan soal Kondisi Rumput GBLA

Bos Persib Blak-blakan soal Kondisi Rumput GBLA

Dadang Hermansyah - detikJabar
Selasa, 08 Sep 2026 17:30 WIB
Koreo Persib Vs PSM di GBLA, Minggu (6/9/2026)
Kondisi rumput Stadion GBLA saat Persib Bandung menjamu PSM Makasar (Foto: Wisma Putra/detikJabar).
Bandung -

Kondisi rumput Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) kembali menjadi sorotan saat Persib Bandung menjamu PSM Makasar. Permukaan lapangan dinilai belum berada dalam kondisi ideal, bahkan persoalan tersebut turut dirasakan tim lawan saat bertandang ke markas Maung Bandung.

Deputy CEO PT Persib Bandung Bermartabat (PBB) Adhitia Putra Herawan buka suara mengenai kondisi rumput GBLA. Ia menjelaskan bahwa penggunaan stadion tersebut sebenarnya bukan pilihan awal Persib untuk menggelar pertandingan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hal itu disampaikan Adhitia saat menghadiri peluncuran tim satelit Persib, PSGC Ciamis, menjelang kompetisi Liga 2 musim 2026/2027 di Ciamis, Selasa (8/9/2026).

Menurut Adhitia, Persib sebelumnya berencana menggunakan Stadion Si Jalak Harupat sebagai kandang. Namun, rencana tersebut berubah setelah adanya keputusan dari PSSI yang membuat Persib tidak memiliki banyak pilihan.

ADVERTISEMENT

"Tadinya mau di Si Jalak Harupat. Memang tiba-tiba sama PSSI nggak boleh. Jadi ya mau nggak mau, nggak ada opsi," ujar Adhitia.

Ia mengakui kondisi rumput GBLA sebenarnya belum ideal untuk digunakan dalam pertandingan. Proses pemulihan rumput membutuhkan waktu agar kembali dalam kondisi yang lebih baik.

"Mestinya memang nggak boleh dipakai dulu. Baru selesai mungkin di akhir September. Makanya Insyaallah di Oktober sudah lebih ready," katanya.

Adhitia menjelaskan, pertumbuhan rumput juga tidak bisa dipercepat begitu saja. Terlebih, kondisi cuaca di Bandung dalam beberapa bulan terakhir turut menjadi kendala karena mengalami musim kemarau cukup panjang.

"Rumput mah teu bisa dipaksa tumbuh. Memang sudah kuduna salapan bulan, salapan bulan. Apalagi jelas kemarin Bandung kan tiga bulan kemarau, nggak ada hujan. Jadi tumbuhnya pasti lebih lama," ucapnya.

Meski begitu, ia memastikan pihak Persib bersama vendor terus melakukan upaya terbaik untuk memperbaiki kondisi lapangan. Adhitia bahkan mengaku ikut memantau langsung kondisi stadion menjelang pertandingan.

"Doain lah. Pokoknya kita lagi ngelakuin yang terbaik. Kita yang ngerjain tahu kendalanya apa, prosesnya gimana," tuturnya.

"Waktu malam aja sebelum pertandingan saya di stadion sampai setengah satu, ngelihatin semua. Cuma kan kadang nggak semuanya bisa diceritain ke publik. Ya sabar aja. Insyaallah nanti di Oktober sudah bagus," tambahnya.

Terkait kemungkinan kembali menggunakan Stadion Si Jalak Harupat, Adhitia menyebut kedua stadion memang telah didaftarkan sebagai opsi kandang Persib. Namun, apabila GBLA sudah kembali siap, Persib dipastikan akan tetap bermain di Bandung.

"Kita memang harus daftar dua stadion. Dua-duanya sudah didaftarin, Jalak sama GBLA. Jadi memang harus ada dua-duanya. Tapi kalau GBLA selesai, kita sudah nggak akan ke sana," jelasnya.

Untuk agenda kompetisi Asia, Adhitia juga memastikan GBLA tetap menjadi pilihan kandang Persib. "ACL sudah pasti di GBLA," tegasnya.

Adhitia memperkirakan GBLA membutuhkan waktu sekitar satu bulan lagi untuk mencapai kondisi yang lebih siap. Ia menyebut perkembangan rumput di sejumlah bagian stadion sebenarnya sudah menunjukkan hasil positif.

"Mestinya sebulanan lagi. Dari vendor ngomong sebulanan lagi," katanya.

Ia menggambarkan proses pemulihan rumput tersebut seperti pertumbuhan bayi dalam kandungan. Menurutnya, rumput membutuhkan waktu yang cukup agar dapat tumbuh secara sempurna.

"Kalau teman-teman lihat yang Selatan, kalau ke lapangan jangan pakai TV, datang langsung ke lapangan, itu sudah rapet banget. Orang vendornya bilang, 'Tah Kang, ini sudah bagus.' Sebulan lagi kayak gini semua, tinggal yang di Utara saja," ujar Adhitia.

"Waktunya kan nggak cukup. Ibaratnya kayak hamil sembilan bulan, kita baru tujuh bulan, jadi prematur," jelasnya.

Ia kembali menegaskan bahwa Persib sejatinya telah menyiapkan Stadion Si Jalak Harupat sebagai venue pertandingan. Namun, perubahan rencana terjadi setelah PSSI menyampaikan keputusan terkait penggunaan stadion tersebut.

"Iya, memang plan kita main di Jalak. Cuma waktu itu PSSI langsung membatalkan. Habis kita tanggal 31, PSSI bilang nggak bisa," kata Adhitia.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Menemukan Uniknya Spot Gembok Cinta, Bandung"
[Gambas:Video 20detik] (mso/mso)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads