Ginjal merupakan organ vital yang bekerja tanpa henti menjaga keseimbangan tubuh. Selain menyaring limbah dan racun dari darah, ginjal juga berperan dalam mengatur tekanan darah, membantu produksi sel darah merah, hingga menjaga keseimbangan cairan dan elektrolit.
Ketika fungsi ginjal mulai terganggu, tubuh biasanya memberi sinyal. Gejalanya bisa berupa perubahan warna dan jumlah urine, mudah lelah, mual, pusing, sesak napas, kulit terasa gatal, bau mulut, hingga sering merasa kedinginan. Sayangnya, banyak orang tidak menyadari bahwa kebiasaan sehari-hari justru menjadi pemicu utama kerusakan ginjal.
Salah satu faktor penting yang sering diabaikan adalah kurang minum air putih. Saat tubuh mengalami dehidrasi, aliran darah ke ginjal berkurang sehingga proses pembuangan racun tidak berjalan optimal. Akibatnya, zat sisa metabolisme bisa menumpuk dan membebani kerja ginjal.
Kebutuhan cairan harian umumnya berkisar 10-12 gelas air per hari agar tubuh tetap terhidrasi dan ginjal bekerja optimal. Dikutip dari situs kesehatan WebMD, berikut sejumlah kebiasaan yang tanpa disadari dapat merusak ginjal dan perlu diwaspadai.
Kebiasaan yang Berisiko Merusak Fungsi Ginjal
1. Menunda Buang Air Kecil
Kebiasaan menahan buang air kecil terlalu lama dapat meningkatkan risiko infeksi saluran kemih. Urine yang tertahan memberi kesempatan bakteri berkembang biak, yang pada akhirnya bisa menyebar ke ginjal.
Tekanan berlebih pada kandung kemih juga dapat berdampak pada ginjal dan meningkatkan risiko gangguan ginjal dalam jangka panjang.
2. Konsumsi Protein Berlebihan
Protein memang penting bagi tubuh, namun asupan berlebihan bisa menjadi masalah, terutama jika fungsi ginjal tidak optimal. Ginjal harus bekerja lebih keras untuk membuang sisa metabolisme protein dari darah.
Untuk menjaga keseimbangan, sebaiknya konsumsi protein dalam porsi wajar dan bervariasi, seperti dari ikan, telur, kacang-kacangan, dan sumber nabati lainnya, sesuai anjuran tenaga medis.
3. Terlalu Banyak Mengonsumsi Garam
Asupan garam berlebih dapat memicu tekanan darah tinggi, yang merupakan salah satu penyebab utama kerusakan ginjal. Selain itu, kadar garam tinggi juga berisiko menyebabkan batu ginjal.
Pada tahap awal, batu ginjal dapat memicu nyeri hebat, mual, dan gangguan saat buang air kecil. Mengurangi konsumsi makanan asin menjadi langkah penting untuk menjaga kesehatan ginjal.
4. Kebiasaan Merokok
Merokok tidak hanya berdampak buruk pada paru-paru dan jantung, tetapi juga pada ginjal. Kebiasaan ini dapat memperburuk tekanan darah tinggi dan diabetes tipe 2, dua faktor utama penyebab penyakit ginjal kronis.
Selain itu, merokok juga menghambat aliran darah ke ginjal dan mengurangi efektivitas obat-obatan yang digunakan untuk mengontrol penyakit terkait ginjal.
(iqk/iqk)