Para astronom berhasil mengidentifikasi sebuah objek yang mereka sebut sebagai protokluster galaksi. Penemuan ini diyakini menyimpan petunjuk krusial mengenai sejarah pembentukan alam semesta.
Protokluster tersebut diberi nama JADES-ID1 dan berlokasi sekitar 12,7 miliar tahun cahaya dari Bumi. Struktur awal pembentukan alam semesta ini dideskripsikan sebagai kumpulan titik serta bintik cahaya yang tertanam di dalam awan biru berukuran masif.
Protokluster merupakan sebuah gugus galaksi yang masih berada dalam tahap awal pembentukan. Wilayah ini menjadi titik kumpul bagi galaksi-galaksi muda yang saling tarik-menarik akibat gaya gravitasi serta mengandung gas panas.
Namun, di dalam protokluster, sejumlah galaksi belum terikat sepenuhnya seperti pada gugus galaksi yang telah matang. Selain itu, gas panas di sekitarnya-yang biasanya membuat gugus galaksi mudah terdeteksi-belum cukup berkembang untuk memancarkan sinar-X yang dapat ditangkap oleh instrumen pemantau.
Tim ilmuwan menemukan JADES-ID1 dengan memanfaatkan dua teleskop mutakhir, yakni Chandra X-ray Observatory dan James Webb Space Telescope (JWST). Melalui teknologi inframerah, JWST berhasil mendeteksi 66 galaksi yang disatukan oleh gravitasi di wilayah tersebut.
Simak Video "Video: Deretan Fenomena Langit yang Bakal Muncul di Desember 2025"
(mso/mso)