Gabungnya Layvin Kurzawa ke Persib Bandung tak hanya menambah nama besar di dalam skuad Maung Bandung, tetapi juga langsung memanaskan persaingan di sektor bek kiri. Posisi ini akan menjadi area dengan kompetisi paling ketat di lini pertahanan.
Sebelum Kurzawa datang, Eliano Reijnders lebih sering dipercaya mengisi pos bek kiri sepanjang putaran pertama Super League 2025/26. Meski posisi aslinya adalah penyerang sayap, Eliano menunjukkan fleksibilitasnya dengan tampil solid di sektor pertahanan kiri.
Kecepatan dan daya jelajahnya kerap menjadi opsi penting dalam skema permainan Persib. Kemudian dalam beberapa laga terakhir, Alfeandra Dewangga juga mulai unjuk gigi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia perlahan menunjukkan peningkatan performa yang signifikan. Kepercayaan dari pelatih Bojan Hodak pun datang, dengan Dewangga diberi kesempatan mengisi pos bek kiri dan tampil cukup meyakinkan, baik dalam bertahan maupun saat membantu serangan.
Kini, kehadiran Kurzawa membuat persaingan di sisi kiri pertahanan semakin sengit. Dengan pengalamannya bermain di level tertinggi Eropa bersama Paris Saint-Germain, membuat pemain yang biasa menempati posisi bek kiri harus bekerja lebih keras demi merebut dan mempertahankan tempat utama.
Namun bagi Dewangga, situasi ini justru disikapi secara positif. Ia menilai hadirnya Kurzawa sebagai keuntungan bagi tim, sekaligus kesempatan berharga untuk berkembang.
"Kalau saya sebagai pemain bagus ya untuk kedalaman tim. Apalagi saya juga bisa banyak belajar sama beliau," ujar Dewangga, Rabu (28/1/2026).
Soal persaingan, Dewangga menegaskan tak ingin melihatnya sebagai rivalitas personal. Baginya, keputusan akhir tetap berada di tangan pelatih dan setiap pemain wajib memberikan kontribusi maksimal kapan pun dipercaya.
"Nggak sih, tergantung pelatih juga kan siapa yang jadi starter ya harus 100 persen buat Persib," katanya.
Sementara pelatih Persib, Bojan Hodak menegaskan bahwa perekrutan Kurzawa merupakan kebutuhan tim menghadapi jadwal yang sangat padat di putaran kedua. Menurutnya, Persib membutuhkan kedalaman skuad agar rotasi berjalan optimal dan performa tim tetap terjaga.
"Kami memiliki banyak pertandingan, jadi di setiap posisi diperlukan dua pemain. Jika anda ingat, pada putaran pertama lalu, kenapa saya katakan pemain 'mati' saat melawan Malut. Dan di 2-3 laga terakhir kami tidak terlihat bermain dengan bagus, itu karena kami kelelahan," kata Bojan.
"Kami kelelahan karena bermain tujuh pertandingan lebih banyak dari klub lain. Mereka dalam 3,5 bulan bermain 17 kali, kami bermain 24 kali. Jadi ini tidak sama," sambungnya.
Karena itu, Bojan menekankan pentingnya memiliki komposisi pemain yang merata di setiap posisi agar rotasi bisa dilakukan tanpa menurunkan kualitas permainan.
"Itu alasannya kami harus memiliki roster yang bagus, supaya bisa mengubah susunan pemain dan merotasinya," tegasnya.
Simak Video "Video: Persib Bandung Juara 3 Musim Beruntun!"
[Gambas:Video 20detik] (bba/mso)
