Makna di Balik Pin 168 Timnas Iran yang Membuat Israel Berang

Soccer Update

Makna di Balik Pin 168 Timnas Iran yang Membuat Israel Berang

Bayu Baskoro - detikJabar
Sabtu, 13 Jun 2026 06:30 WIB
FIFA World Cup 2026 - Team Iran arrives at Tijuana for World Cup - Tijuana International Airport, Tijuana, Mexico - June 7, 2026  Irans Mehdi Taremi and Alireza Jahanbakhsh arrive with the team ahead of the World Cup REUTERS/Victor Medina     TPX IMAGES OF THE DAY
Timnas Iran (Foto: REUTERS/Victor Medina)
Bandung -

Pin angka 168 yang dipakai Timnas Iran di Piala Dunia 2026 membuat Israel berang. Apa makna di baliknya?

Skuad Iran sudah tiba di Meksiko sejak awal pekan ini. Team Melli dijadwalkan menjalani laga pertama Piala Dunia menghadapi Selandia Baru, Selasa (16/6/2026) di Stadion Los Angeles, Inglewood.

Pemandangan menarik tersaji kala Iran mendarat di Tijuana, Meksiko. Mehdi Taremi cs memakai jas hitam dengan pin emas bertuliskan #168 pada bagian dada.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Angka 168 yang dipakai Timnas Iran merujuk pada jumlah korban serangan militer ke sebuah sekolah di Minab, Iran, pada 28 Februari 2026. Mayoritas korban tewas adalah anak-anak.

Serangan terhadap sekolah tersebut, yang dilaporkan dekat dengan pangkalan Garda Revolusi, telah menuai kritik keras dari Perserikatan Bangsa-Bangsa dan organisasi hak asasi manusia. AS dan Israel. yang terlibat konflik militer dengan Iran, menolak bertanggung jawab atas serangan tersebut.

ADVERTISEMENT

Aksi solidaritas yang dilakukan Timnas Iran buat para korban serangan di Minab ditanggapi keras Israel. Media Iran International melaporkan, Wakil Ketua Knesset Israel dan Ketua Subkomite Olahraga Simon Davidson mengirim protes resmi kepada Presiden FIFA Gianni Infantino.

Davidson menilai Iran membawa narasi politik ke Piala Dunia 2026 dengan aksi tersebut. Baginya hal itu tidak patut, sekaligus menodai semangat persatuan dan persahabatan internasional di ranah sepakbola.

"Laporan baru-baru ini tentang penampilan publik tim nasional Iran yang menampilkan simbol dan pesan terkait peristiwa politik dan militer terkini menimbulkan kekhawatiran bahwa narasi politik sedang disuntikkan ke dalam kompetisi olahraga terpenting di dunia," begitu isi surat Davidson kepada Infantino, dilansir dari Iran International.

"Terlepas dari posisi masing-masing individu dalam kontroversi internasional, Piala Dunia harus tetap menjadi tempat untuk olahraga, bukan pesan politik," tegasnya.

Artikel ini telah tayang di detikSport.

(bay/yum)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads