Jabar Hari Ini: Suara Korban 'Sewa Pacar' Konten Kreator Tasikmalaya

Tim detikJabar - detikJabar
Rabu, 28 Jan 2026 22:00 WIB
Ilustrasi anak takut (Foto: Getty Images/ozgurcankaya)
Bandung -

Sejumlah peristiwa mewarnai pemberitaan di Jawa Barat (Jabar) hari ini, Rabu (28/1/2026). Mulai dari suara-suara perlawanan korban kreator konten asal Tasikmalaya, Shandy Logay, hingga Wali Kota Bandung Muhammad Farhan siap kooperatif jika dimintai keterangan soal kasus korupsi Wakil Wali Kota Bandung Erwin.

Berikut rangkuman Jabar Hari Ini:

Suara Perlawanan Korban Kreator Konten Shandy Logay

Kiprah kreator konten asal Tasikmalaya, Shandy Logay, berakhir di penjara. Panggung digital yang melambungkan namanya di lini masa media sosial seketika ambruk.

Konten sewa pacar yang mengeksploitasi remaja perempuan menyeretnya ke balik jeruji besi. Polisi mengendus praktik eksploitasi anak demi keuntungan pribadi yang melanggar Undang-Undang Perlindungan Anak.

Setelah kasus ini mencuat, banyak perempuan mengaku menjadi korban perilaku cunihin (genit) pria berusia 40 tahun tersebut. Sederet akun mulai bersuara membeberkan pengalaman buruk mereka saat berinteraksi dengan tersangka.

UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Kota Tasikmalaya mencatat sedikitnya 10 pelajar perempuan di bawah umur mengaku telah menjadi korban Shandy Logay.

Kepala Unit PPA Kota Tasikmalaya Epi Mulyana mengatakan data 10 korban tersebut dihimpun dari informasi lisan berbagai pihak, termasuk masyarakat dan lembaga pendamping.

"Informasi awal yang kami terima secara lisan dari beberapa rekan, kurang lebih ada 10 orang," ujar Epi, Rabu (28/1).

Dari jumlah tersebut, sebagian korban telah membuat laporan polisi, sementara lainnya masih mempertimbangkan langkah hukum. "Ada yang sudah menyusun laporan, ada juga yang masih menunggu karena kondisinya dalam pemulihan trauma," kata Epi.

Menurutnya, proses pemulihan korban tidak bisa dilepaskan dari persoalan stigma sosial dan potensi perundungan di lingkungan sekolah maupun masyarakat. Remaja yang menjadi target kreator konten tersebut rentan mengalami perundungan karena dianggap permisif terhadap tindakan tersangka.

"Posisinya yang bersangkutan masih pemulihan stigma, bahkan menjadi bahan perbincangan dan dikhawatirkan mengalami bullying dari lingkungan," ungkapEpi.

Kuasa hukum tiga korban yang telah melapor, M Naufal Putra, mengapresiasi langkah kepolisian yang telah menetapkan Shandy Logay sebagai tersangka.

"Kami selaku kuasa hukum korban sangat mengapresiasi dan mengucapkan terimakasih kepada jajaran Polres Tasikmalaya Kota. Kami juga tidak berhenti di sini, kami akan terus mengawal proses ini hingga ke meja hijau," kata Naufal.

Terkait banyaknya korban lain yang mulai bersuara, Naufal mengaku siap memberikan pendampingan hukum untuk melapor ke polisi.

"Tidak menutup kemungkinan akan kembali membuat laporan terkait kasus yang sama yang dilakukan oleh pelaku. Seiring jumlah korban yang terus bertambah," jelas Naufal.

"Apabila ada yang merasa punya pengalaman yang sama jangan sungkan untuk melaporkan. Kami siap menampung dan melindungi identitas," sambungnya.

Wali Kota Tasikmalaya Viman Alfarizi juga mengaku terkejut dengan kemunculan kasus ini. Viman menyebut dirinya mengenal tersangka, bahkan sempat berkunjung ke rumahnya.

"Ya, kaget lah pastinya, nggak menyangka sih, ternyata seperti itu, dengan kesehariannya. Keluarganya juga, saya pernah berkunjung ke sana, tidak menyangka sih," kata Viman.

Viman mengklaim mengenal banyak pegiat media sosial di Tasikmalaya. Namun terkait perilaku pribadi, ia menegaskan hal itu di luar kendalinya.

"Saya memang kenal, bukan hanya dia saja, tapi semua influencer kenal, para pemuda kreatif juga. Apa yang terkait di balik itu, kemudian juga cerita hitamnya, kan itu di luar kontrol kita. Kita hanya bagaimana bersilaturahmi, memberdayakan anak-anak muda," papar Viman.

