Astronom Temukan JADES-ID1, 'Raksasa' dari Awal Mula Semesta

Kabar Internasional

Astronom Temukan JADES-ID1, 'Raksasa' dari Awal Mula Semesta

Panji Saputro - detikJabar
Rabu, 18 Feb 2026 12:00 WIB
Galaxy panoramic, star cluster and nebula shining in a milky way - High definition background
Ilustrasi (Foto: Getty Images/iStockphoto/titoOnz)..
Jakarta -

Para astronom berhasil mengidentifikasi sebuah objek yang mereka sebut sebagai protokluster galaksi. Penemuan ini diyakini menyimpan petunjuk krusial mengenai sejarah pembentukan alam semesta.

Protokluster tersebut diberi nama JADES-ID1 dan berlokasi sekitar 12,7 miliar tahun cahaya dari Bumi. Struktur awal pembentukan alam semesta ini dideskripsikan sebagai kumpulan titik serta bintik cahaya yang tertanam di dalam awan biru berukuran masif.

Protokluster merupakan sebuah gugus galaksi yang masih berada dalam tahap awal pembentukan. Wilayah ini menjadi titik kumpul bagi galaksi-galaksi muda yang saling tarik-menarik akibat gaya gravitasi serta mengandung gas panas.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun, di dalam protokluster, sejumlah galaksi belum terikat sepenuhnya seperti pada gugus galaksi yang telah matang. Selain itu, gas panas di sekitarnya-yang biasanya membuat gugus galaksi mudah terdeteksi-belum cukup berkembang untuk memancarkan sinar-X yang dapat ditangkap oleh instrumen pemantau.

Tim ilmuwan menemukan JADES-ID1 dengan memanfaatkan dua teleskop mutakhir, yakni Chandra X-ray Observatory dan James Webb Space Telescope (JWST). Melalui teknologi inframerah, JWST berhasil mendeteksi 66 galaksi yang disatukan oleh gravitasi di wilayah tersebut.

JADES-ID1 memiliki massa yang cukup besar untuk memanaskan gas di sekitarnya hingga mencapai suhu yang sangat tinggi. Hal ini memungkinkan Chandra mendeteksi emisi sinar-X dari awan gas panas yang menyelimuti seluruh galaksi tersebut, sekaligus memberikan bukti bahwa galaksi-galaksi ini merupakan bagian dari satu entitas tunggal.

Aspek yang paling misterius dari penemuan ini adalah posisinya dalam lini masa sejarah alam semesta. Para astronom mencatat bahwa JADES-ID1 memiliki massa setara 20 triliun matahari dengan bentangan mencapai sekitar 1,1 juta tahun cahaya.

Mayoritas model alam semesta memprediksi bahwa protokluster dengan skala sebesar ini seharusnya baru terbentuk antara dua hingga tiga miliar tahun setelah peristiwa Big Bang. Namun, secara mengejutkan, JADES-ID1 diperkirakan telah eksis saat alam semesta baru berusia sekitar satu miliar tahun.

"Ini mungkin protocluster terjauh yang pernah terkonfirmasi," kata penulis utama studi, Akos Bogdan, dari Harvard & Smithsonian Center for Astrophysics (CfA), dilansir Live Science, Senin (16/2/2026).

Artikel ini sudah tayang di detikInet, baca selengkapnya di sini.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Video: Deretan Fenomena Langit yang Bakal Muncul di Desember 2025"
[Gambas:Video 20detik]
(mso/mso)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads