Orang Suku Maya Ternyata Konsumsi Singkong

Kabar Internasional

Orang Suku Maya Ternyata Konsumsi Singkong

Tim detikEdu - detikJabar
Sabtu, 03 Des 2022 06:30 WIB
Reruntuhan suku Maya di Kota Tikal
Suku Maya ternyata telah konsumsi singkong. (Foto: (Getty Images/iStockphoto))
Jakarta -

Arkeolog menemukan jika orang dari suku Maya mengkonsumsi singkong. Hal itu setelah ditemukan serbuk sari singkong di wilayah Maya.

Dilansir detikEdu, sebagian besar masyarakat suku Maya yang telah diteliti pada abad 20, memperlihatkan bahwa dahulu mereka membudidayakan umbi-umbian tersebut. Penggalian desa suku Maya, Ceren, menunjukkan tanaman singkong di ladang suku Maya. Area tanamnya berada 170 meter dari desa.

Area tanam singkong itu diperkirakan berasal dari tahun 600 Masehi. Ladang singkong suku Maya terdiri atas tanah bergerigi dengan tanaman pangan tersebut ditanam di atas punggungan dan dialiri air.


Sebagai informasi, peradaban suku Maya tinggal di wilayah Mesoamerica. Disebutkan dalam History, Mesoamerica adalah istilah untuk menyebutkan Meksiko dan Amerika Tengah sebelum penaklukan Spanyol abad ke-16.

Sebuah artikel ilmiah berjudul Origins, Production, and Utilization of Cassava in Burkina Faso, a Contribution of a Neglected Crop to Household Food Security menjelaskan asal usul singkong yang memiliki nama ilmiah Manihot esculenta.

Singkong bukanlah tanaman pangan yang asalnya dari Indonesia. Hasil bumi tersebut datang dari luar Benua Asia. Singkong disebut berasal dari Benua Amerika dan diperkenalkan ke Benua Afrika oleh Portugis pada 1558. Pemanfaatan singkong sebagai makanan masyarakat di Benua Amerika telah dimulai sejak abad ke-18 sebelum Masehi (Charrier & Lefrèvre, 1994).

Pada sumber lain, singkong secara spesifik disebutkan berasal dari Amazon. Hal ini didasarkan atas studi genetik singkong yang dibudidayakan dan berbagai nenek moyang umbi-umbian tersebut, demikian dikatakan dalam ThoughtCo.

Singkong diperkirakan sudah didomestikasi sejak lebih dari 8.000-10.000 tahun lalu di Brazil selatan dan Bolivia timur, sepanjang perbatasan selatan Cekungan Amazon. Bukti arkeologi tertua domestikasi singkong adalah berdasarkan pati dan serbuk sari yang ditemukan di sebuah situs di luar Amazon.

Arkeolog Jennifer Watling dan rekannya pada 2018 lalu melaporkan sisa-sisa umbi-umbian tersebut menempel di perkakas batu di situs Teotonio, selatan Amazon. Para ahli mengatakan, domestikasi singkong di Amazon telah dilakukan sebelum lebih dari 7.500 tahun lalu.


Artikel ini telah tayang di detikEdu dengan judul Singkong Bukan dari Indonesia, Dahulu Pun Dikonsumsi Suku Maya

(iqk/iqk)