Viman menegaskan komitmennya untuk tidak menoleransi kasus pelecehan terhadap anak dan perempuan.

"Sikap kami jelas, zero tolerance (tidak ada toleransi) terhadap aksi child grooming, pelecehan terhadap anak, perempuan, dan sebagainya. Kami serahkan sepenuhnya kepada aparat penegak hukum (APH)," tegasnya.

Dalam perkara ini, Pemkot Tasikmalaya akan fokus memfasilitasi pendampingan korban serta menggencarkan sosialisasi agar kasus serupa tak terulang.

"Kami memfasilitasi dan mengadvokasi para korban. Kami juga terus mensosialisasikan agar kejadian ini tidak terulang kembali," pungkas Viman.

DVI Polda Jabar Identifikasi 34 Orang Korban Longsor Cisarua

Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jawa Barat merilis perkembangan terbaru identifikasi jenazah korban longsor di Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat.

Hingga hari keempat pencarian, Posko DVI Polda Jabar telah menerima total 50 kantong jenazah, menyusul tambahan 10 kantong pada Selasa (27/1).

Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Hendra Rochmawan mengatakan, dari jumlah tersebut, empat jenazah kembali berhasil diidentifikasi melalui proses post-mortem dan ante-mortem.

"Total 34 korban berhasil diidentifikasi, bertambah dari sebelumnya 30 korban," ujar Hendra, Rabu (28/1).

Adapun identitasnya yaitu Awang Sih (70), Wati alias Enok (58), Bayu Nur Cahaya (33), dan Epon (30). "Tim DVI Polda Jabar memastikan proses identifikasi terus berlanjut hingga seluruh korban teridentifikasi," jelas Hendra.

Lantaran masih ada kantong jenazah yang belum diproses, tim DVI bekerja hingga malam hari, sebagaimana prosedur pada hari-hari sebelumnya.

"Polda Jabar mengimbau masyarakat bersabar menunggu informasi resmi. Kami berkomitmen melakukan identifikasi secara profesional, teliti, dan mengedepankan aspek kemanusiaan," pungkasnya.

Layvin Kurzawa Mulai Latihan Bareng Skuad Persib

Rekrutan anyar Persib Bandung, Layvin Kurzawa, mulai mencicipi atmosfer latihan Maung Bandung. Bek kiri asal Prancis itu melakoni sesi latihan perdana di lapangan pendamping Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Rabu (28/1/2026).

Kehadiran Kurzawa langsung menyita perhatian. Eks penggawa Paris Saint-Germain itu tampak berbaur dengan rekan setimnya sembari melahap menu latihan yang dipimpin pelatih Bojan Hodak. Meski baru pertama kali berlatih bersama Persib, Kurzawa terlihat menikmati sesi tersebut dan beberapa kali terlibat komunikasi intens dengan staf pelatih.

Menariknya, sepanjang latihan, Kurzawa nyaris tak terpisahkan dari Andrew Jung. Striker asal Prancis itu terus mendampingi Kurzawa, mulai dari menuju lapangan hingga sesi pemanasan. Keduanya kerap berbincang ringan di sela-sela latihan, seolah Jung tengah membantu proses adaptasi kompatriotnya di lingkungan baru.

Kehadiran Jung menjadi faktor krusial bagi Kurzawa untuk beradaptasi. Selain kesamaan bahasa, Jung lebih dulu memahami kultur tim dan atmosfer sepak bola Bandung yang kini mulai Kurzawa rasakan.

Bergabungnya Kurzawa menjadi sinyal positif bagi Persib jelang lanjutan Super League 2025/26. Meski begitu, ia kemungkinan besar belum akan melakoni debut dalam laga terdekat Pangeran Biru.

Bergabungnya Kurzawa menjadi sinyal positif bagi Persib jelang lanjutan Super League 2025/26. Meski begitu, ia kemungkinan besar belum akan melakoni debut dalam laga terdekat Pangeran Biru.

Persib dijadwalkan bertandang ke markas Persis Solo pada Sabtu (31/1/2026). Pelatih Persib, Bojan Hodak, menyebut Kurzawa perlu waktu untuk memulihkan kondisi fisik sebelum tampil bertanding. Hal serupa berlaku bagi rekrutan baru lainnya, Dion Markx.

"Keduanya tidak dibawa karena mereka harus berlatih. Mereka tidak bisa hanya datang lalu bermain, bisa cedera jika dipaksakan," tegas Bojan.




(ral/yum)

Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork